
Yuri menatap dengan sedih wajah rio, menatap seolah mengerti bahwa rio bukan rio yang ia kenal, rio empat hari yang lalu masih bisa tersenyum, dan hanya empat hari ia meninggalkan rio dan ia sudah kehilangan rio yang ia kenal, yuri pun menggegam tangan rio "ayo kita berangkat ke sekolah" ujar yuri, sambil menarik rio "aku harus menjaga nya" ucap yuri dalam hati.
Selama di perjalanan mereka tak berbicara sepatah kata pun.
Rio tak tau harus mengatakan apa, ia hanya diam melangkah mengikuti yuri, dan setibanya di gerbang sekolah rio menghentikan langkahnya, yuri yang sejak berangkat dari rumah tak melepaskan tangan rio ikut terhenti, "ada apa ?" ujar yuri penuh dengan wajah yang bertanya-tanya, "aku," belum sempat mengungkapkan isi hatinya, rio menghentikan ucapannya setelah melihat seseorang yang berdiri dari kejauhan dan sangat jelas memperhatikannya yang sedang bersama yuri di depan gerbang, Kim menyeringai jahat di kejauhan, dan itu pun terlihat sangat jelas oleh rio wajah merasa senang kim setelah melihat rio yang datang ke sekolah hari ini ,"apa lagi ini" ucap rio sambil menunduk dan tangannya menjadi berkeringat dingin, " rio ?" ucap yuri karena menyadari dinginnya tangan rio dan ada hal janggal yang benar-benar terasa aneh yaitu rio menunduk, dan rio terlihat sangat cemas ketakutan, yuri tak pernah melihat sosok rio yang seperti itu.
Kim segera berjalan menuju gerbang dengan terburu-buru dan langsung menyapa rio juga yuri, "yo siapa ini, akhirnya kau datang ya ke sekolah ?" sapa kim sambil tertawa, kim melangkah lagi datang dengan santai mendekati yuri dan rio, "kau" geram yuri kemudian sambil berjalan, mendekati kim, "apa yang kau lakukan pada rio ?" ujar yuri berteriak saat berhadapan dengan kim membuat siswa lain yang baru datang di sekitar pagar sekolahan terkejut, dan semuanya berdiri untuk menonton kejadian ini tak seorangpun pernah melihat ekspresi dari yuri si boneka saat marah, semuanya tau bahwa yuri di juluki boneka karena tak pernah menunjukan warna dirinya saat di sekolah,
" ini benar-benar gila" bisik sebagian siswa yang sedang menyaksikan adegen itu layaknya menonton sebuah film.
"aku tak melakukan apapun, benarkan rio ?" ucap kim dengan nada yang santai-santai saja, seolah-olah benar bahwa ia tak bersalah yuri berbalik menatap rio, dan rio pun menatap langsung pada mata yuri dan rio mengerti betul arti dari tatapan yuri yang berharap bahwa rio akan mengatakan yang sebenarnya, rio berusaha tabah agar tak memperpanjang masalah ia mengelak, "aku tak apa-apa yuri, kim tak melakukan apapun" ucap rio dengan senyum di paksakan, "benar, rio berbohong" ucap yuri dalam hati, yuri adalah orang yang sangat memahami dan orang yang paling dekat dengan rio, ia sangat tau jika rio sedang berbohong, senyum rio berbeda. Yuri segera berbalik dengan cepat kearah kim dan tanpa sadar tas yang yuri gunakan yang berisi buku-buku tebal pelajarannya ia layangkan ke arah wajah kim dengan sekuat tenaganya dan Bbuaakkkkk!!!! benar saja buku-buku berat dengan pernak pernik di tas yuri membuat wajah kim langsung memar dan terluka, kim terjatuh ke tanah dengan darah di hidung dan di bibirnya, tak habis di situ yuri berlari mengambil sebuah pot berukuran sedang yang masih bisa di angkat yuri dengan kedua tangannya, pot itu penghias jalan di sekitar pagar yang terbuat dari keramik, yuri dengan cepat melemparkan pot itu dengan mengerahkan seluruh tenaga dari amarahnya kearah kim, beruntung pot itu pecah tapi tak mengenai kim, karena kim buru-buru menghindar dari lemparan yuri "sial, dia ingin membunuhku" ucap kim sambil dengan tangan kanannya didepan wajah agar dapat melindungi matanya dari pecahan keramik, rio yang sejak tadi terpaku karena ia tak pernah melihat sosok yuri yang kehilangan akal sehatnya segera berjalan ke arah yuri saat menyadari bahwa yuri sudah memegang sebuah gunting besar yang terlempar keluar tak jauh dari dalam tasnya yang tergeletak berhamburan dengan segala isinya di tanah, gunting yang yuri pegang itu biasa digunakan yuri untuk memotong plastik sampul ukuran tebal untuk bukunya dan juga biasa yuri gunakan dirumah dan hari ini ia membawanya kesekolah, rio panik dan menangkap tangan yuri "yuri, sadarlah, kau akan membunuh seseorang" ujar rio dengan berteriak.
Tak lama, saat rio tengah menyadarkan yuri para gurupun sudah berdatangan.
Perkelahian ini membuat semua murid berlarian kelapangan, dan ada beberapa juga yang hanya keluar dari kelas, berdiri di depan kelas untuk menonton kejadian itu.
ini membuat heboh seluruh siswa di sekolahan itu.
__ADS_1
Kemudian yuri dan kim di bawa ke ruangan guru, rio tak tau harus berbuat apa, dan akhirnya mengikuti yuri ke ruang guru, "untuk apa kau kesini juga" ucap seorang guru pada rio, "saya, saya juga terlibat pak dan saya perlu menjelaskan semuanya" ucap rio panik karena takut yuri akan di salahkan.
"ya sudah" ujar guru tersebut, seorang guru wanita yang bertugas di uks datang buru-buru dengan kotak p3k nya,
"masuk kalian" ujar seorang guru laki-laki itu yang adalah seorang guru olah raga.
"duduk, saya akan menelepon orang tua kalian" ujar guru olah raga itu lagi saat mereka sudah tiba di ruang guru.
"yuri, mengapa kau melakukan itu" ujar rio khawatir, "aku melakukannya karena aku tau anak itu pasti alasan kau tak mau sekolah dan bersikap aneh" ujar yuri dengan wajah datarnya yang sudah lama tak pernah di lihat rio. Yuri selalu tersenyum saat bersamanya dan yuri hanya memiliki wajah datar saat teman-teman yang ia benci muncul di depan matanya, dan saat ini rio tau yuri benar-benar membenci kim karena dirinya. Entah apakah rio harus merasa senang atau sedih, yuri, wanita yang selalu di lindunginya malah harus terlibat semua ini hanya karena ia yang seorang pecundang menyedihkan. Rio tak melanjutkan ucapannya, hanya diam dan duduk di samping yuri, dan di kursi yang terletak berseberangan dengan mereka kim sedang di obati oleh guru uks.
Tak lama kemudian kepala sekolah mereka yang seorang wanita, masuk ke ruangan itu dan saat kepala sekolah itu melihat kondisi kim, ia bertanya "siapa yang melakukan ini?" tanya nya "sa..." belum sempat rio menjawab demi menyelamatkan yuri, yuri sudah mengangkat tangannya duluan dan Ppllakkkk!!! kepala sekolah wanita itu menampar wajah yuri dengan sangat kencang, membuat wajah putih pucat yuri terlihat sangat merah "berani-beraninya kau menyakiti keponakan saya" ujar kepala sekolah, ibu guru uks hanya diam saja dan hanya meneruskan pekerjaannya mengobati kim. Rio terkejut menyaksikan itu semua dan segera melihat ke arah wajah yuri ingin berusaha menenangkan yuri dan betapa tambah sakit hati rio saat menyaksikan yuri yang berusaha terlihat tenang, tak berekspresi apapun tapi terlihat seluruh tubuhnya gemetar, dan yuri menggigit bibir bawahnya. "Dia takut" ujar rio dalam hati, "rio kau ******** pengecut terburuk" tambahnya memaki diri sendiri. Kemudian rio membuka masker di wajahnya dan berdiri, "bukan dia tapi saya yang melakukannya, yuri hanya berusaha membela saya, tak mungkin seorang wanita bisa melukai seorang pria, benarkan kim ?" ujar rio sambil menatap ke arah kim, rio yakin kim adalah orang yang memiliki harga diri tinggi, ia pasti akan malu jika salah satu anggota keluarganya mengetahui bahwa ia yang menjadi babak belur karena di hajar oleh seorang wanita. "iya tante, jangan asal pukul ah tante" ujar kim sembari memberikan senyuman mengejek tanda kemenangan, dan suara kim jelas bernada sinis dan itu di tujukannya kearah yuri.
Ruangan guru itu mencekam, dan semua orang terdiam, saat kepala sekolah menceritakan bahwa rio lah yang melakukan semua ini, berdasarkan pengakuan rio sendiri dan yuri berusaha melindungi rio di ruang guru tadi sebelum para orang tua datang, kemudian ayah rio mulai berbicara "ampuni anak saya ibu dan ayah dari nak kim, saya hanyalah seorang ayah dan rio tak memiliki seorang ibu, ini karena saya tak bisa mendidiknya dengan baik makanya semua ini terjadi" ayah kim bersujud melipat kedua kakinya di lantai tangannya memohon meminta pengampunan orang tua dari kim, rio merasa dadanya sangat sesak melihat sosok ayahnya yang melakukan hal itu demi dirinya yang menyedihkan "ayah, aku minta maaf" sekali lagi rio mengucapkan dalam hatinya dan kemudian rio pun ikut berbicara "saya siap di keluarkan" ujar rio berlutut di samping ayahnya, ayahnya menatap rio dengan mata melotot dan lagi memohon, " tidak, tidak saya mohon, kami orang yang tidak punya, anak saya tak tau apa yang dia katakan, tolong jangan keluarkan dia dari sekolah, hukum saja saya ayahnya tapi saya mohon tolong pertimbangkan anak saya, jika ia dikeluarkan saya tak memiliki uang yang banyak seperti bapak dan ibu untuk menyekolahkannya di luar kota ini saya mohon" ayah rio kini bersujud sambil mencium lantai. "ayah ?" ucap yuri kepada ayahnya yuri yang tak tahan melihat kejadian itu menatap ayahnya berharap ayahnya melakukan sesuatu untuk menolong ayah rio. Tapi ayah yuri malah menundukkan kepalanya, yuri tak percaya ini dan menatap ke arah ibunya "mama ?" ucap yuri lagi memohon, ibu yuri yang menyadari tatapan anaknya itu segera berucap "saya yang akan menanggung semua biaya denda serta pengobatan anak kim, di rumah sakit nanti, akan tetapi saya memohon anda semua di ruangan ini mempertimbangkan agar rio tidak di keluarkan dari sekolah, dan bila rio melakukan hal ini untuk kedua kalinya saya mempertaruhkan nama dan jabatan suami saya yang seorang jaksa di kota ini, serta harga diri dari keluarga saya sendiri, kami selaku orang tua yang menganggap rio sebagai anak kami juga dan kami sendiri yang adalah orang tua dari yuri, kami bersedia keluar dari kota ini, dan hanya jika hal ini terjadi lagi, saya mohon anda tuan sekaligus ayah dari kim mengingat perbuatan dan jasa suami saya di masa lalu" ucap ibu yuri dengan lantang, sambil tunduk memberi hormat sopan dan anggun, semua yang di ruangan terdiam tanpa kata, tidak dalam waktu lama kemudian ayah kim mulai berbicara "hal ini sebenarnya membuat saya dan istri saya merasa sangat marah, saya ingin pelaku yang membuat anak saya satu-satunya menjadi seperti ini di lemparkan kedalam penjara, hanya saja berhubung pelaku masih anak kelas 1 SMP yang berarti masih anak di bawah umur, tidak bisa di bawa ke jalur hukum, jadi saya ingin menawarkan perjanjian lainnya bu" ucap ayah kim sambil menatap tajam kepada ibu yuri, "saya ingin rio di hukum seberat-beratnya entah berlari keliling lapangan 50 bahkan 100 kali saya tidak peduli, saya ingin keadilan, jika berbicara biaya, saya tidak butuh uang kalian, saya bisa merawat anak saya di rumah sakit dengan berapapun biayanya, disini saya hanya ingin anak yang membuat anak saya seperti ini merasakan apa yang anak saya rasakan" tegasnya lagi.
Rio tak mengucapkan apapun ia hanya merasa menjadi orang menyedihkan yang tidak bisa menjaga sahabat sekaligus wanita yang ia cintai serta membuat ayahnya yang satu-satunya keluarganya bersujud demi dirinya. Menyedihkan. "saya pantas di hukum" ujar rio lemah, tiba-tiba ibu yuri memukul meja dengan kerasnya Bbakk!! "Diam !!! jangan ikut campur ketika orang tua sedang berbicara" teriak ibu yuri dengan marahnya kepada rio, "mama ?" ujar yuri dengan nada memohon sambil memegang tangan mamanya agar tak lagi marah dengan rio. "hemmhh.. baiklah, hanya itu ?" tanya ibu yuri berusaha terlihat tenang dan berwibawa kepada ayah kim, lalu ayah kim melanjutkan "wakil kelas 1F dan 1A saya pun mengharapkan kerja sama anda selaku seorang guru, bisakah anak saya kim ini di masukkan saja di kelas 1A agar berjauhan dengan rio yang berada di kelas 1F, saya hanya mencegah semua ini terulang untuk kedua kalinya, saya selaku ayah dari kim tidak mempercayai perkataan dan jaminan apapun itu kedepannya nanti" ujar ayah kim yang kemudian berdiri, "itu saja permintaan saya dan saya ini sekarang sedang sibuk, jadi saya serahkan semua ini kepada adik saya, selaku kepala sekolah di sini, ayo kim kita ke rumah sakit dan hari ini kau tidak perlu masuk kelas" ujar ayahnya kim sambil berjalan keluar tanpa peduli dengan orang-orang yang berada di ruangan itu, "saya mengharapkan kerja anda sekali lagi pak jaksa" tiba-tiba ibu kim membuka suaranya saat berdiri dan kemudian menggandeng kim untuk mengikuti ayahnya keluar. Kim keluar dengan hanya melayangkan senyuman saja, sambil melirik ke arah yuri, "ini tak baik, ini tak boleh, kim tak boleh berada satu kelas dengan yuri" ucap rio dalam hatinya, tangan rio mengepal kuat, dengan matanya yang masih melihat ke lantai, dan masih duduk sujud di samping ayahnya yang sudah tak menempelkan wajahnya di lantai. "rio dan ayahnya, ayo duduk di kursi" ucap kepala sekolah berusaha bersikap simpatik, rio dan ayahnya pun bangkit dari sujud mereka dan kemudian duduk di sofa yang kosong.
Lalu kepala sekolah mulai membuka pembicaraan lagi "baiklah, rio kau tak perlu keluar dari sekolah ini, karena tak ada pelajaran yang akan kau ambil jika kau hanya bebas keluar dari sekolah tanpa merasakan hukuman yanh setimpal" pernyataan ini membuat ayah rio merasa lega, "akan tetapi, kau di hukum selama 3 minggu membersihkan toilet pria khusus murid kelas satu dan murid kelas dua yang di lantai bawah setiap harinya setelah pulang sekolah, bagaimana? " ucap kepala sekolah menambahkan, sambil menatap rio dan ayahnya menantikan jawaban.
__ADS_1
"**.. tapi," gumam yuri mencoba untuk menyuarakan pembelaannya karena bagi yuri hukuman itu terlalu berat untuk anak seumuran mereka tetapi belum sempat yuri bersuara cubitan keras ia rasakan di tangannya bagian atas,
"jangan menambahkan masalah menjadi tambah panjang" bisik ibunya dengan wajah serius, yuri pun menurut, diam dan menunduk, kemudian melirik ayahnya yang duduk di sebelahnya, yang sejak tadi tak bersuara serta mengatakan apapun.
"baiklah bu, saya dan anak saya rio meneriman hukuman tersebut, asalkan rio bisa tetap bersekolah rio wajib terima hukuman" ayah rio menyetujui hukuman tersebut. "ya karena tak ada lagi yang harus di bahas, orang tua dari nak rio dan yuri sudah bisa melanjutkan segala aktivitas dan pekerjaannya, sisanya pihak sekolah yang akan mengurus semuanya" ujar kepala sekolah sambil berdiri mempersilahkan para orang tua untuk pulang, "ya bu kami titip anak-anak kami untuk melanjutkan kegiatan belajar mereka" jawab ibu yuri dan kemudian berdiri saling memberi hormat dengan kepala sekolah dan sudah tak banyak bicara melangkah keluar ruangan untuk pulang, di susul ayah yuri dan kemudia ayah rio.
"ya orang tua kalian sudah pulang, kalian berdua masuklah keruangan sana belajar" ujat kepala sekolah, yuri dan rio mengambil tas mereka, menunduk memberi hormat dan bergegas keluar ruangan menuju ke kelas.
"yuri, masuk lah ke kelas mu" ujar rio ketika mengantarkan yuri ke kelasnya, "ya, sampai jumpa pas pulang ya" ucap yuri berusaha terlihat biasa-biasa saja, lalu masuk ke kelasnya, dan rio berjalan pelan dan ragu menuju kelasnya sendiri.
Di dalam kelas yuri semua temannya heboh seperti waratawan pencari berita, mengintrogasi yuri, ada yang memuji juga ada yang menyayangkan yuri yang terlibat hal buruk hanya karena rio "kau benar-benar keren, menghajar kim sampai begitunya hahaha tapi demi siapa? demi rio hhh payah kau" ujar salah satu teman yuri, "tapi, kau hebat bisa selamat dari ayah kim yang tuan tanah itu, anak jaksa memang hebat" tambah yang lainnya, yuri hanya diam tak memberi jawaban apapun, yang ia pikirkan saat ini hanya bagaimana dengan rio, apakah rio baik-baik saja.
Tentu saja jawabannya sudah pasti, saat rio tiba di kelasnya dan melangkah masuk kelas, tak ada guru yang masuk untuk mengajar,
hal ini buruk bagi rio, ya teman-teman kim langsung merangkul rio dan mereka membawa rio ke toilet seperti biasa, dan di toilet rio di pukuli habis-habisan, kemudian wajah rio berkali-kali di rendam kedalam wastefel yang di sumbat agar terisi penuh oleh air dan hal ini mereka lakukan dengan alasan pembalasan dari kim.
"*Ta*k apa rio, jangan libatkan yuri lagi" yang ada di pikiran rio saat itupun hanya yuri.
__ADS_1