DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA
jadwal latihan


__ADS_3

Pagi harinya Elza terbangun karena suara alarm yang berbunyi nyaring.


Elza masih sangat mengantuk sekarang. tapi dia memaksakan diri untuk tetap bangun karena sekitar satu jam lagi dia ada jadwal latihan bela diri di warior dragon.


Elza sedikit banyak sudah bisa menguasai berbagai teknik mempertahankan diri.


Dengan sedikit malas, gadis cantik itu berjalan sempoyongan masuk kedalam kamar mandi.


Selepas mandi dan berganti baju, Elza keluar kamar sembari membawa tas yang berisi baju yang akan dia gunakan saat latihan.


Elza masuk kedalam dapur untuk mengambil minum dan berniat sarapan.


"sarapan apa ya?" gumam Elza sembari membuka kulasnya.


Ternyata kulasnya kosong, karena kemarin dia lupa tidak membeli bahan makanan.


"hissh dasar gadis bodoh yang pelupa!" Elza malah memaki dirinya sendiri, dia hanya minum susu kotak yang ada dikulkas dan makan buah oisang yang kebetulan masih ada dua biji diatas meja.


Dengan cepat Elza mengambil botol minum dan mengisinya. dia menaruhnya didalam tas.


Elza keluar rumah dan langsung berjalan menuju mobilnya.


"el" pekik seseorang diluar pagar besi yang hanya sebatas dada saja.


Elza menoleh dan menyernyit melihat ternyata itu adalah tetangganya, bang Reza.


"ada apa bang?" Elza mendekat sekaligus hendak membuka gerbang.


"nih ada oleh oleh" Reza menyodorkan paperbag kehadapan gadis itu.


Elza tatap paperbag tersebut "tumben" ucapnya sembari meraihnya. "thanks bang"

__ADS_1


"sama sama" ucap Reza sembari tersenyum lembut kearah gadis yang nampak cantik pagi ini.


"abang tidak terbang?" tanya Elza berbasa basi.


"emangnya abang burung bisa terbang?" seloroh Reza sembari terkekeh geli, apalagi melihat wajah kesal gadis cantik dihadapannya membuatnya gemas setengah mati.


"maksudku nggak kerja? menerbangkan pesawat terbang?" Elza memperjelas pertanyaannya.


"tidak, abang juga baru pulang tadi pagi"


Elza mengangguk sembari beroh ria "ah sorry bang, bukannya tidak sopan atau bagaimana, tapi aku mau pergi" ucapnya terdengar seperti tidak enak hati.


"mau kemana?" tanya Reza.


"mau olahraga" jawabnya asal.


Reza mengangguk "oh begitu?" ucapnya terdengar lemah.


"baiklah, nanti boleh abang main kerumah?" tanya Reza penuh harap.


"lain waktu mungkin bang, karena nanti aku ada kelas siang terus aku langsung berangkat kerja, maaf"


Reza mengangguk mengerti "tidak papa, pergilah! " mengelus pucuk kepala gadis yang sudah memenuhi hatinya itu. "biar nanti abang yang tutup gerbangnya"


Elza mengangguk dan tersenyum canggung, "terimakasih" dia segera naik kedalam mobil dan pergi.


Reza menatap mobil yang semakin jauh "sulit sekali menggapai hatimu el" gumam Reza.


**


Elza menatap Reza dengan menggunakan spion "maaf bang, aku tahu kamu memiliki perasaan terhadapku makanya aku selalu menghindarimu, aku tidak mau kamu kecewa karena hatiku memang sudah beku dan takut untuk membuka hati untuk seorang pria" batin Elza, dia sedikit trauma akibat kehilangan kakak satu satunya.

__ADS_1


Dengan menghela nafasnya dalam, Elza menatap sekilas paper bag yang dia letakan dikursi sebelahnya.


Mobil gadis itu berhenti diparkiran trmpat latihan bela diri dragon wariorr.


Elza keluar dari dalam mobil sembari menenteng tasnya, dia yang berjalan masuk tanpa sengaja bersenggolan bahu dengan seseorang.


Elza menoleh kebelakang begitupun orang itu "kaauuu" pekik keduanya, ternyata itu adalah pria yang kemarin. yang sempat berdebat dengan Elza dikampus,Davin.


Davin mendekat dan menatap tidak percaya saat melihat wanita yang sempat mencuri perhatiannya kemarin. "ahh ternyata gadis yang kemarin, apa kau kemari karena mengikutiku?" terkanya.


Elza menatap jengah pria narsis yang ada dihadapannya saat ini, lalu melengos hendak pergi.


"hei tunggu!" Davin mencekal lengan Elza sehingga Elza terhenti.


"apa?" ucapnya malas, dia menampik tangan Davin dengan kasar.


"cepat mengaku kalau lo mengikuti gue kemari" ucapnya dembari mencekal tangan Elza kembali.


Elza melongo lalu tertawa "buahahaha ada ya pria narsis sepertimu! gue kemari mau latihan dasar pria bodoh, ngapain juga mengikutimu? cuuih nggak sudi !"


dug


Elza menendang tulang kering Davin, sehingga cekalan tangannya terlepas "aaww" pekiknya "hey mau kemana kau?"


Elza mengabaikan saja, dia merasa malas sekali berurusan dengan pria seperti itu.


"ck mood gue hancur gara gara pria narsis itu! hhh mimpi apa semalam? gue sampai sial begini" keluh Elza dalam hati.


"jangan sampai nanti bertemu dengan pria menyebalkan lagi, baru sepagi ini sudah bertemu dengan dua pria yang sangat sangat menyebalkan! eh tapi bang Reza tidak terlalu menyebalkan sih hihihi"


Elza bertemu dengan kak Anjas, dan segera melakukan latihan, Latihan fisik dan mental dalam bertarung.

__ADS_1


__ADS_2