
rio berjalan di depan kedua temannya saat masuk, dan sesaat itu pun mata rio dan yuri pun langsung bertemu pandang, yuri yang gemetaran ketakutan secara sontak mengalihkan pandangannya dengan menundukan kepalanya berusaha bersembunyi di balik siswa di depannya.
"baiklah silahkan kalian bertiga memperkenalkan diri" bu emi memecahkan keheningan kelas setelah rio dan dua temannya masuk.
rio maju dan memulai perkenalan "perkenalkan saya rio park pemilik sekolah ini"
mendengar kata pembuka rio, yuri semakin gelisah dan ketakutan karena dia bersekolah di sekolah milik rio.
"apa-apaan, bukannya rio anak dari ayahnya yang seorang guru dan ibunya yang hanya tukang jahit biasa" pikir yuri
"kenapa sekarang dia menjadi cucu dari pemilik SAO group dan bahkan jadi pemilik sekolahan ini ? " wajah yang tidak percaya yuri ia sembunyikan sambil menunduk berusaha tidak menatap rio.
"walaupun saya pemilik sekolah ini tapi hormat saya pada guru-guru sama seperti kalian dan tidak ada perbedaan perlakuan antara saya dengan kalian,
saya sangat menjunjung tinggi kejujuran dan persaingan sehat, saya harap kalian tidak segan dengan saya dan mau memperlakukan saya sama seperti teman-teman kalian yang lainnya layaknya orang biasa, dan bukan sebagai pemilik sekolahan ini" rio menudukkan badan tanda selesai memperkenalkan diri.
"kalian dengar ?! rio ada di sini untuk sekolah seperti kalian dan kami para guru di minta agar memperlakukan dia sebagai murid biasa di sekolah ini sama seperti kalian, ini permintaan khusus dari kakeknya selaku pemimpin resmi perusahaan SAO group, banyak dari kalian sudah mengenal rio park dan di sini kami para guru dan rio sendiri mengklarifikasi agar kedepannya tidak ada gosip yang mengatakan hal yang berbeda dari yang di katakan hari ini" bu emi menambahkan, "ya selanjutnya silahkan" kata bu emi mempersilahkan ke depan sedikit.
kali ini giliran teman rio yang wanita untuk memperkenalkan diri.
"hallo saya park ai, hehe" senyumnya sangat ramah, ceria dan cantik pikir yuri.
"saya adalah kerabat dekat dari keluarga rio, makanya kami memiliki marga yang sama, mohon bantuannya saya harap kalian tidak memusuhi saya jika saya terlalu dekat dengan rio karena rio adalah milik saya" hal yang ai katakan membuat para murid kaku tidak merespon dengan perkataannya yang membuat bu emi hanya geleng-geleng dan rio terlihat kesal dengan perkataan ai yang mengklaim bahwa rio adalah milik ai.
"ya ampun" kata bu emi "ayo selanjutnya" teman rio yang satunya pun maju sedikit kedepan "nama saya choi daejung, saya sahabat rio salam kenal" singkat, daejung menunduk dan saat mengangkat tubuhnya kembali tidak sengaja mata nya bertemu tatap dengan yuri yang berusaha melirik sembunyi-sembunyi pada mereka bertiga.
yuri pun sontak kembali menunduk,
"baiklah cari lah kursi kosong" ucap bu emi singkat.
saat itulah yuri sadar bahwa ada 3 kursi kosong di sebelah dan belakangnya.
"tidak" bisik hati yuri.
__ADS_1
benar saja saat yuri menoleh di sebelahnya daejung sudah duduk, dan di belakang daejung ada ai lalu rio duduk di belakang yuri.
"itu tas rio" pikir yuri, ternyata tas yang di tinggal pemiliknya dikursi dibelakang yuri adalah tas rio.
"tidak sangka ya bisa sedekat ini" suara dingin rio seketika kembali membuat tubuh yuri gemetar ketakutan.
"baik lah perkenalan kita sudah selesai, karena ini awal masuk sekolah jadi kita tidak belajar dulu, dan kalian silahkan kalau mau keliling sekolahan sambil mendaftar di klub yang kalian minati, sekian" kata bu emi sambil merapikan barang- barangnya dan melangkah keluar kelas.
yuri hanya duduk dan berdiam tidak melakukan apapun, saat ibu emi sudah tak ada murid-murid di kelaspun langsung menggeromboli ai,rio dan daejung, berusaha berteman dan bertukar nomor kontak HP.
saat itupun yuri memiliki kesempatan untuk keluar pikir yuri, yuri pun mengambil tas nya berusaha sesantai mungkin untuk keluar kelas, tanpa di sadari olehnya bahwa rio sudah memperhatikan gelagat mencurigakan yuri yang berusaha untuk melarikan diri.
dengan mantap yuri pun berdiri dan melangkah keluar kelas, karena terburu-buru yuri bahkan tidak sadar bahwa rio mengikutinya dari belakang.
yuri berjalan keluar ruangan dan berjalan sedikit lebih cepat untuk segera menuruni tangga dengan cepat sebelum sempat menuruni tangga tiba-tiba tangannya di bagian lengan dekat siku yuri di tarik kuat dan cepat sampai yuri pun tidak sempat untuk menolak tarikan tangan yang jelas sangat memaksa itu, rio menarik tangan yuri dengan kasar menarik yuri kelantai atas menuju atap gedung sekolahan yuri yang memang ketakutan dengan rio tidak melakukan apapun bahkan untuk meronta saja yuri tak berani, yuri hanya terdiam dengan kaki yang terus mengikuti tarikan rio.
di kelas ai tersadar setelah keasikan berbincang dengan teman sekelas, "daejung, kau lihat rio ? " ai bertanya " mungkin ke toilet" jawab asal-asalan daejung sambil memainkan hpnya, "Huh" ucap ai.
di atap rio dengan kasar melepaskan dan sedikit mendorong tangannya di tangan yuri dan membuat yuri terdorong,
rio pun mengunci pintu atap dengan kunci yang di milikinya, yuri yang terpojokan hanya membatu, bingung dan merasa tidak bisa berbuat apa-apa.
"kenapa kau takut ? " tanya rio datar dengan matanya yang dingin menatap yuri.
"uu..uh.uh, Mm..maafkan aku" yuri yang takut membentuk tangannya memohon agar rio memaafkannya, "ternyata kau masih ingat apa yang sudah kau lakukan ? " senyum sinis, dingin dan tatapan mata yang tajam dari rio membuat yuri semakin sadar bahwa rio tidak akan memaafkannya, "ku mohon" yuri masih berusaha memohon,
tapi tangan kiri rio menarik rambut yuri yang panjang, kedua tangan yuri memegang tangan rio yang menjambak rambutnya, sambil meringis sakit dan sedih.
dengan jambakannya rio berhasil memaksa yuri mengangkat tubuhnya untuk berdiri sesuai dengan arah tarikan rambut yuri yang di lakukan rio dan rio kemudian mendorong yuri ke dinding, tangan kanan rio melayang ke udara
"hhh..aku akan dipukul " pikir yuri dan Bbuuukk, tangan kanan rio meninju dinding tepat sangat dekat dengan samping kiri wajah yuri, kemudian wajah rio mendekat, dan membisikan yuri tepat di telinga yuri, hingga bibir dan nafas rio menempel di telinga yuri "kesalahan terbesar kau berani muncul di depanku saat ini " bisikan rio di telinga yuri, menusuk hati yuri, dan kemudian rio melangkah membuka pintu atap dan pergi.
BANG, bunyi pintu atap terbanting dan tertutup, setelah bunyi langkah kaki rio tak terdengar yuri pun terjatuh lagi dengan tubuh masih gemetar, yuri berusaha merapikan rambutnya yang di tarik rio dan tanpa sadar air mata yuri menetes dan akhirnya yuri menangis, "huhuhuhu..." tangis yuri, tangannya menutup mulutnya agar tidak terdengar jika ada yang datang.
satu jam telah berlalu dan yuri masih di atap tidak berani untuk turun dan akhirnya ia memutuskan bangkit dari duduknya dan dengan goyah mulai melangkah untuk turun dari atap sekolahan,
__ADS_1
selangkah demi langkah yuri berjalan menuju toilet wanita dan mengurung dirinya di dalam salah satu ruang toilet yang kosong, hanya terdiam merenungi yang barusan terjadi.
tiba-tiba "hihihihi" terdengar bunyi tertawa anak perempuan dengan teman-temannya, "ada yang datang" pikir yuri dan masih diam di dalam salah satu ruang toilet.
"hei tau tidak di kelas ku ada anak beasiswa loh"
"oh anak kelas ku" pikir yuri dalam diam nya
"terus, gimana orangnya ? aku dengar orangnya sangat cantik seperti boneka"
kata yang lainnya
"dia itu bukan cantik seperti boneka mungkin karena wajahnya yang tidak berekspresi makanya terlihat seperti boneka" kata teman sekelas yuri
"haha benarkah ? aku jadi penasaran" kata siswi lainnya
"menurutku memang karena itu, tapi dia itu anak desa, menyedihkan, aku rasa tak ada di kelasku yang mau berteman dengannya, kasian dia salah masuk sekolahan" cibir siswi yang sekelas dengan yuri itu.
yuri yang mendengar dari balik pintu toilet hanya terdiam, sembari mendengarkan pendapat anak lainnya tentang dirinya,
"heii !! " semua orang di dalam toilet terkejut termasuk yuri "eh ai" jawab siswi perempuan yang menggosip.
ai yang mencari-cari keberadaan rio di toilet tidak sengaja mendengarkan murid perempuan menggosip di toilet wanita, "kalian ini kok tega meniliai seseorang dari mana dia berasal ya, kalau kalian tidak mau berteman dengannya sialahkan kalau aku sih tak masalah kalau harus berteman dengannya, tidak semua di dalam kelas tidak mau berteman dengannya, jangan samakan aku dengan kalian, Huh" ucap ai dan langsung pergi tanpa mau mendengarkan pembelaan diri dari anak-anak perempuan itu.
"aku tak menyangka terdengar oleh ai, gimana dong " keluh mereka dan kemudian buru-buru pergi berusaha mengejar ai.
dan saat toilet wanita mulai terdengar sepi yuri pun keluar dari toilet dengan sedikit senyuman di wajahnya karena mendengar perkataan ai, yuri pun berjalan menuju tangga untuk turun ke lantai bawah sekolah akan tetapi sebelum yuri sampai ke tangga
tiba-tiba rio dan daejung muncul mereka tidak sengaja Berpapasan.
rio dan daejung yang berjalan berlawanan arah dengan yuri sedang menuju kekelas, dan akhirnya seketika wajah yuri yang sedikit ceriapun berubah menjadi tegang kembali.
yuri menundukan wajahnya, untuk melewati rio dan daejung.
seseorang sedang berlari dari arah belakang yuri drap,drap,drap bunyi lari dari seseorang yang tidak lain adalah ai,
__ADS_1
ai yang berlari dengan gembira dari arah belakang yuri itu pun langsung menerpa serta memeluk rio lagi sambil tertawa, yuri yang melihat itu semua hanya lewat dan pura-pura tenang dan saat yuri sudah sedikit lebih jauh "hei, kau ! " yuri terkejut dengan panggilan di belakangnya, "ini gantungan tas mu kan ? " saat yuri berusaha menoleh daejung menyerahkan gantungan tas yuri, yuri pun mengambil gantungan itu "terima kasih" ucapnya sedikit melirik daejung dan kemudian melangkah pergi.
"oh itukan murid beasiswa" seru ai, "dia cantik" ujar daejung dengan wajah yang sedikit memerah, sedangkan rio hanya diam dan menatap dingin, sambil melihat yuri melangkah pergi dengan setengah berlari-lari.