DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA
manis


__ADS_3

"anda sudah mau berangkat?" tanya Elza saat melihat Tama sudah sangat. Tadi pria itu hanya menggunakan kemeja putih saja, tapi sekarang ia sudah rapi dengan jas dan dasinya. Sepertinya mengenakannya saat ia sibuk cuci piring tadi.


Pria yang tengah duduk sembari mengerjakan sesuatu dileptopnya menoleh, dia tersenyum dan menepuk sofa. Agar gadis itu duduk disisinya.


Elza berjalan mendekat, tapi sedikit ragu.


Tama yang tidak sabar segera menarik tangan Elza, menyentaknya sampai membuat gadis cantik ini jatuh diatas pangkuannya.


"tuan!"


"kenapa kamu duduk dipangkuanku Elz? aku kan menyuruhmu untuk duduk disitu" ucap Tama sembari melirik sofa yang tadi ia pukul pelan.


Tangan Elza terangkat hendak memukul dada bidang Tama tapi pria itu dengan gerakan cepat menahannya "apa yang mau kamu lakukan Elz? kamu mau menciumiku?"


Mata Elza lagi-lagi melotot. Lalu detik berikutnya matanya bahkan terbelalak lebih lebar lagi saat benda kenyal dan basah menempel dibibirnya. Tama mencium dirinya tiba-tiba.


deg deg deg


Kedua orang yang saat ini begitu dekat merasa jantung mereka berdebar-debar. Meski bibir mereka hanya menempel saja tapi hal itu bisa membuat keduanya merasakan perasaan yang meledak-ledak pada hati dan perasaan mereka berdua.


Tangan Tama terulur untuk memegang sisi Leher Elza dan memulai mel-u-mat lembut bibir tipis berwarna merah muda tersebut.


"apa yang terjadi?" saking ngeblank nya Elza sampai ling-lung. Tapi lama-kelamaan gadis itu mulai sadar saat Tama mulai menciumnya dengan begitu intens. Bibir mereka beradu, meski Elza tidak juga merespon.


dug dug dug


Elza memukul dada bidang Tama sampai membuat ciuman tersebut terlepas "kenapa anda menciumku?!" pekiknya dengan kencang. Kemudian ia buang muka saat merasa wajahnya terasa panas.


Tama menyeringai melihat wajah sampai ketelinga gadis itu merah "lucu sekali dia" batinnya berucap.


"kamu masih demam ya Elz? wajahmu merah" ujar Tama membuat Elza memegang wajahnya.


Memang terasa hangat, pasti sekarang wajahnya merah "ish.. Menyebalkan sekali" gerutunya, dia hendak turun dari pangkuan pria ini.


Tapi Tama menahannya, dia tidak membiarkan gadis ini pergi. Pria tampan ini mengapit pipi Elza dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Tama menatap wajah Elza yang masih merah, ia mengusap bibir yang baru saja Tama cium. Rasanya sangat manis sekali. Tama merasa ingin sekali mencium Elza lagi, tapi ia berusaha untuk m nahan keinginannya itu. Karena kalau ia memaksa Elza bisa saja gadis ini bertambah marah "maaf"


Elza yang tadinya sedikit menunduk mendongak sampai manik matanya bertemu pandang dengan mata Tama.


"maaf jika aku lancang menciummu tadi"


Elza masih saja diam.


"kenapa dia menggemaskan begini? aku ingin menciumnya lagi" batin Tama berteriak saat melihat mata hazel yang begitu jernih menatapnya. Beberapa kali berkedip dengan polos membuat Tama benar-benar tergila-gila.


"kamu tahu kan jika aku menyukaimu. aku selalu kehilangan kendali jika berada di sisimu. Maaf..." ucap Tama dengan menunduk. Wajahnya benar-benar menggambarkan jika ia merasa sangat bersalah.


Tahukan para readers tercinta jika pria ini tengah berakting?


Satu kelebihan Tama yaitu dengan sangat mudah merubah suasana hati lawan bicaranya. Yang tadinya marah, Elza sekarang menjadi serba salah. "sudahlah.. lupakan saja! tapi jangan ulangi lagi" ingatnya agar pria ini berhati-hati kedepannya.


Tama mengangguk dengan senang "berarti kamu tidak keberatan jika aku menciummu lagi?"


Elza melotot saat Tama bertanya.


"hahahaha.. maaf-maaf, aku hanya bercanda"


Tama menggeleng "tidak bisa"


"bukankah Anda akan bekerja?" mengingatkan pria ini.


Tama menghela nafas lelah "huh.. kamu benar" ujarnya membenarkan. Memang nanti ia ada meeting dengan klien. Bahkan Raka sudah menghubunginya sedari tadi agar ia segera datang.


Dengan tidak rela Tama melepaskan Elza "aku akan berangkat sekarang" ucapnya sembari memasukan leptop kedalam tas kerja.


Setelah memastikan barangnya sudah masuk, Tama menoleh kearah Elza "ayo antar aku kedepan"


"merepotkan sekali" gerutunya, dan detik berikutnya ia terkejut saat Tama menyerahkan tas kerja dengan cepat. Bahkan dia tidak sempat menolak.


"kamu harus belajar menjadi istri yang baik, saat suami berangkat kamu harus mengantar kedepan, membawakan tas kerja. ah... keluarga kecil yang sangat manis" ucap Tama sembari membayangkan.

__ADS_1


Elza hanya menggeleng mendengar angan-angan pria tampan yang berjalan disisinya.


"aku berangkat ya?" ucap Tama, dia menarik tas yang didekap oleh Elza lalu ia menyodorkan tangannya didepan wajah Elza.


Elza menyernyit tidak paham "huffff"


"ptttffff"


Elza mendongak saat mendengar pria yang ada dihadapannya ini hampir tertawa "apa?!" tanyanya ketus.


"kenapa kamu meniup tanganku? ayo salaman! lalu kamu kecup punggung tanganku, begitu saja perlu diajari"


tuk


"aw" Elza terkejut saat Tama mengetuk keningnya "kenapa saya harus bersalaman dengan anda? anda kan bukan orang tua ku"


"orang tua? pffftt.. hahahaha" tawa Tama akhirnya pecah saat mendengar ucapan polos gadis yang ada dihadapannya.


Bagaimana gadis manis seperti ini dulu ada niat untuk membalas dendam padanya ya? sungguh menggelikan sekali.


Elza hanya merengut "anda sungguh menyebalkan sekali. Pergi sana!" ucapnya dengan ketus lalu ia berjalan menuju pintu masuk.


"aku berangkat Elz.. kalau kamu merindukanku kamu tahu harus mencari ku kemana kan?"


Elza menoleh dengan pandangan tajam.


brak


Menutup pintu dengan kencang. Mengabaikan pria yang masih terkikik itu.


**


beberapa part hanya fokus dengan kemanisan tokoh utama ya guys..


Sebentar lagi Elza mulai bergerak untuk menyelidiki dalang dibalik kematian kakaknya.

__ADS_1


Jadi stay tuned..


jangan lupa like dan komen 😉


__ADS_2