DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA
sahabat


__ADS_3

Elza membawa Lisa menuju bibir pantai. Suasana sore ini sangat cerah, bahkan sebentar lagi matahari akan terbenam. Mereka bisa melihat jika matahari sebentar lagi akan pulang keberadaban.


Langit senja mulai terlihat berwarna kuning keemasan. Sangat cantik sekali, apalagi pantai dan pulau ini juga sangat cantik menambah suasana disini sangat nyaman dan tenang. Pulau pribadi ini memang sangat luar biasa sekali.


Sunyi dan sepi, hanya suara deru ombak yang terdengar. Tak ada makhluk lain selain para anak buah Tama yang memang bekerja disana.


Elza mengajak Lisa untuk duduk dipasir pantai yang berwarna putih. Mereka berdua menghela nafasnya panjang untuk sekedar menikmati aroma segar alam ini.


Elza mulai menoleh kearah Lisa. Sahabatnya itu sedang memperhatikan luasnya laut yang terbentang didepan mereka "Lis"


Gadis cantik dan manis itu menoleh, rambutnya yang sepanjang bahu itu berterbangan kedepan. Lisa menyelipkan rambut tersebut kebelakang telinga agar tidak menghalangi pandangannya "apa? Lo mau cerita sekarang kan? cepat ceritakan! se-ga-la-nya!!" ucapnya dengan menekan kata terakhir.


Elza menghela nafasnya panjang. Dia menatap wajah penuh penasaran sahabatnya itu dengan pandangan yang dalam. Terlihat sekali jika Lisa sudah menantikan ucapan Elza sebentar lagi "Poni Lo baru ya Lis?"


"kyaaaa... Lo mau membuat gue mati penasaran ya!" pekik nya lalu ia menepuk kening Elza.Kesal sekali rasanya saat Elza tidak segera bercerita malah bertanya hal yang tidak penting. Meski ia juga sebenarnya mau menunjukan poni barunya pada Elza tapi ada hal yang lebih penting sekarang.


"aw.. sakit bodoh!" ucap Elza sembari mengusap keningnya.


"bodo amat! Lo nyebelin!"


Elza terkekeh melihat gerutuan Lisa. Gadis manja ini memang selalu membuatnya senang akan tingkahnya. Dia salah satu mood Elza. "oke jangan ngambek. Mau gue ceritain tidak?"


"iya iya.. cepatlah!"


Elza mengangguk lalu ia mulai bercerita. Bagaimana ia bisa sampai dipulau ini. Diawali dengan pertengkarang akibat Tama mengatainya murahan setelah Tama tahu jika dirinya telah dicium oleh Davin. Saat ia hendak pergi tiba-tiba saja ia dipukul oleh Tama sampai pingsan dan saat terbangun ia sudah berada dipulau ini.

__ADS_1


"apa?! dia mengataimu murahan dan memukulmu juga?! dasar pria breng-sek! akan gue pukul dia sekarang!" ucap Lisa menggebu lalu hendak berdiri untuk mencari keberadaan Tama.


Elza menarik tangan Lisa dengan panik. Membuat gadis cantik ini kembali terduduk "gue belum selesai bercerita wahai Lisa blackpink! duduklah dengan tenang atau gue nggak jadi bercerita nih" ucapnya mengancam agar sifat bar-bar Lisa ditahan dulu. Bisa gawat jika Lisa berbuat anarkis padahal hubungannya dengan Tama sekarang membaik. Bisa-bisa nanti ia tidak dipulangkan dan terasingkan dipulau yang tak ada kehidupan manusia lain ini selamanya.


"iya maaf.. gue emosi El jadi anarkis begini. Ayo lanjutkan sayang"


Elza mengangguk dan bercerita, dua hari ini dia lontang-lantung dipulau ini. Berpikir untuk kabur juga tapi tidak bisa.


"lalu? cepat jangan muter-muter! kaya komedi puter saja El"


Lisa segera menutup mulutnya dengan tangan saat Elza memelototi dirinya "gue diem nih. lanjut!"


Sampai dimana tadi Tama datang dan menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi. Dimana bukan Tama yang membuat kakak nya meninggal tapi orang lain. Bahkan kak Zara diperko-sa oleh pria itu. Sungguh bia-dab.


Lisa tampak shok mendengar cerita Elza, dia segera menarik tubuh Elza yang bergetar ketika bercerita "menangislah sayang.. itu akan membuatmu lega"


Mereka berdua berteman dengan tulus. Mereka sahabat yang saling mengerti satu sama lain. Karena itu juga mereka selalu bersama dan bertambah dekat seiring berjalannya waktu.


Lisa yang biasanya manja kali ini tampak tegar. Dia menepuk bahu Elza dengan lembut, memberikan kekuatan untuk sahabatnya ini agar mengeluarkan sesak yang ia rasakan.


Tapi matanya lama kelamaan memerah karena mendengar isak tangis Elza yang semakin menyayat hatinya.


"huaaa" tangis Lisa pecah juga pada akhirnya setelah tadi berusaha menjadi gadis yang kuat dan tegar. Hatinya tidak kuat melihat sahabat baiknya ini sakit, hatinya ikut merasakan bagaimana hancurnya Elza sekarang saat mengetahui apa yang membuat kak Zara meninggal.


Lisa yang tahu betul bagaimana perjalanan hidup Elza hanya bisa memberikan dukungan dan pelukan. Tapi memang hanya itulah yang Elza butuhkan, pelukan dari orang yang dekat dengannya adalah sandaran ternyaman untuknya berkeluh kesah.

__ADS_1


Setelah puas menangis Elza mendongak, menatap mata Lisa yang juga mengeluarkan air matanya "kenapa kamu malah menangis lebih kencang dariku?" gerutunya.


"huaaa... andai aku jadi kamu, aku juga akan hancur El.. Kamu yang sabar ya?"


Elza mengangguk dan mengusap sisa air mata yang ada di pelupuk matanya. Lalu ia juga mengusap air mata Lisa "aku mau saja mengusap air matamu ini, tapi untuk ingusmu maaf ya Lis. Lo lap sendiri gue jijik" ujarnya sembari bergidig.


"huaa.. Lo memang nyebelin banget tahu" ucap Lisa lalu mengusap cairan yang keluar dari hidungnya dengan kaos yang ia kenakan.


Mereka berdua kembali mengobrol. Sekarang senyum kecil sudah terbit dibibir Elza saat melihat tingkah Lisa.


Tanpa mereka tahu dari jauh Tama memperhatikan kedua wanita cantik itu dari depan Villa. Dia sedang berdiri bersama dengan Arlendra "thanks bro atas saran yang elo berikan. Lihatlah gadis itu bisa tersenyum sekarang"


Arlendra mengangguk "sama-sama tuan. Nomor rekeningku masih sama kok"


Tama menatap sebal Arlendra. Pria yang usianya berjarak lima tahun darinya itu. Tama merasa Arlendra sudah seperti adiknya sendiri "cih... akan kutransfer nanti. Mau nolnya berapa?" tanyanya dengan wajah tengil. Dia memang memiliki kekayaan yang melimpah, hanya untuk memberi uang untuk Arlendra adalah hal yang kecil.


"berapapun akan saya terima dengan lapang dada tuan"


Tama menepuk bahu Arlendra "kau memang pandai memanfaatkan keadaan Ar"


"terimakasih pujiannya tuan" ucap Arlendra dengan ada santai. Lagian beberapa hari ini ia dipusingkan oleh gadis Tama , jadi tak masalah kan jika ia meminta upah? bisa untuknya party bersama dengan teman-teman nya nanti membuang stress setelah diteror oleh seorang wanita.


Menurut Arlendra wanita memang sangat mengerikan karena melihat bagaimana mengerikannya Elza.


Elza beberapa kali mengamuk dan mengatai dirinya dengan sumpah serapahnya. Arlendra jadi berfikir dua kali jika akan menjalin hubungan dengan wanita.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Tama kembali mengajak Arlendra mengobrol sembari menunggu Elza dan Lisa kembali kevilla.


__ADS_2