DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA
hacker pengecut


__ADS_3

Elza terus menatap pria yang semalam dia hubungi, pria itu terus saja tersenyum kearahnya, dari tampangnya jelas sekali pria itu adalah sosok pria yang hangat ceria dan menyenangkan.


Meski separuh wajahnya ditutupi oleh topeng, tapi Elza tetap dapat melihat karakter seperti apa pria yang ada dihadapannya.


Mereka telah berkenalan saat pertama kali bertemu, Elza sengaja memesan privat room cafe tersebut supaya lebih leluasa mengobrol.


"ehem" pria itu mulai berdehem saat Elza memandangnya penuh kritik.


"kenapa memandangku seperti itu? apa saya tampan?" tanya nya dengan senyum usil.


"dilihat dari tampangmu, kamu masih kecil, boleh saya panggil dedek gemes?" tanya pria itu lagi.


Elza memutar matanya jengah, "bisa kita bahas masalah semalam?" tanya Elza serius, dia malas meladeni ocehan tidak bermutu itu.


"hahaha jangan terburu buru nona Rose, saya lapar ingin makan sesuatu terlebih dahulu, ini waktunya makan siang bukan?"


Elza menghela nafas pasrah, memang benar saat ini adalah jam makan siang "pesanlah!"


Pria itu tampak senang, dan segera memanggil pelayan, dia memesan makan siang dan minuman dingin.


"kita harus makan supaya otak kita bekerja dengan baik"


Elza mengangguk "terserah anda" jawabnya malas.


"oh ayolah.. kamu itu sangat cantik jadi tersenyumlah"


Elza masih mematutkan wajahnya, dia malas meladeni ocehan pria sok akrab itu, kalau saja dia tidak membutuhkan jasanya sudah dia tendang tulang keringnya sedari tadi.


Setelah makanan sampai Elza menatap piring yang tersaji dihadapannya "ini" menunjuk makanan tersebut dengan jarinya.


"itu saya pesankan spesial untukmu"

__ADS_1


"bagaimana anda tahu makanan ini yang biasanya saya pesan saat makan disini tuan Tian?" tanya Elza penasaran.


Pria yang bernama Tian itu terkekeh "saya hanya asal memesan, tapi kalau itu yang kamu suka, maka makanlah!"


Pada akhirnya Elza makan makanan tersebut, meski agak canggung karena ini pertama kalinya dia makan dengan pria berpawakan besar dan kekar itu.


Setelah makan Elza segera mengutarakan niatnya, dan Sekarang tuan Tian hanya diam menyimak apa yang akan disampaikan oleh Elza.


Elza mengatakan kalau niatnya memang ingin mencuri data penting perusahaan TA COMPANY.


"TA company? perusahaan ini dibawah naungan Global grup" ucap tuan Tian menjelaskan.


Elza terperanjak "benarkah?" tanyanya memastikan.


"iya, akan sangat sulit untuk mencuri data mereka, karena keamanan perusahaan mereka benar benar kuat, sepertinya saya tidak bisa membantu" ucap tuan Tian.


Elza menunduk "apa sekuat itu perusahaan TA Company?" tanya Elza.


"bukan seberapa kuat TA company, tapi perusahaan yang mendukungnya adalah perusahaan raksasa dinegeri ini,sehingga akan sangat sulit untuk menjebol keamanan mereka"


"cara satu satunya untuk mengambil data penting perusahaan itu, adalah mencurinya secara langsung" ucap tuan Tian serius.


"tapi itu akan sulit" jawab Elza.


Tuan Tian menatap Elza dalam "apa kamu salah satu wanitanya yang ingin membalas dendam?"


Elza terperanjak lagi. dia menatap penuh curiga pria itu.


"hahaha sudah jelas sekali saat saya melihat ekspresi wajahmu itu, apa yang telah dia ambil? apa keprawanan mu?" tanya tuan Tian begitu frontal.


"jaga ucapan anda! jangan asal bicara!"

__ADS_1


"hahaha tuan Tama sangat terkenal dikalangan masyarakan tetang sifatnya yang suka gonta ganti pacar, bahkan dia dijuluki sebagai casanova tampan, cih menjijikan sekali" ucapnya terdengar begitu kesal.


"perlu saya tekankan, kalau saya bukan salah satu wanitanya!"


"baiklah, terserah kamu" jawabnya malas.


"apa anda benar benar tidak bisa membantu? katanya anda bisa meretas apapun" keluh Elza, tapi dari nada dan ekspresi wajah Elza mencemooh pria itu.


"hey ada apa dengan wajahmu! menyebalkan sekali kau bocah"


"saya hanya bicara fakta kok" jawab Elza agak cuek.


"bukannya saya tidak bisa, tapi jikalau saya bisapun mereka dengan sekejap mata bisa menangkap dan menyiksa diriku yang tampan ini"


Elza menghela nafasnya, dia berfikir sembari mengaduk aduk minuman yang tinggal tersisa sedikit.


plok


Tuan Tian menepuk tangannya sekali, membuyarkan lamunan gadis cantik itu.


"lalu bagaimana dengan kita? rencanaku gagal bahkan belum dimulai" keluh Elza pada akhirnya.


"ya kita pulang kerumah masing masing saja, anggap kita tidak pernah bertemu" jawab tuan Tian cuek.


"bagaimana bisa begitu?"


Tuan Tian menatap malas Elza "perlu saya tekankan lagi ya dedek gemes! saya tidak bisa membantu karena perusahaan yang mendukung TA Company adalah Global grup, saya tidak mau usaha yang sudah saya jalani beberapa tahun ini hancur karena mengusik mereka"


"hisshh percuma saja kita bertemu" keluh Elza lagi, dia menatap frustrasi tuan Tian.


"oh iya saya rasa urusan kita telah selesai, dan karena kerja sama kita gagal, maka makanannya kamu yang bayar, oke nona Rose?" mengangkat ibu jarinya lalu berdiri "bye dedek gemes" melambaikan tangannya lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


Elza menatap pria itu dengan kesal, sudah sok akrab minta dibayarin lagi, ya kalau kerjasama mereka berjalan lancar ehh ini malah dengan begitu pengecut langsung mundur.


"dasar hacker jelek dan penakut!" umpat Elza karena kesal, tapi dia memikirkan apa yang pria itu katakan mengenai dia yang harus pergi bahkan tinggal dikediaman Tama.


__ADS_2