DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA
tertarik


__ADS_3

tok tok tok


Mata Elza yang terpejam mulai mengerjab, dia membuka matanya perlahan.


"siapa yang bertamu sepagi ini?" gumam gadis cantik itu.


Dengan sedikit malas dia menjatuhkan kakinya kelantai yang dingin. dia keluar kamar tanpa mengenakan alas kaki, sesekali mengucek matanya dan menguap, sungguh saat ini dia masih merasa mengantuk karena semalam pulang begitu larut.


brak brak brak


Elza terkejut karena suara ketukannya berubah menjadi gebrakan, dengan sedikit kesal gadis itu membuka pintu.


"woyy bayar utang!!" pekik seorang gadis yang berada didepan pintu, mata Elza langsung terbuka lebar karena terkejut.


"hhh ternyata sahabat yang tidak mempunyai adab yang datang, pakai acara gedor gedor pintu segala lagi" keluh Elza saat melihat ternyata sahabatnya yang datang.


"hahaha kurang ajar sekali itu mulut, lo baru bangun ya?" ujar Lisa lalu masuk begitu saja kedalam rumah.


"kenapa pagi pagi sekali datang?" ucap Elza sembari mengikuti Lisa.


"gue laper" ucap Lisa, dia menoleh kearah belakang sembari tersenyum.


"apa lo pikir ini restoran?"


Lisa berbalik badan dan menatap sahabatnya itu "heheh El sayang, tolong buatin gue makanan dong, emak dan bokap gue lagi pergi keluar negeri makanya gue kemari mau makan bareng sama elo, gue malas sekali makan seorang diri dirumah"


"isshh dasar, gue masakin mie mau? gue belum belanja dan dikulkas sama sekali tidak ada bahan makanan" ucap Elza.


"mauuu" pekik Lisa senang lalu memeluk dan mencium pipi Elza. "iyuuh lo bau banget"


"hahaha, gue baru bangun bahkan belum cuci muka " Elza tertawa melihat tingkah sahabatnya itu, Lisa memang mood buatnya, dia selalu terhibur oleh tingkah nya yang manja dan suka ceplas ceplos dan dia selalu mengatakan apapun yang dia rasakan, tapi kala Elza tengah bersedih dan mengalami masalah Lisa lah orang yang akan selalu menenangkan dan membantu dirinya.


**


"ahh enak sekali" ucap Lisa sembari memakan mie instan buatan Elza.


"harusnya elo makan dirumah saja, makanan dirumahmu selalu lezat dan bergizi"


"bosen gue" ucap Lisa sembari mendengus malas.


"dasar gadis kaya aneh" Elza terkekeh setelahnya, Lisa hanya mematutkan bibirnya.


Setelah sarapan kedua gadis itu sibuk dengan ponsel masing masing.


"lo hari ini ada kegiatan apa?" tanya Lisa.

__ADS_1


Elza mendongak "emm hari ini gue belajar bela diri, dan setelahnya free tapi malamnya gue kerja"


"el gue ikut ya?" ucap Lisa penuh harap.


"emang lo nggak ada kerjaan? hangout mungkin atau belanja, seperti gadis gadis kaya lainnya"


"ihh nyebelin deh, gue nggak suka yang menghamburkan uang" kesal Lisa dan membuang muka kesamping.


"hehehe jangan marah dong, gue bercanda tadi, lo boleh ikut"


Lisa menoleh dan menatap sahabatnya dengan binar bahagia "yess, lo sahabat gue yang terbaik"


**


Elza dan Lisa pergi menuju ketempat latihan bela diri bersama, setelah sampai kedua gadis cantik itu berjalan berdampingan masuk kedalam dan menemui pelatih.


"selamat pagi kak anjas" sapa Elza.


"pagi, kamu sudah siap berlatih?" tanya Anjas, dan Elza mengangguk.


"ini siapa el?" tanya Anjas sembari memperhatikan penampilan Lisa yang terlihat begitu cantik dengan pakaiannya yang begitu feminim karena saat ini gadis itu tengah menggunakan dress.


"oh iya perkenalkan kak, dia Lisa sahabat saya"


Lisa tersenyum dan membalas uluran tangan pelatih tersebut.


"lisa"


Selepas berkenalan Elza pergi keruang ganti baju diikuti Lisa "el pelatih elo ganteng banget"


"dasar mata elo nggak bisa lihat cowok bening dikit" keluh Elza


"biarin, el gue juga mau dong ikut latihan kalau pelatihnya seganteng itu hihihi"


"boleh. tapi nanti kalau tangan dan badan elo memar memar jangan nangis,"


"kalau gitu nggak jadi, gue nonton lo latihan saja" ucap Lisa saat mengetahui latihan teperti itu ternyata menyakitkan.


Elza terkekeh lalu memakai baju latihannya.


Satu jam berlalu dan Elza telah selesai berlatih, dia menghampiri Lisa yang masih setia menunggunya.


"lo keren sekali el, dan lagi kak anjas aaaaa tampan dan gahar" ucap Lisa dengan hebohnya.


Lisa terus berceloteh sepanjang jalan keluar, saat keluar Elza berpapasan dengan seseorang wanita cantik dan anggun yang baru saja masuk kedalam.

__ADS_1


"dia kan dokter yang sempat menolong kak Zara" batin Elza, bahkan dia sampai menoleh kebelakang saat wanita cantik itu sudah melewatinya.


"val, kamu datang?" tanya seorang yang Elza tau sebagai salah satu pelatih disini yang bernama Victor, bahkan kedua orang itu saling berpelukan.


"ada hubungan apa dokter itu dengan kak Victor?" batin Elza kembali.


"heyy ngelamun, nabrak pintu tau rasa lo!" ucap Lisa mengagetkan Elza.


"eh hehe" Elza terkekeh dan nyengir kuda.


"mikirin apa sih?"


"nggak ada, kuy lah kita pulang" ucap Elza dan menarik lengan sahabatnya., tapi dia menoleh kembali kebelakang dan melihat kembali dokter itu, dia menyernyit melihat seseorang yang bersama mereka.


"eh kok seperti baji*gan itu" gumam gumam kecil tapi masih dapat didengar oleh Lisa.


"lo ngomong apa?"


Elza gelgapan "eh bukan apa apa"


Wanita cantik yang berpapasan dengan Elza adalah Valey, anak dari pemilik tempat latihan bela diri tersebut, saat ini dia kesana karena harus bertemu dengan kakaknya bang Victor.


"bang" Valey memeluk bang Victor sekilaas, lalu mendongak dan melihat pria tampan disana..


"loh elo disini kak?" tanya Valey kepria itu, pria itu adalah Tama.


"hmm, gue ada kerjaan bareng bang Victor" ucap Tama, Tama memperhatikan pintu keluar, disana terlihat seorang gadis yang sedikit familiar tengah berjalan keluar.


"tadi itu kok kaya gadis yang gue kenal?" batin Tama.


"bang gue balik ya, nanti kita bahas lagi saat meeting" ucap Taam, dia hendak mengejar gadis tadi.


"oke"


"gue pulang kakak ipar, bye bye" ucap Tama, dia sempat menoel dagu Valey sekilas.


"woyy pria mesum sialan! gue aduin ke kak arsen mam*us lo!" pekik Valey.


Tama menoleh "nggak takut wleeek" dia menjulurkan lidahnya dan segera lari keluar karena takut Valey akan marah marah terhadapnya.


Tama melihat mobil Elza yang sudah siap pergi.


"ternyata benar, gadis kecil itu" gumam Tama, "kenapa gue sangat penasaran sama dia?" dia bingung sendiri terhadap dirinya, kenapa dia begitu tertarik dengan gadis kecil itu bahkan semalam dia sampai tidak menyadari telah mengikuti gadis itu.


Daya tarik gadis itu sungguh kuat, membuat seorang Tama sampai dibuat penasaran.

__ADS_1


"apa karena gue melihat seperti ada dua sosok dalam satu gadis, makanya gue sedikit tertarik? karena saat melihatnya berpenampilan sexi dia seperti gadis penggoda, tapi saat tidak menggunakan make up dia seperti gadis lugu dan polos" gumamnya lagi. Tama tersenyum dan segera pulang.


__ADS_2