
" selamat sore el cantik" sapa Keni saat Elza baru saja datang diikuti oleh Lisa dibelakangnya.
"sore inces" seru Elza, Keni langsung bersemu merah karena senang sekaligus malu digoda seperti itu.
"ihh elza, gue jadi malu deh" ucap Keni, suaranya yang bariton dia lembutkan dan menutup wajahnya.
"itu makhluk apa el?" bisik Lisa sembari bergidik, ini adalah kali pertama gadis itu ikut Elza bekerja sehingga baru saja melihat adanya pria gemulai yang menjadi rekan kerja Elza.
Elza menoleh kebelakang "penunggu dapur" ucapnya seraya menahan tawanya, karena melihat Lisa tampak semakin merinding.
"eh-- ini siapa el? cantik sekali" tanya Keni sembari menunjuk Lisa.
"oh iya perkenalkan ini Lisa sahabat gue, hari ini dia menemani gue kerja. bolehkan kalau dia duduk didapur selama gue kerja inces cantik?" Elza tampak merayu Keni.
"boleh dong, hey Lisa perkenalkan gue miss Keni" Keni langsung memeluk dan mencium pipi Lisa, hal itu membuat Lisa kikuk karena walau bagaimana pun sifat Keni dia tetap lelaki gagah dan tampan jika dilihat oleh mata.
"senang bertemu denganmu kak" ucap Lisa.
"kulit Lisa sangat cantik, perawatan dimana?"
Lisa kembali tercengang karena ini pertama kalinya dia berinteraksi dengan pria yang feminim seperti itu"oh i itu, gue perawatan di xxx"
__ADS_1
"waah pantas saja kulitmu semulus ini, disana kan tempat yang sangat bagus, keni juga pernah perawatan disana, kapan kapan mau ya perawatan bareng?" ucap Keni sembari menggenggam tangan Lisa erat, Lisa mengangguk membuat Keni berjingkrak senang.
Elza terkekeh melihat Lisa yang terus saja diajak bicara oleh Keni, tapi wajahnya terlihat sekali dia tidak nyaman.
"sudah ngobrolnya, ayo Lis gue perkenalkan dengan Nadia" menarik tangan Lisa dan meninggalkan Keni.
"untung elo tarik gue el, ihh sumpah ya gue geli sekali melihat dia" keluh Lisa sembari bernafas lega telah lolos dari pria jadi jadian itu.
"hahaha, dia memang begitu tapi aslinya sangat baik dan care ke siapa saja, tapi ya gitu kalau sudah membahas tentang perawatan dia akan sangat antusias" ucap Elza lalu memperkenalkan Lisa pada Nadia temannya.
**
Disudut restoran terlihat seorang pria yang tengah duduk, dia terus saja memandangi Elza, pandangannya menelisik dan menilai gadis cantik itu, pria itu adalah Tama.
Tama yang memang sengaja datang kesana karena kemarin malam dia melihat elza keluar dari restoran tersebut, karena penasaran,setelah tadi menyelesaikan urusannya dia langsung saja pergi kerestoran yang lumayan mewah tersebut.
Dengan menggunakan topi, masker serta kaca mata hitam membuat Elza tidak dapat mengenali Tama.
Tama senang saat melihat senyum manis Elza saat melayani pelanggan, wajah tampannya yang tersembunyi dibalik masker tanpa sadar tersenyum dan terpesona melihat kecantikan alami Elza.
"kenapa gadis kecil itu menarikku sampai sejauh ini? dan membuat perasaan asing dan entah perasaan apa ini, yang belum pernah gue rasakan selama berdekatan dengan wanita manapun?" batin Tama.
__ADS_1
Dia merasa aneh dengan perasaannya ada hal asing yang membuat hatinya menghangat hanya melihat senyum tulus yang dia berikan Elza untuk para pelanggan, sangat berbanding terbalik jika sedang tersenyum kearahnya karena jelas sekali kalau Elza hanya berpura pura saja.
"sebenarnya kamu itu siapa? kenapa seolah mendekatiku dengan berpenampilan lain? apa dia hanya menggoda dan menginginkan uangku saja?" masih saja bergumam dan bersepekulasi menilai sifat dan karakter seorang Elza, wanita yang telah mencuri perhatiannya.
Elza mendatangi meja Tama karena tadi Tama melambaikan tangan.
"ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap Elza ramah sembari tersenyum sangat manis.
deg
Jantung tama berdebar melihatnya, dia terus saja menatap wajah Elza dibalik kacamata hitamnya.
"tuan?" Elza memanggil lagi karena tidak ada respon sama sekali, hal itu membuat kesadaran Tama kembali.
"ah sorry, saya mau pesan makanan" ucap Tama, lalu dia meyebutkan beberapa menu dan minumannya.
"ditunggu sebentar tuan, saya permisi"
Tama mengangguk dan terus menatap punggung Elza yang semakin menjauh.
"gue kenapa sih sebenarnya? " pekiknya dalam hati, dia sampai mengacak rambutnya karena bingung, kenapa dia sampai datang kerestoran hanya untuk melihat gadis tersebut.
__ADS_1