
Elza pulang kearaptemen dan masuk kedalam apartemen dengan langkah gontai, gadis itu lelah sekali setelah bekerja.
Alisnya menyernyit saat melihat pria tengah tidur disofa ruang tamu, apalagi melihat botol minuman yang berserakan diatas meja dan ada yang dilantai juga.
"itu tuan Tama" gumamnya, gadis itu berjalan mendekat terdengar dengkuran halus pertanda pria itu sedang tidur.
"kenapa dia mabuk mabukan begini?" gumamnya, dia hendak melangkah pergi karena merasa takut.
Kenapa takut? karena terakhir kali saat Tama mabuk gadis itu kehilangan ciuman pertamanya. ciuman yang hendak dia berikan pada seseorang yang nantinya dia cintai telah direnggut secara paksa oleh pria brengsek ini.
Tapi sebelum berbalik, Elza malah asik memandangi wajah Tampan yang tampak begitu tenang saat ini "*dia sangat tampan"
"aissh.. kenapa aku malah memujinya*?" menggeleng dan menepuk pipinya sendiri agar tak terpesona akan pesona yang dimiliki oleh Tama, dia berbalik badan dan melangkah pergi.
Elza terbelalak saat tangannya terasa ada yang mencekal, dia menunduk dan memperhatikan tangannya yang ternyata dipegang oleh Tama dan sejurus kemudian Elza memekik saat Tama menarik tangannya, dia jatuh diatas tubuh Tama.
"aduh" batinnya berteriak, dia mencoba melepaskan tangan Tama yang melilit pinggangnya tapi tak bisa.
"tuan lepas" ucapnya saat usahanya sia sia, dia hanya menggoyangkan tubuhnya agar terlepas tapi lagi-lagi bukannya lepas malah Tama semakin memeluk erat dirinya.
Elza membuang nafasnya panjang, dia tak nyaman sekali berada diatas tubuh Tama saat ini "bagaimana ini? kenapa dia tak bangun juga?" gumam Elza merasa sangat frustrasi.
Wajahnya sangat dekat dengan wajah tampan Tama saat ini, tercium aroma alkohol yang memasuki indera penciumannya "hhhfff.. bau sekali" gumamnya lagi.
Tanpa Elza duga, Tama melempar tas yang tadi masih dikenakan olehnya lalu membalik tubuh Elza dalam sekali sentakan.
Sekarang Tama memeluk tubuh Elza dari belakang, untungnya sofa ruang tamu lumayan lebar sehingga bisa menampung kedua orang itu.
__ADS_1
"tuan.. bangun.." menggoyangkan tubuhnya lagi tapi tak ada reaksi apapun. hanya gumaman kecil saja yang keluar dari mulut Tama.
"aisshh.. sial sekali aku ini, padahal aku ingin sekali mandi" dia pada akhirnya pasrah dipeluk oleh Tama.
Tubuhnya yang lelah membuatnya tidur begitu saja, dari ekspresi wajah Elza tercetak jelas sekali kalau dia merasa nyaman ada didalam dekapan hangat Tama saat ini.
Saat terdengar suara dengkuran halus dan nafas Elza sudah berhembus teratur, mata Tama terbuka dia mengeratkan pelukannya.
Kemudian Tama mendongak dia mengecup pipi gadis yang ada didalam pelukannya "aku tahu kalau kamu datang padaku dengan segala siasat yang kamu rancang, tapi ketahuilah El aku sangat mencintaimu sekarang. jadi tak akan kulepaskan dirimu!!"
"akan kubuat kau jatuh cinta padaku!"
Tama memang mabuk tadi siang sampai tak sadar karena mengetahui fakta yang menurutnya cukup membuatnya frustrasi, dia kesal dan juga marah pada gadis yang ada dalam pelukannya ini, tapi dia juga sudah terlanjur mencintainya.
Bagaimana bisa dia mau menyakiti gadis ini, dia tak akan mampu karena dia sadar hanya Elza lah yang dia inginkan berada disisnya.
Satu tekad Tama yaitu mempertemukan Elza dengan seseorang yang merusak kesucian mendiang kakaknya sampai hamil dan menyelesaikan kesalah pahaman gadis ini.
Beruntungnya Elza datang disaat Tama sudah sadar meski kepalanya masih terasa berputar putar.
Tama mengusal diceruk leher gadis itu dan kembali memejamkan matanya, dia tertidur sembari memeluk gadis itu dengan begitu posesif.
**
Mentari pagi sudah mulai naik dan bersinar, burung burung berkicau menyambut pagi dengan suaranya yang merdu, bahkan beberapa orang sudah menjalankan aktifitas pagi mereka seperti biasanya.
Tetapi tidak dengan kedua orang yang masih terlelap diatas sofa, mereka masih berpelukan dengan begitu erat.
__ADS_1
Elza mulai menyernyit, tapi sejurus kemudian tertidur kembali dia meras nyaman sekali seperti ini.
Tama yang tadi merasa ada pergerakan dari Elza membuka matanya, dia tersenyum senang sekali karena ternyata Elza memeluk pinggangnya saat ini dengan wajah yang terbenam didada bidangnya.
Tama pandangi wajah cantik Elza, dia melihat betapa lentiknya bulu mata gadis ini "sangat cantik" batinnya berseru kemudian saat merasakan pergerakan lagi Tama memejamkan matanya berpura-pura tidur.
"emmmhh" Elza bergumam lalu mengerjapkan matanya beberapa kali, dia masih belum sadar sedang memeluk seseorang.
Lalu matanya terbelalak saat menyadari kalau dia sedang memeluk Tama, begitupun Tama yang juga sedang memeluk pinggangnya "aaahhhkk" secara sepontan Elza mendorong tubuh Tama dan hal itu membuat tubuh Tama jatuh kebawah.
"aaahhhk" pekik Tama.
Elza terbelalak, lalu turun dari atas sofa "anda tak apa tuan?" tanyanya panik. gadis itu membantu Tama berdiri dan mendudukannya diatas sofa.
"kenapa aku didorong?" keluh Tama, dia merasa kesal sekali.
"anda memelukku tadi, makanya aku dorong!" ucapnya bersungut.
"jangan mengada-ada el, kapan aku memelukmu? kapan?" tanyanya berpura pura tak tahu.
"tadi, dan sepanjang malam!"
"kenapa kau tidur disini? kamu mau menggodaku ya?" tanya Tama sembari menatap serius wajah cantik Elza saat ini.
Elza terbelalak "tidak! andalah yang menarikku semalam!"
"kau kan bisa mendorongku seperti tadi, jangan mengelak el! kau mau menggodaku kan?" semakin menuduh Elza saat melihat wajah Elza yang memerah, sepertinya dia malu dan juga marah, sungguh menggemaskan.
__ADS_1
"tidak! anda menyebalkan sekali" pekiknya lalu meraih tas yang semalam dibuang Tama lalu lari kedalam kamar.
"hahahaha" tawa Tama menggelegar, dia senang sekali menggoda Elza.