Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Yanky Diculik


__ADS_3

Keesokan harinya, Yanky pergi ke sekolah. San Xia juga bersepeda bersamanya, serta digiring oleh Bao yang mengendari motor di belakang. Saat sampai ke sekolah, Yanky dan San turun dari sepeda. Tanpa diduga, ada yang menutup mulut Yanky dari belakang. Yanky ditarik, lalu dibawanya ke sebuah mobil.


"Tolong!" Yanky berteriak.


Bao dan San menoleh ke arahnya, lalu segera berlari untuk membantunya. Namun sayangnya mereka terlambat, karena Yanky telah dimasukkan ke dalam mobil.


"Paman Bao, Yanky diculik. Kita harus segera menghubungi polisi." ujar San.


"Iya San Xia, kamu tunggu di sini sebentar." jawab Bao.


Bao segera menghampiri temannya yang baru datang, dia ingin meminjam ponsel. Tapi, mereka tidak ada yang membawanya. Bao juga tidak membawa ponsel ke sekolah, karena guru tidak memperbolehkan.


"Aku harus pinjam ponsel milik Bu guru." monolog San Xia.


Yanky dikurung ke dalam ruangan gelap, dan juga kedap suara. Cheyka dan Rhuka menikmati pemandangan cerah pagi itu. Mereka bergandengan tangan, sambil mengangkat jari telunjuk dan jempol. Membentuk trend gaya paling populer, pada zaman sekarang ini.


"Bagus banget, kita kelihatan sangat kompak." ucap Cheyka.


"Iya sayang, kayak hidung kuda nil." jawab Rhuka.


"Lalu, apa kamu merasa seperti pangeran? Sedangkan hidung, bagaikan kera sakti." ucap Cheyka cekikikan.


"Kera akan menggigit kuda nil." Rhuka tersenyum meledeknya.


Cheyka berlari, lalu Rhuka mengejarnya. Tiba-tiba saja, ponsel Rhuka berbunyi. Ternyata itu telepon dari San Xia, yang terdengar panik tak terkira.

__ADS_1


"Om, Yanky diculik oleh orang-orang jahat tak dikenal." ujarnya.


"Tolong, kamu lapor polisi iya San Xia." jawab Rhuka.


"Iya Om, aku juga akan bilang pada Mbah Buyut." ujar San.


"Terimakasih San, Om pasti akan segera pulang besok." jawab Rhuka.


Telepon terputus setelah San Xia berpamitan. Dia segera kembali ke rumah, bersama dengan Bao.


"Oma, ayo kita ke kantor polisi sekarang." ajak San Xia.


"Iya sayang, ayo kita pergi." jawab Serfa.


San Xia dan Bao ikut masuk ke dalam mobil, ikut ke kantor polisi bersama Serfa. Sementara Jay dan Melodi mondar-mandir di rumah, menunggu kabar dari Serfa.


"Aku juga gak tahu sayang, masih menjadi tanda tanya." jawab Jay.


"Misterius sekali, main culik-culik aja." ujar Melodi.


"Pokoknya ponakan ku harus ditemukan secepatnya." jawab Jay.


Pada malam harinya, Yanky benar-benar ketakutan. Dia berteriak sekencang-kencangnya, lalu mendapat pukulan sebanyak-banyaknya.


"Siapa kalian, kenapa sangat pengecut." ucap Yanky spontan.

__ADS_1


"Hei Yanky, menggunakan topeng bukanlah pengecut. Ini adalah trik kejahatan paling sempurna." jawabnya.


Joffy, San Xia, Serfa mengelilingi kota mencari Yanky. Melodi, Jay, dan Bao juga melakukan hal yang sama. Mereka seolah tidak mengenal lelah, masih mencari kembali.


"Apa polisi juga sudah memeriksa semua tempat?" tanya Jay.


"Sudah Kak, bahkan lorong-lorong sempit sekalipun. Sepertinya, mereka sangat aman menyembunyikan Yanky." jawab Bao.


"Kita harus tetap mencarinya, kasian Kak Rhuka dan Kak Chey. Mereka pasti panik, namun tidak mungkin kembali. Baru juga sampai dari Italia, tapi harus sudah kembali lagi." ujar Melodi.


"Iya Kak, kita coba cari di tempat komplek perumahan." jawab Bao, mengusulkan idenya.


Sudah sampai tengah malam, mencari keberadaan Yanky. Namun tetap saja hasilnya nihil termasuk kamera Cctv, tidak bisa dijadikan patokan untuk pelacakan. Mereka menculik Yanky menggunakan mobil tanpa plat.


Keesokan harinya Melodi bangun kesiangan, masih mengucek mata sambil menguap. Dia sibuk menggoyangkan tubuh Jay, karena ingin suaminya cepat bangun.


"Sayang, kenapa kamu tidak membangunkan aku." gerutu Melodi.


"Sungguh sangat lelah, karena semalam kita tidak tidur." jawab Jay.


"Tapi, aku ada jadwal bintang iklan susu Yogurt." Melodi memajukan bibirnya lima centimeter.


"Iya sudah, ayo sekarang kita pergi." jawab Jay.


"Ngapain kamu juga ikut?" Melodi menatap curiga.

__ADS_1


"Iya mau ngantar kamu, lalu mau ngapain lagi." jawab Jay, tak kalah ketus.


Melodi langsung menendang selimut, beranjak dari posisinya yang rebahan.


__ADS_2