Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Pernikahan Rhoky Dan Feyra


__ADS_3

Mikky keluar dari ruangan rumah sakit, bersamaan dengan Rhuka juga.


"Kak Mikky, ngapain di sini?" tanya Rhuka.


"Aku di sini, karena istriku baru melahirkan." jawab Mikky.


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Rhuka ingin tahu.


"Anakku perempuan." jawab Mikky.


"Siapa namanya?" tanya Rhuka.


"Namanya San Xie." jawab Mikky.


Beberapa hari kemudian, Cheyka sudah diperbolehkan pulang. Rhuka melihat banyak pekerja, yang menyiapkan dekorasi pengantin.


"Sayang, nanti saat acara pernikahan Rhoky dan Feyra aku ingin memperkenalkan Yanky." ujar Rhuka.


"Iya sayang, biar publik tahu kenyatannya." jawab Cheyka.


Keesokan harinya, banyak wartawan yang meliput mereka. Setelah cukup lama untuk bersabar, akhirnya Rhoky bisa menikahi Feyra. Kebetulan sekali dia baru wisuda kuliah. Mereka tersenyum bahagia, saat ijab qobul selesai dilaksanakan.


"Sayang, akhirnya kita sudah sah." ucap Feyra.


"Iya sayang." jawab Rhoky.


"Sayang, apa nama ponakan ku?" tanya Feyra.


"Yanky Angjaswila." jawab Rhoky.

__ADS_1


Seseorang sengaja memutar video, lalu muncul pada layar proyektor. Semua kamera sibuk membidik, aksi Melodi masuk basecamp.


"Kak Rhuka jahat banget si, tega mempermalukan aku seperti ini. Padahal, aku sudah mengakui semuanya." ujar Melodi.


"Ini semua harus jadi pelajaran untukmu, jangan berani-beraninya mempermalukan Kakak." jawab Rhuka.


"Tidak mau terlibat urusan denganmu lagi." Melodi segera meninggalkan ruangan tersebut.


"I'm fine." Rhuka berbicara sendiri.


"Sayang, kok kamu malah masukin Melodi juga. Padahal niatnya 'kan, cuma ingin memperkenalkan Yanky Angjaswila. Orang hanya perlu tahu, bahwa kita punya anak." sahut Cheyka.


"Iya sayang, tapi biar orang tahu juga sebabnya." jawab Rhuka.


Wartawan mendekat ke arah mereka, memperhatikan wajah bayi mungil dalam gendongan Cheyka. Benar-benar ada sedikit kemiripan dengan Rhuka.


"Tuan muda, apa kau sedang tidak bersandiwara?" tanya seorang gadis muda.


"Bagaimana akan dipercayai, ini bisa saja menipu publik." ujar pria muda.


"Bagaimana secepat itu, mempersiapkan untuk menipu publik. Sedangkan publik gaduh, memang saat Cheyka sudah hamil." jawab Rhuka.


"Tapi, itu semua tidak dapat membuktikan hubungan kalian yang serius." ujarnya.


"Kalian itu terlalu merepotkan, membuat keadaan semakin rumit. Kalian 'kan tinggal lihat saja, bila kami bersama selamanya artinya serius." jelas Rhuka.


Mereka tidak menyibukkan hal tersebut lagi, dan mempercayai kesungguhan keduanya. Disty menatap tajam, dengan bibir terus cemberut.


"Menjijikkan sekali, bahkan Rhuka masih terus membelanya. Sudah aku permalukan, namun masih juga bisa menang." monolog Disty.

__ADS_1


Joffy menghampiri Disty, dengan membawa dua orang polisi. Disty terlihat tenang, meski hatinya cemas setengah mati.


"Saudari Disty anda kami tangkap, dengan kasus situs Redaksi Media. Di sana banyak sekali berita hoak, tentang Cheyka dan Rhuka." ujar seorang pria.


"Tidak, jangan tangkap sembarangan. Aku bukanlah pemilik situs." Disty ingin rasanya lari.


"Disty, sebaiknya kamu ikut ke kantor polisi saja. Kalau tidak bersalah, jelaskan di sana." ucap Joffy.


"Benar, kau ikut dengan kami sekarang." timpal salah satu polisi.


Disty hendak berlari, dan polisi menembak kakinya. Kamera wartawan beralih ke arah Disty, karena terdengar bunyi keributan.


"Disty, apa kau menyukai tuan muda?" tanya seorang pria.


"Iya, aku memang menyukainya. Dari sejak kecil dulu, tapi wanita itu merebut Kak Rhuka." Disty menunjuk Cheyka.


"Disty, apa sekarang masih ingin menghancurkan hubungan mereka?" tanyanya lagi.


"Tentu saja masih, karena sampai kapanpun aku tidak terima." jawab Disty.


"Disty, lepaskanlah sesuatu yang tidak pernah untukmu. Karena hal itu, dapat merugikan dirimu sendiri." ujar Joffy.


"Gak usah sok mengajari aku." jawab Disty.


Disty dibawa oleh polisi, keluar dari ruangan tersebut. Semua mata tertuju ke arahnya, dan wartawan mengikuti mobil polisi. Cheyka dan Rhuka tersenyum lega, karena masalah mereka selesai.


"Tidak aku sangka, bahwa dia akan dibawa ke kantor polisi." ujar Wilda.


"Makanya, kamu harus segera sadar dari kesalahanmu. Atau bila tidak, kamu bisa mengalami hal yang sama." jawab Serfa.

__ADS_1


"Oke, aku tidak akan mengganggu hubungan mereka." Wilda segera melengos dari pandangan.


__ADS_2