Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Taman Bunga


__ADS_3

Disty dan Melodi sudah masuk, ke dalam pesawat. Mereka pergi ke bandara, setelah beberapa menit di basecamp CXGS Gaming.


"Sabar iya Kak Disty." ucap Melodi.


"Bagaimana bisa sabar, mereka seenaknya." jawab Disty.


"Bila kamu tidak semangat lagi, aku bakalan gagal untuk menang taruhan dengan Rhoky." Melodi merasa sebal.


"Tapi, ini belum berakhir. Kita masih bisa mempengaruhi netizen, karena pernikahan mereka belum terbongkar publik sepenuhnya. Bilang saja bahwa kekalahan mereka waktu itu, karena Cheyka dan Rhuka memiliki hubungan asmara." jawab Disty.


Melodi menyetujui rencana Disty, karena termasuk tepat untuk konsumsi publik. Berita tersebut pasti akan membawa pengaruh, untuk anggota tim mereka.


Sementara di sisi lain, terlihat Bao yang merengek-rengek. Dia memaksa supaya Rhuka bermain, bersama Cheyka juga.


"Ayolah, kenapa kalian diam-diaman. Ayo main bareng, ayo cepat." Bao menarik tangan Rhuka.


"Iya Bao, sabar iya. Kakak mau mencuci piring dulu." jawab Cheyka.


"Gak mau, biar Kak Rhoky saja." ujar Bao.


"Enak saja kamu, Kakak lagi capek." Rhoky berkacak pinggang.


"Hih capek apaan, Kakak kerjaannya cuma main game dan tidur." ujar Bao.


"Mulai cerewet iya kamu." jawab Rhoky.


"Mengalah sedikitlah Rhoky." ujar Rhuka.


"Iya, iya Kak." jawab Rhoky ketus.


Cheyka tersenyum. "Cuci piringnya yang ikhlas iya Rhoky."

__ADS_1


"Iya, berisik banget deh." jawab Rhoky.


"Jangan menjawab ketus seperti itu, istriku adalah ratu." ucap Rhuka.


"Iya raja." jawab Rhoky.


Rhoky beranjak dari duduknya, dengan perasaan kesal. Dia menarik kerah baju Bombom, memaksanya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan basecamp. Cheyka dan Rhuka bersiap-siap, untuk menemani si Bao. Mobil Rhuka melaju dengan kekuatan sedang, membawa mereka ke sebuah tempat. Mereka akhirnya sudah sampai, pada taman bunga.


"Kak Chey, aku bawa balon sabun." ujar Bao.


"Iya sudah, ayo kita bermain." jawab Cheyka.


”Kesempatan nih, Rhuka membawaku pada taman bunga. Aku akan mengungkapkan perasaan dengan berani. Sebagai permintaan maaf padanya, karena telah mengecewakan.” batin Cheyka.


Mereka mulai meniup balon sabun itu, hingga banyak yang melayang ke atas udara. Punya Cheyka selalu meletus duluan.


"Kak Rhuka, gimana biar gak meletus sebelum besar?" tanya Cheyka, sambil cemberut.


"Aku tidak pernah bermain ini, di masa kecil. Aku selalu menjual koran, sewaktu pulang sekolah. Aku juga sibuk mengantar pesanan nasi gemuk, untuk pegawai triplek waktu di kampung. Waktuku habis untuk bekerja, tidak ada waktu untuk bermain." ungkap Cheyka, tanpa terasa meneteskan air mata.


Rhuka mengusap air matanya. "Tidak ada kata terlambat, mulai sekarang kamu tidak boleh menangis. Kamu hanya boleh bahagia, menikmati semua fasilitas lengkap."


Cheyka langsung memeluk Rhuka, menangis dalam pelukannya. "Aku bahagia memiliki kamu."


"Aku juga sayang, bahagia karena telah mengenalmu." jawab Rhuka.


Cheyka melepaskan pelukannya, lalu Rhuka mulai meniup balon. Tidak sengaja terkena mata Cheyka, karena dia tepat berada di depannya.


"Haduh pedih, mataku kena balon sabun." Cheyka mengucek matanya.


"Jangan digosok sayang, nanti tambah pedih." Rhuka membuka mata Cheyka, lalu meniupnya berulang kali.

__ADS_1


"Masih pedih?" tanya Rhuka.


"Masih pedih sedikit." jawab Cheyka.


Rhuka mencium mata Cheyka, lalu Cheyka tersenyum malu. Kini kedua matanya, sudah bisa terbuka.


"Berarti masih pedih sedikit, karena kamu minta cium." goda Rhuka.


"Ngapain si, ngasih ciuman ke mata. Biasanya juga di bibir, atau pipi." Cheyka protes.


"Kamu mau Bao melihatnya." Rhuka melirik Bao, yang berada tidak jauh dari mereka.


"Dia sedang asyik bermain balon sabun juga." jawab Cheyka.


Cheyka mencubit kedua pipi suaminya, lalu Rhuka menarik hidung Cheyka lembut. Sesekali membenarkan rambutnya, yang terus maju ke depan.


"Suamiku sayang, ada hal yang ingin aku katakan." ucap Cheyka.


"Apa itu Cheyka ku?" jawab Rhuka.


"Kamu pejamkan mata iya." pinta Cheyka.


"Baiklah, jangan terlalu lama." jawab Rhuka.


Rhuka memejamkan matanya, lalu Cheyka berjalan menghampiri tumbuhan bunga. Dia memetik setangkai bunga mawar merah. Cheyka mencolek pipi Rhuka, lalu dia membuka kedua matanya.


"Suamiku, aku cinta kamu." Cheyka memberikan bunga mawar.


Rhuka menerimanya. "Aku juga cinta kamu istriku."


Mereka berpelukan, sambil terus berputar tubuh di tempat.

__ADS_1


__ADS_2