
Keesokan paginya, Cheyka diam-diam menelan pil kontrasepsi. Sebelum Rhuka bangun, dia sudah memasak di dapur.
"Aku rasa ini sangat aman, di sini sekarang lagi sepi." monolog Cheyka.
Cheyka segera memasukkan plastik obat dalam saku bajunya, tatkala melihat Rhuka menuruni anak tangga.
"Sayang, kamu sudah masak pagi-pagi sekali." ujar Rhuka.
"Iya sayang, aku membuatkan sarapan untuk semuanya." jawab Cheyka.
"Harusnya kamu tidak perlu repot-repot, dulu juga kami sering makan di luar." ucap Rhuka.
"Aku tidak merasa direpotkan kok." jawab Cheyka.
Cheyka dan Rhuka bersama-sama, membawa mangkuk makanan ke meja makan. Hari itu, Rhuka tidak pergi ke perusahaan Shi'ing Grup. Dia mengajari Cheyka seharian penuh. Beberapa menit kemudian, anggota tim lain sudah menuruni anak tangga.
"Eh, kalian berdua masak bareng iya." ujar Bombom.
"Tidak Bom, hanya aku sendiri." jawab Cheyka.
"Oh gitu, apa boleh kami sarapan pagi sekarang." ucap Jey.
"Iya, silahkan." jawab Cheyka.
"Sayang, kita periksa kesehatan ke dokter iya. Aku ingin kita cepat punya anak, jadi harus melihat kondisi tubuh kita berdua." ucap Rhuka berbisik.
Cheyka menggaruk kepalanya, sambil berbisik lirih. "Jangan sayang, lebih baik kita membiasakan makanan bergizi."
__ADS_1
"Kamu mencurigakan sekali Cheyka, benar-benar terlihat gugup." Rhuka mencubit kedua pipi Cheyka.
"Tidak sayang, mana mungkin aku akan menyembunyikan sesuatu darimu." jawab Cheyka, dengan tersenyum paksa.
Cheyka dan Rhuka duduk bersama, mereka mulai mengambil nasi dan lauk pauk. Cheyka menuangkan lauk ke dalam piring Rhuka.
"Terimakasih sayang." ucap Rhuka.
"Iya sayang, sama-sama." jawab Cheyka.
"Kamu juga, harus makan yang banyak." Rhuka menyendok sayur, ke dalam piring Cheyka.
"Kamu perhatian sekali sayang." puji Cheyka.
Usai sarapan bersama, Cheyka dan teman-temannya bermain game. Rhuka sengaja menarik kursi, menjadi lebih dekat dengan Cheyka.
"Iya sayang, terasa susah bila menambah kekuatan berganda." jawab Cheyka.
"Ini tuh bukan susah nambahin kekuatannya, tapi karena kamu bingung menggunakan komputer atau laptop. Padahal saat awal, aku tahu kamu bermain lincah. Kamu itu terbiasa dengan ponsel sayangku." Rhuka mencium kepala Cheyka.
"Kak Rhuka, jangan seperti ini. Aku malu jadi pusat perhatian." bisik Cheyka.
"Biarkan saja, kelak mereka harus terbiasa." jawab Rhuka.
Cheyka tersenyum, namun seketika menjadi biasa saja. Dia teringat, bahwa Disty selalu memberi perhatian. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Mikky berjalan untuk membukanya. Mikky mempersilahkan Jordan masuk, karena pria itu mencari Cheyka.
"Hai Cheyka!" seru Jordan.
__ADS_1
"Hai Jordan, ternyata kamu yang datang." jawab Cheyka.
"Iya, aku bawain kamu buku tentang CXGS Gaming yang dulu." ucap Jordan.
Cheyka berjalan mendekat ke arahnya. "Kamu memang teman yang baik. Aku pasti akan sering menghubungi kamu."
Rhoky melihat Rhuka, yang merasa kesal. Rhoky segera berbisik pada telinga Rhuka.
"Jangan gelisah, aku punya cara Kak. Jangan sering dekat dengan Disty, karena Kak Chey sepertinya cemburu." bisik Rhoky.
"Iya, aku juga mengetahuinya. Sudah aku ungkapkan dengan sepenuh hati, bahwa aku mencintai dia seorang. Tapi, kelihatannya dia tidak percaya." jawab Rhuka.
"Rhoky punya solusinya, Kakak harus memberi perhatian layaknya ratu. Serahkan kesibukan Kakak pada Joffy terlebih dulu. Usahakan hal sekecil apapun diperhatikan, biar Kakak ipar percaya." jelas Rhoky.
"Tidak biasanya, kamu peduli pada hubungan orang lain. Katakan yang sebenarnya, kamu mempunyai tujuan apa." jawab Rhuka.
"Kak Rhuka, aku sekarang sedang bertaruh dengan Melodi. Bila Kak Rhuka memilih Disty, maka aku akan kalah." ucap Rhoky.
"Pantas saja begitu perhatian, ternyata karena hal ini. Sudah kuduga, tidak mungkin seorang Rhoky peduli tanpa pamrih." ledek Rhuka.
"Kau terlalu jujur Kak." ujar Rhoky.
"Iya, sekarang aku mau samperin mereka dulu." Rhuka segera berjalan, mendekat ke arah Cheyka.
"Kamu pacarnya Cheyka iya." ujar Jordan.
"Oh bukan, kami adalah suami istri." jawab Rhuka.
__ADS_1
Tubuh Jordan langsung melonjak, lalu kakinya mundur dua langkah.