
Keesokan harinya, Cheyka dan Rhuka membereskan kopernya. Ketika mereka ingin pulang, lalu Secyfa menghampiri.
"Cheyka, boleh aku minta satu hal gak." ujar Secyfa.
"Secyfa, kamu mau apa? Jangan yang aneh-aneh iya." jawab Cheyka.
"Aku ingin, kamu memberikan aku tandatangan. Terus juga kita foto bareng, dan minta uang dengan jumlah lumayan banyak." ucap Secyfa.
"Boleh si kalau tandatangan dan foto, tapi soal uang aku gak bisa." jawab Cheyka.
"Kenapa Chey, kamu 'kan gak kekurangan apapun." ujar Secyfa.
"Aku memang gak ada kurangnya, tapi uang gajian ku sudah aku beri ke Ayah dan Ibu." jawab Cheyka.
"Kak Rhuka, apa kau mau memberiku uang?" tanya Secyfa, dengan tidak tahu malunya.
"Aku tidak bisa memberimu uang, karena aku sedang membutuhkannya." jawab Rhuka.
"Perusahaan Shi'ing Grup sangatlah besar, banyak cabangnya dimana-mana. Lagipula juga, perusahaan CXGS Gaming adalah milikmu. Masak iya, tidak ada lebihnya." jelas Secyfa.
"Baiklah, aku akan memberikannya. Aku lihat, kau begitu mengemis dengan memaksa." Rhuka memberikan uang, yang ada dalam kopernya.
"Kak Rhuka, bisakah tambah sedikit lagi." pinta Secyfa.
”Dasar tidak tahu malu, tidak bersyukur. Sudah dikasih hati, malah minta jantung.” batin Rhuka.
Rhuka menulis cek, lalu memberikannya pada Secyfa. Secyfa segera memeluk Cheyka, lalu meninggalkannya sambil lompat-lompat.
"Kenapa kamu memberikan uang padanya?" tanya Cheyka, dengan cemberut.
"Sayangku, kamu cemburu. Kalau kamu cemburu, aku bisa memberikannya juga untukmu." jawab Rhuka.
__ADS_1
"Gak mau, memilikimu saja aku sudah punya semuanya." ucap Cheyka, dengan manja.
"Sayangku sudah pintar iya." Rhuka mencubit kedua pipinya.
Rhoky tersenyum nyengir. "Haduh, melihat kalian berdua berasa nonton drama Korea tiap hari."
Rhoky geleng-geleng kepala, lalu menepuk jidatnya sendiri. Rhuka dan Cheyka hanya melihatnya sambil tersenyum.
"Jomblo woo... iri bilang dong." Rhuka tersenyum mengejek.
"Aku gak jomblo, Feyra adalah pasangan ku." ucap Rhoky.
"Tapi belum seutuhnya, masih mudah lepas." Cheyka meletakkan kedua telapak tangannya, sejajar dengan telinga.
Tidak lupa pula, diiringi tawa renyah Cheyka. Bagaimana tidak lucu, Rhoky diserbu dua orang sekaligus. Menjulurkan lidah dengan kompak, sekedar iseng agar Rhoky cepat menikah.
"Bukti cinta yang sesungguhnya adalah menikah." ujar Cheyka.
"Iya dong, terus apalagi." jawab Rhoky.
"Iya pastinya." jawab Rhoky.
Mereka sarapan pagi bersama, karena Yuyun tidak boleh pergi. Mereka harus makan terlebih dulu, barulah Yuyun mengizinkannya kembali pulang.
"Rhuka, Cheyka, kalian ingin bawa makanan?" tanya Yuyun.
"Tidak Bu, cukup sarapan di sini saja." jawab Cheyka.
"Kalau mau membawa tidak apa-apa. Tapi, kamu siapkan sendiri iya. Ibu harus pergi ke minimarket, karena Secyfa sedang keluyuran." ujar Yuyun.
"Iya Bu, tapi aku beli aja nanti." jawab Cheyka.
__ADS_1
Rhuka menyuapi Cheyka makanan, dan begitupun sebaliknya. Setelah selesai, mereka berpamitan untuk pulang.
"Sering-sering ke sini iya." ujar Yuyun.
"Mudah-mudahan sering ke sini, kalau gak sibuk." jawab Cheyka.
Mobil melaju dengan kekuatan sedang, setelah Rhoky berpamitan dengan orangtua Feyra. Rhuka dan Cheyka duduk paling belakang, sibuk bercengkrama tentang udara segar.
"Udara segar akan menjadi asupan bagus, untuk oksigen Ibu hamil." ujar Rhuka.
"Kamu sudah seperti Dokter saja, padahal hanya orang biasa." jawab Cheyka.
"Aku memang orang biasa, namun memiliki perasaan luar biasa untukmu." Rhuka menggombalinya.
"Hih, kamu ini selalu saja modal dusta." jawab Cheyka.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai ke rumahnya. Oma Serfa dan Bao menyambut mereka.
"Rhuka, Cheyka, kalian berdua jawab Oma dengan jujur." ujar Serfa.
"Iya Oma." jawab Rhuka bingung.
Serfa menyuruh mereka, masuk ke dalam rumah terlebih dulu. Serfa tahu, mereka baru saja sampai. Mereka semua duduk di kursi, sedangkan Rhoky mengantar Feyra pulang.
"Kalian berdua hanya menikah kontrak?" tanya Serfa.
"Hmmm... tidak Oma." jawab Rhuka.
"Jawab jujur Rhuka, jangan berbohong pada Oma." ucap Serfa.
"Awalnya iya, tapi sekarang sudah gak lagi." jawab Rhuka.
__ADS_1
"Coba kamu buka internet, ramai sekali perbincangan tentang kalian." ujar Serfa.
Rhuka dan Cheyka membuka ponsel secara bersamaan. Mereka melihat berita yang sedang beredar, dan menjadi trending topik populer teratas.