Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Kebun Strawberry


__ADS_3

Rhuka mencubit daging ikan ayam, lalu menyuapinya ke mulut Cheyka. Tentu saja Cheyka tidak dapat menolak, karena akan menjadi pertengkaran yang mencurigakan.


Plok! Plok! Plok! Plok!


Rhoky sengaja bertepuk tangan, seolah menjadi Emak Comblang. Feyra menatap bingung, ada apa di antara mereka pikirnya.


"Kalian berdua pacaran?" tanya Feyra.


"Bisa juga dibilang seperti itu." Malah Rhoky yang menjawab.


"Sejak kapan kamu hobi mengurusi hubungan orang lain?" tanya Feyra.


"Sejak ditinggal kamu, aku menjadi merana. Aku menjadi sangat gesrek, dan suka mencampuri hubungan asmara orang lain." jelas Rhoky.


Keesokan harinya, Wilman hendak pergi ke kebun strawberry. Bao, Cheyka, Feyra, Rhuka, dan Rhoky sudah bersiap-siap.


"Kakek, kami mau ikut." pinta Cheyka.


"Oh boleh, hanya saja terkadang ada ulat." jawab Wilman.


"Hayo Bao, kamu 'kan takut ulat." ledek Rhoky.


"Heheh... aku suruh Kak Rhoky saja, yang mengambilnya." jawab Bao.


"Kurang ajar, berani kamu memerintah ku." Rhoky menjewer Bao.


Bao segera memeluk Cheyka, meminta perlindungan darinya. Cheyka memelototi Rhoky, lalu tangannya berhenti menjewer.


"Cheyka, ayo naik ke atas punggungku." titah Rhuka.


"Gak mau ah, yang lainnya aja jalan kaki." jawab Cheyka.


"Kamu kok aneh banget sih, gak boleh tau nolak. Kamu lupa, apa yang aku bilang waktu di mobil kemarin." ucap Rhuka.

__ADS_1


"Iya bawel." jawab Cheyka.


Mereka semua melangkahkan kaki keluar rumah, tak terkecuali Cheyka yang enak-enakan digendong.


"Sayang, kamu kok berat." ujar Rhuka.


"Hih, kamu jahat banget sih." jawab Cheyka.


"Sayang jangan ngambek dong, susah membujuk kamu." ujar Rhuka.


"Iya memang susah, harus menguras air laut sampai kering hahha...." Cheyka tertawa saat membayangkannya.


"Kalian seperti suami istri iya." ucap Feyra.


"Ah masak sih, ini hanya sebatas teman." jawab Cheyka.


"Apa yang kamu bilang Cheyka?" tanya Wilman.


"Hmmm... anu Kek, maksudku teman hidup." jawab Cheyka.


"Feyra, kita jalan pagi berdua yuk." ajak Rhoky.


"Gak mau ah, seru ramai-ramai." Feyra menolak.


"Sayang, kita panen strawberry berdua yuk." ajak Cheyka.


"Ayo, kamu yang ajarin." jawab Rhuka.


Rhuka menurunkan Cheyka dari gendongannya. Rhuka memegang keranjang, dan Cheyka memasukkan buah strawberry nya.


"Hmmm... aku mau makan disuapi." pinta Rhuka.


"Gak mau, lebih baik untukku saja." Cheyka memasukkan strawberry ke mulutnya sendiri.

__ADS_1


Rhuka menggigit strawberry dari mulut Cheyka, dan mendapatkan separuhnya. Cheyka mengunyah dengan lambat, mendadak bingung dengan perbuatannya.


"Kenapa tidak ambil sendiri." ujar Cheyka.


"Gak mau, lebih suka makan bareng." Rhuka terus mengunyah buah tersebut.


Mereka memetik buah yang merambat, di samping tubuh masing-masing. Rhuka segera merampas strawberry, yang ada di tangan Cheyka. Mencium pipi kanan dan kiri, lalu beralih ke lehernya.


”Hah, apa dia sudah gila. Kenapa di kebun seperti ini, seperti orang yang tengah kasmaran saja.” batin Cheyka.


"Sayang, nanti dilihat sama orang." ucap Cheyka.


"Siapa yang berani melihat, nanti matanya ku buat berada di belakang kepala." jawab Rhuka.


"Jahat, plus sadis banget." ucap Cheyka spontan.


Rhuka mengelus pipinya. "Terlalu jujur kamu si kecil, pendek."


Rhuka tertawa kecil, merasa sangat bahagia. Ingin mengunyel-ngunyel Cheyka, dan menjadikan dia boneka pribadi. Rhuka memeluknya dengan erat, tidak ingin melepas lagi.


"Ehem... ehem..." Rhoky tiba-tiba muncul, meski hanya sekedar berdehem.


Cheyka dan Rhuka segera melepaskan pelukan masing-masing. Cheyka mulai merasa canggung, akibat tingkah Rhuka yang romantis.


"Kenapa di balik semak-semak, nanti kalian khilaf." ujar Feyra menggodanya.


"Biarin saja, lagipula bila khilaf bukan sebuah kesalahan." Rhuka segera menarik tangan Cheyka.


Mereka berjalan ke lorong tumbuhan strawberry yang lain. Rhuka mengambil kesempatan, dengan mengajak Cheyka ke pojokan.


"Sayang, cium aku." pinta Rhuka manja.


"Kamu kenapa aneh banget." Cheyka mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Cepat, jangan membantah." titah Rhuka.


Cheyka mendekat dengan ragu-ragu, lalu Rhuka menarik kepalanya. Mencium dengan lembut, bibir ranum Cheyka.


__ADS_2