Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Keseruan Lingkungan Desa


__ADS_3

Yuyun merangkul pundak Cheyka. "Ibu pikir, kamu tidak akan mau pulang lagi."


"Aku tentu akan pulang, apalagi aku sudah sukses." Cheyka tersenyum.


"Ibu tahu, dulu sangat jahat padamu. Namun, maafkanlah Ibu Chey." pintanya.


"Iya Bu, Chey sudah maafin kok." jawab Cheyka.


Rhuka meladeni ibu-ibu yang mengajak berfoto, itu juga demi si Cheyka. Kalau dia tidak menyuruhnya, Rhuka pasti tidak akan mau. Mendapatkan jepretan bergilir, sudah seperti artis saja.


Yuyun menyuruh mereka duduk, lalu dia mengeluarkan nasi dan lauk pauk. Rhuka terlihat manyun, saat masuk ke dalam rumah.


"Aduh Chey, kamu keterlaluan sekali. Pipiku habis, dicubiti sama ibu-ibu. Kamu si, menyuruh aku foto sama mereka." gerutu Rhuka.


"Jadi, ceritanya gak ikhlas nih." jawab Cheyka.


"Cuma demi kamu, bukan ikhlas nurutin kemauan tuh ibu-ibu." ujar Rhuka.


"Ibu itu cuma minta foto, bukan minta temani kencan." Cheyka teringat Rhuka, saat bersama Disty.


"Iya, iya, sayang. Jangan ngambek dong, aku sayang kamu." Rhuka mencubit kedua pipinya.


"Iya sayang, aku cuma bercanda hahha..." Cheyka tertawa lepas.


"Kamu senang iya, melihat raut wajah cemas ku." ujar Rhuka.


"Gak kok, aku lucu melihat kamu menuruti keinginanku. Aku seperti giliran menindas, seorang tuan muda." Cheyka masih menahan tawa.


"Sudah, sudah ngobrolnya. Nanti, aku iri lagi." sahut Rhoky.


"Makanya, nikah sana sama Feyra." jawab Rhuka.

__ADS_1


"Ayo dimakan nasi dan lauk pauknya, mumpung masih hangat. Nanti keburu dingin, dan gak enak untuk dimakan lagi." sahut Yuyun.


"Iya Bu." jawab mereka.


Mereka menyantap makanan, dengan penuh penghayatan. Rhuka menyendok sayur untuk Cheyka, supaya janin di dalam perut ratanya berkembang.


Usai makan bersama, Cheyka dan Rhuka bermain ayunan berdua. Rhoky mengantar Feyra, untuk menemui orangtuanya. Feyra memperkenalkan Rhoky pada orangtuanya, lalu berbicara sejenak.


"Pak, kedatanganku ke sini mau melamar Feyra." ujar Rhoky.


"Gak Pak, dia hanya bercanda." Feyra mengelak.


Feyra diam-diam mencubit pinggang Rhoky, lalu menginjak sebelah kakinya. Rhoky mengeluh kesakitan, lalu tersenyum pada orangtua Feyra.


"Pak, yang aku ucapkan tadi benar adanya." ucap Rhoky.


"Kalau begitu, biar Feyra yang memutuskan." jawab Dadang.


"Iya, aku menerimanya." Feyra tersenyum malu-malu.


Rhoky memasangkan cincin, pada jari manis Feyra. Rhoky tersenyum bahagia, bersamaan dengan senyum Feyra yang mengembang.


"Terimakasih iya Feyra, sudah mau menerima aku." ucap Rhoky.


"Iya, sama-sama." jawab Feyra.


Keesokan harinya, Feyra bermain ke rumah Cheyka. Rhoky menyambutnya dengan senang hati, sedangkan Secyfa melempar tatapan tidak suka.


"Ngapain lu di sini?" tanya Secyfa.


"Pastinya bukan untuk nemuin kamu." jawab Feyra.

__ADS_1


"Hih, gak usah percaya diri. Aku juga gak mau, kalau ketemu sama kamu." ucap Secyfa.


"Iya udah, berarti kita samaan." jawab Feyra.


Cheyka dan Rhuka keluar rumah, begitupun dengan Rhoky. Mereka akan pergi ke sawah bersama, karena sudah sarapan. Dalam perjalanan, mereka bertemu juragan kentang.


"Wah, wah, Cheyka tambah cantik saja." puji Bobet.


"Harus iya, memuji istri orang di depan suaminya." jawab Rhuka.


"Maaf tuan Rhuka, kau tidak terlihat. Tubuhmu terlalu kecil, dibandingkan tubuhku ini." ujarnya bangga.


"Iya, tubuhku memang menjadi impian banyak perempuan. Aku sudah seperti model, tinggi dan berat badan ideal. Tidak seperti juragan, yang sebesar karung beras." jawab Rhuka.


"Sungguh penghinaan yang sangat sadis. Tidak enak didengar telinga." ungkap Bobet.


"Sama persis seperti ucapan juragan kentang. Sangat membuatku tersanjung, mungkin membuat terbuai para kecoak." jawab Rhuka.


"Hei anak muda, kau sungguh kurang ajar." ucap Bobet.


"Maaf juragan, aku meniru perilaku anda." Rhuka tersenyum.


Cheyka segera menarik Rhuka, tidak ingin melihat mereka berdebat. Rhoky dan Feyra berjalan, mengikuti dua orang di depannya.


"Cheyka, aku tidak suka dia puji kamu." ucap Rhuka.


"Tidak usah didengarkan, anggap saja kumbang jalan." jawab Cheyka.


"Kamu benar, aku sangat emosi. Tolong cium aku iya istri baikku." rayu Rhuka.


"Iya sayang." Cheyka mencium suami tercintanya.

__ADS_1


__ADS_2