
Pada malam harinya Rhuka baru pulang kerja, Cheyka membantu melepaskan jas Rhuka. Seketika dia melihat ada lipstik, yang menempel pada kerah kemeja putihnya.
”Ternyata, dia gak benar-benar suka sama aku. Bodoh banget sih kamu Chey, pakai berharap lagi. Pasti itu lipstik milik si Disty.” batin Cheyka.
"Sayang, besok adalah hari ulang tahun CXGS Gaming. Kita buat kue donat bareng yuk." ajak Rhuka.
Cheyka memegang jas Rhuka, dalam genggaman tangannya. "Kenapa tidak beli saja, hitung-hitung irit tenaga."
"Sayang, aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu." ucap Rhuka.
"Oh iya, terserah kamu aja." Cheyka segera berlalu, dari hadapan Rhuka.
”Apa perempuan selalu seperti ini, berubah-ubah terus seleranya. Padahal semalam dia baik-baik saja.” batin Rhuka.
Cheyka meletakkan jas Rhuka, di dalam keranjang baru kotor. Seketika raut wajahnya berubah, merasa kesal lagi mengingat kesuciannya yang telah terenggut.
"Tidak rela!" Cheyka berteriak, hingga mengejutkan Rhuka yang sedang melepas dasi.
"Chey, kenapa kamu berteriak kencang sekali? Apa ingin membuat jebol dinding kamar?" tanya Rhuka heran.
Cheyka segera menutup mulutnya, berjalan menghampiri Rhuka. "Aku melihat tikus di kamar." alibi Cheyka.
"Di kamar ini tidak ada tikus, iya kecuali kamu tikusnya. Kecil, pendek, lucu, hahaha...." Canda Rhuka, diiringi tawa kecilnya.
__ADS_1
"Apa kamu tahu, tikus memakan hal paling penting milikku. Makanya aku menjadi seperti orang gila, menjerit-jerit tidak tentu arah." jawab Cheyka.
"Benar-benar lucu itu tikus." Masih terus tersenyum-senyum.
"Apanya yang lucu, bahkan aku ingin membunuhnya." jawab Cheyka cemberut.
"Cheyka, aku mau mandi dulu. Malam ini kamu harus melakukan kewajiban, sebagai istri." pinta Rhuka.
"Tidak bisa, karena sekarang kebocoran sedang terjadi." Cheyka beralasan.
Cheyka tidak mau menoleh ke arah Rhuka, dia kini benar-benar mulai benci. Semakin Rhuka menunjukkan sikapnya seperti seorang kekasih, Cheyka semakin merasa muak. Rhuka mengernyitkan dahinya, Cheyka mendadak berubah sekali.
"Cheyka, apa yang terjadi padamu?" tanya Rhuka.
"Tidak ada, aku baik-baik saja." jawab Cheyka.
Keesokan harinya Rhuka bangun terlebih dulu, membuat adonan kue di dapur. Namun, tidak ada tanda-tanda Cheyka menuruni anak tangga.
”Apa dia masih tidur, bukankah aku sudah bilang ingin membuat kue bersamanya.” batin Rhuka.
"Bi, tolong panggilkan nona muda." titah Rhuka, pada pelayannya.
"Baik tuan." jawab Ijah.
__ADS_1
Ijah segera melangkahkan kakinya, menapaki anak tangga. Ijah mengetuk pintu, lalu Cheyka membukanya.
"Nona muda, tuan menyuruh nona turun ke bawah." ujar Ijah.
"Baiklah Bi, aku mau mandi dulu." jawab Cheyka.
Beberapa menit kemudian, Cheyka sudah selesai mandi. Tidak lupa meminum obat pencegah kehamilan, untuk antisipasi sebelum hal lebih buruk terjadi. Segera turun ke bawah, dengan penampilan casual.
"Rhuka, kenapa memanggilku?" tanya Cheyka.
"Apa kamu lupa, aku mau membuat kue bersamamu." jawab Rhuka.
"Maaf, aku capek hati dan pikiran. Aku menjadi sangat lupa, semua hal yang berkaitan denganmu." Cheyka memberi kode.
"Beristirahatlah bila lelah, aku tidak jadi untuk meminta bantuan." jawab Rhuka.
”Dasar tidak peka!" batin Cheyka menjerit.
Cheyka mengacuhkan jawabannya, tanpa ingin memulai sebuah kata lagi. Tangannya langsung bergerak ikut membantu, namun Rhuka malah terbesit ide jail. Rhuka mencolek tepung ke pipi Cheyka, dan Rhuka pun mendapat balasan.
"Sudahlah jangan bercanda, aku sedang tidak selera. Lagipula ini membuatnya sia-sia terbuang, hanya untuk dijadikan permainan." ucap Cheyka, masih dengan raut wajah cemberut.
"Kamu tenang saja, aset Shi'ing Grup tidak akan habis hanya untuk membeli tepung." jawab Rhuka.
__ADS_1
"Aku tidak butuh ungkapan kesombongan." Cheyka memasukkan telur ke dalam baskom.
"Apa sih yang salah, kok kamu jadi marah terus. Oh iya aku tahu, pasti karena bulan sedang datang. Nanti aku bilangin deh, supaya jangan lama bila bertamu." Rhuka cekikikan tidak jelas.