
Serfa diam-diam masuk ke kamar Rhuka, dia ingin mencari sesuatu diam-diam. Tentu saja, ingin mengetahui biodata Cheyka. Cheyka sedang berada di dapur, kesempatan Serfa mengunci pintunya.
"Dimana iya, aku harus membukanya. Hah di sana, pasti sangat tepat. Rhuka hobi menyimpan berkas, di dalam benda berwarna merah putih." Serfa tersenyum, karena sudah mengetahui kebiasaan cucu kebanggaannya.
Pelan-pelan Serfa membuka lemari, dan mendapati SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Kedua matanya membulat saat melihat perusahaan CXGS Gaming. Ketua di dalamnya adalah Rhuka sendiri, bersama dengan anggota lainnya.
"Dasar cucu menantu sialan, dia membawa pengaruh buruk untuk cucuku." Serfa berteriak lirih.
Cheyka membantu Ijah untuk memasak, mereka mengobrol sejenak.
"Bi, kok selama aku tinggal di sini. Kalian jarang terlihat, meski sudah kembali bekerja?" tanya Cheyka.
"Nona, tuan muda adalah orang yang tertutup. Banyak privasi yang tidak boleh diketahui, oleh orang lain. Maka dari itu, kami tinggal pisah rumah dengan tuan muda. Apa nona tahu bangunan di seberang rumah ini, merupakan mes para pelayan rumah." jelas Ijah.
"Oh pantas saja, aku baru paham sekarang." ujar Cheyka, seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Iya nona, beruntung kamu bisa menjadi istrinya. Tuan muda bukan pria sembarangan, yang bisa luluh dengan semua perempuan." jelas Ijah.
Seketika Cheyka tersenyum sipu, merasa hanya dirinya yang bisa menaklukkan hatinya. Namun tidak berlangsung lama, Cheyka sudah biasa saja. Ada hati yang tidak boleh berharap pikirnya.
"Nona rajin sekali iya memasak, pantas saja tuan muda mencintai nona." puji Ijah.
"Tidak begitu kenyataannya Bibi." jawab Cheyka jujur.
__ADS_1
"Maksud nona, tuan muda hanya pura-pura cinta?" tanya Ijah.
"Tidak Bi, maksudnya aku juga kadang malas gerak." Cheyka nyengir.
"Maaf iya nona, Bibi telah melampaui batas. Harusnya Bibi tidak bertanya hal demikian." ujar Ijah.
"Tidak apa-apa Bi, aku senang bila Bibi mau akrab denganku." jawab Cheyka.
Serfa segera keluar dari kamar, sambil membawa surat SIUP. Dia masuk ke kamar, untuk mendiskusikan hal itu bersama Wilda.
"Lihatlah, cucu menantu membawa pengaruh buruk." ujar Serfa.
"Memangnya dia berbuat onar apalagi." Wilda sibuk mengemil.
"Iya, namanya juga tidak kuliah. Kerjaannya cuma apa coba di kampung, palingan juga menanam padi." Wilda tersenyum mengejek.
Pada sore harinya, Melodi sudah pulang ke rumah. Dia tersenyum menghampiri Serfa, lalu memeluknya.
"Oma, aku punya berita bagus." ucap Melodi.
"Berita bagus apa, cepat katakan saja." jawab Serfa.
"Aku tahu rahasia Kak Rhuka dan Kak Cheyka." ucap Melodi.
__ADS_1
"Memangnya bisa ada rahasia apa?" tanya Wilda.
"Aku juga tahu rahasia mereka." jawab Serfa.
"Oh, dia menjadi pemain game profesional." ungkap Wilda.
"Nah, itu tepat sekali." jawab Melodi.
"Ngomong-ngomong, kamu kok bisa tahu?" tanya Serfa.
"Aku bertemu langsung dengan manajernya, karena aku mendapatkan undangan sponsor." jawab Melodi.
"Siapa nama manajernya?" tanya Serfa penasaran.
"Namanya Mikky Oma." jawab Melodi.
"Berani-beraninya si Rhuka berbohong, selama ini mengajak mereka ke rumah cuma bilang teman." ujar Serfa.
"Hmmm.... keberuntungan sekali, mereka jarang bertemu denganku." Melodi merasa bahagia.
"Apa rencana kalian selanjutnya?" tanya Wilda.
"Tentu saja membuang anak kampung dari rumah ini." jawab Melodi.
__ADS_1