Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Janji Yanky Dan San


__ADS_3

Keesokan harinya, Yanky sudah siap dengan baju sekolahnya. Rhuka tersenyum, memandang putranya yang mirip CEO kecil.


"Yanky, kelak saat besar kamulah penerus Shi'ing Grup." ujar Rhuka.


"Papa, aku ingin mendirikan cabangnya sendiri. Versi kreatif dari tujuan bisnisku, yaitu perusahaan properti." jawab Yanky.


"Kenapa tidak, itu sangat bangus dan jenius. Selama ini Shi'ing Grup, belum mengelola jenis perusahaan tersebut." Rhuka tersenyum padanya.


"Papa memang terbaik, selalu mendukungku." jawab Yanky.


"Sebenarnya, Mama juga sangat mendukung Yanky. Hanya saja, Mama tidak pernah terlihat." sahut Cheyka.


"Kalau Mama mendukungku terus, harusnya tidak pelit membelikan mainan baru." jawab Yanky.


"Yanky, dalam hidup ini kamu tidak bisa memandang satu titik. Bukan berarti, semua yang kamu inginkan harus dimiliki. Terkadang, kita tidak pernah mengetahui sistem masa depan." ujar Cheyka.


"Mama bicara apa si, aku gak mengerti." jawab Yanky.


"Maksudnya, Mama tidak ingin kamu melakukan apapun demi bisnis. Berusaha boleh, namun jangan terlalu berharap. Meyakini dengan dalam bahwa tidak pernah gagal, jauh lebih sakit daripada pasrah setelah berusaha perlahan." jelas Cheyka panjang dan lebar.


"Biar aku pikirkan nanti deh, maksud dari ucapan Mama." jawab Yanky.


Rhuka mengantar Yanky ke sekolah, bersama San Xia juga. Mikky sudah pergi ke basecamp CXGS Gaming.


"Nona San, kamu pagi ini berdandan berbeda." ujar Rhuka.


"Iya Om, aku sengaja melakukannya untuk Yanky heheh..." jawab San.

__ADS_1


"Wah, sepertinya kamu suka sekali dengan Yanky iya." goda Rhuka.


"Bukan hanya San Xia, tetapi aku juga suka padanya." Yanky menyahut saja.


"Janji iya, harus suka aku selamanya." ucap San.


"Iya janji." Yanky menyatukan jari kelingkingnya, dengan jari kelingking milik San Xia.


Mereka sudah sampai ke sekolah, lalu Rhuka melajukan mobilnya ke perusahaan Shi'ing Grup.


"Cantik sekali kamu San Xia." goda laki-laki, yang sekelas dengannya.


"Jangan mengganggunya, dia hanya milikku." jawab Yanky.


Cheyka menggendong Blunt, yang terlihat tidak bersemangat. Kucing itu sepertinya sedang tidak enak badan.


"Cheyka, kamu mau kemana?" tanya Serfa.


"Aku mau membawa kucing ini ke dokter hewan." jawab Cheyka.


"Baiklah, ayo Oma temani." ujar Serfa.


"Iya Oma." jawab Cheyka.


Cheyka melihat ada sepeda baru di halaman, pasti Rhuka yang membelikan untuk Yanky pikirnya. Cheyka hanya menghela nafas panjang, karena terdapat perbedaan antara dia dan suaminya. Bila tidak ada yang mengalah di antara keduanya, pastilah tidak akan selesai dalam berdebat.


"Cheyka, biarkan saja Yanky menikmati fasilitas ini." ujar Serfa.

__ADS_1


"Oma, aku sebenarnya tidak ingin terlalu mengekang. Hanya saja, aku ingin mengajarinya untuk menjadi hemat. Lagipula sepeda Yanky sudah ada tiga, dan ditambah ini jadi empat." jawab Cheyka.


"Sepertinya cucu menantu Oma ini sedang cemburu. Oma tahu, karena saat kecil kamu tidak seperti ini." ucap Serfa.


"Bukan cemburu Oma, aku hanya ingin mendidiknya dengan baik." jawab Cheyka.


Serfa mengusap-usap punggungnya, tidak ingin Cheyka merasa dongkol. Mereka segera mengendarai mobil, hingga sampai ke klinik hewan.


"Hai Cheyka!" seru Jordan.


"Eh Jordan, kamu menjadi dokter hewan iya." jawab Cheyka bercanda.


"Kau ini sedang menghinaku, aku di sini hanya bersih-bersih saja. Aku suka sekali dengan kucing, jadi aku mengumpannya juga." ucap Jordan.


"Bukankah kau suka perempuan yang bermain game, pastinya kau lebih suka game." jawab Cheyka.


"Cheyka, ini adalah profesiku. Sedangkan game, hanya hiburan semata aja." ujar Jordan.


"Oh gitu iya, kirain kamu mendaftar gabung." jawab Cheyka.


"Aku mau daftar kemana juga gak tahu." ucap Jordan.


"Kalau kamu mau si, bisa mulai jadi manajer CXGS Gaming. Kebetulan sekali, Kak manajer akan pensiun. Dia sibuk mengelola perusahaan, yang baru didirikan olehnya." jelas Cheyka, panjang dan lebar.


"Boleh juga tuh, tapi apa boleh suamimu." ucap Jordan.


"Tentu saja, bila aku yang memintanya." Cheyka tersenyum, sambil menahan tawa.

__ADS_1


__ADS_2