Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Hamil Lagi


__ADS_3

Keesokan harinya Cheyka mengambil Blunt di klinik hewan, karena sudah boleh dibawa pulang.


"Bagaimana Cheyka, apa suamimu boleh aku menjadi manajer CXGS Gaming?" tanya Jordan.


"Boleh si, tapi menunggu anggota tim baru hadir. Aku dan suamiku berencana akan keluar, dari tim tersebut." jawab Cheyka.


"Sangat disayangkan, padahal kalian berjaya." ujar Jordan.


"Kami akan memilih, calon kandidat anggota. Setelah itu, kamu boleh langsung datang ke basecamp." jawab Cheyka.


"Iya Cheyka, aku hanya menuruti keinginan tuan Rhuka saja." ucap Jordan.


"Aku pun sama, karena keputusan dia tidak dapat diganggu gugat." jawab Cheyka.


Cheyka meneruskan ucapannya. "Jordan, ada yang ingin aku tanyakan, tapi kamu jangan tersinggung iya."


"Iya rileks, silahkan tanya aja." jawab Jordan.


"Kenapa kamu kerja di sini, padahal kamu terlihat seperti orang kaya. Kamu pun punya mobil mewah." ujar Cheyka.


"Karena mobil mewah tidak selamanya dibayar tunai. Mobil itu merupakan mobil cicilan Cheyka." jelas Jordan.


Jordan ingin tertawa, karena Cheyka seolah menganggapnya kaya. Padahal sebenarnya dia hanyalah orang, yang tidak jauh berbeda dengan Feyra.


"Kenapa kamu seperti menahan tawa?" tanya Cheyka.


"Aku tidak menahan tawa, hanya merasa lucu saja." jawab Jordan.

__ADS_1


"Itu sama saja, haduh kamu ini." Cheyka menepuk jidatnya.


"Maaf Cheyka, candaan ku sekarang membuatmu kesal." jawab Jordan.


Cheyka segera pergi, setelah berpamitan untuk pulang. Saat Cheyka sudah pulang, ternyata Yanky juga sudah pulang.


"Yanky, kamu pulang sama siapa?" tanya Cheyka.


"Dijemput sama sekretaris Papa." jawab Yanky.


"Kita akan melihat San Xia berdua, karena dia sedang sakit." ucap Cheyka.


"Iya Ma, aku siap-siap dulu." jawab Yanky.


Beberapa menit kemudian, Yanky sudah siap. Dia keluar rumah bersama Cheyka, lalu masuk ke dalam mobil.


Mikky membuka pintu. "Eh ada Cheyka, ayo masuk ke dalam."


San Xia sedang berbaring di kamarnya, karena tidak melakukan banyak pergerakan. Orangtuanya sangat menyayangi San, sehingga disuruh istirahat saja.


"San Xia, ini aku bawakan buah untukmu." Yanky memberikannya.


San meletakkan keranjang di atas nakas. "Terimakasih Yanky, kamu sudah perhatian padaku."


Yuyun dan Helman duduk berdua, setelah itu mereka pergi. Apa lagi yang akan diurus, selain toko kecil milik mereka. Akibat Secyfa menyebar kabar angin mengenai perselingkuhan Dadang, membuat minimarket mereka menjadi sepi. Kian hari banyak barang kadaluwarsa, sehingga minimarket ditutup selamanya.


"Ayah, kita minta uang pada Cheyka saja." ujar Yuyun.

__ADS_1


"Ayah malu Bu, kita dulu tidak memperlakukan dia dengan baik. Sekarang saat kita kesusahan, kita malah minta tolong dia terus. Harusnya si Secyfa itu yang berusaha, karena dia telah kita manjakan sejak dulu." jawab Helman, panjang dan lebar.


"Jangankan mengharapkan dia, bocah itu malah menghilang." Yuyun mendengus kesal.


"Iya sudah, kita berusaha berdua saja." Helman tersenyum.


Pada malam harinya, Cheyka menghidupkan lilin di kamarnya. Dia ingin memberikan kejutan romantis untuk suaminya. Setelah sekian lama, sibuk dengan urusan karir dan anak. Mereka semakin sedikit berkurang, untuk menghabiskan waktu berdua.


"Sayang!" seru Rhuka, saat masuk kamar.


Tiba-tiba, ada yang menutup mata Rhuka. Cheyka tersenyum sambil berbisik.


"Ayo tebak, siapa aku?" ucapnya, sambil menahan tawa.


"Pasti, istriku yang cantik." Rhuka mengalihkan telapak tangan Cheyka, dari kedua kelopak matanya.


Cheyka segera memeluk Rhuka, dan suaminya juga membalas yang sama.


"Sayang coba tebak deh, aku punya kejutan apa?" tanya Cheyka.


"Aku yakin, kamu mau membahas Yanky." jawab Rhuka.


"Bukan sayang, tapi aku sekarang hamil." ucap Cheyka.


Rhuka tersenyum penuh arti. "Hah, kita akan mempunyai anak lagi. Aku sungguh senang mendengarnya, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Rhuka mencium kepala Cheyka, lalu beralih ke pipi kanan dan kirinya. Rhuka segera menggendong Cheyka, ke atas ranjang tidur. Mereka sibuk berguling-guling di atas ranjang tidur, mulai beraksi lagi untuk menghabiskan malam panjang.

__ADS_1


"Sayang geli, kamu menggelitik pinggangku." ucap Cheyka.


"Aku gak menggelitiknya, hanya memegang saja." jawab Rhuka santai.


__ADS_2