
Usai makan, Rhuka dan Cheyka pergi ke sekolah. Rhuka dapat melihat bangunannya yang terlihat lusuh. Kursi serta meja banyak yang rusak, siswa dan siswi tidak ada. Di sana terlihat sepi, karena sedang libur sekolah.
"Apa di SMA ini kamu punya mantan?" tanya Rhuka.
"Gak ada." jawab Cheyka.
"Kalau gebetan?" tanyanya lagi.
"Gak ada waktu, untuk memikirkannya." jawab Cheyka.
"Lalu, kalau teman pria paling akrab?" Rhuka masih ingin tahu.
"Kamu ini merasa cemburu, makanya penasaran banget sama aku." jawab Cheyka.
"Tentu saja, aku takut kehilangan kamu. Bisa jadi, kamu bakalan bertemu dia lagi." ucap Rhuka.
"Yang ada kamu bertemu mantan." jawab Cheyka.
"Aku gak punya mantan, karena aku begitu dingin. Mana ada orang yang mau menjadi pacarku, karena tidak pernah melihat sisi hangat dari diriku. Hanya Disty yang ada didekat aku. Dia juga sempat menyukai aku." ujar Rhuka.
"Kalau dia tidak diragukan lagi, aku tahu dia sangat mengejarmu. Sampai rela membuat rumahtangga orang lain salah paham." jawab Cheyka.
"Sayang, kita main bola kaki itu yuk." Rhuka menunjuk lapangan sekolah.
"Ayo sayang." jawab Cheyka.
Mereka berdua melangkahkan kakinya, lalu menendang bola tersebut. Mereka berdua saling berebut, hingga Cheyka berhasil menendangnya masuk gawang.
"Hore, aku gol." Cheyka bersorak gembira.
"Selamat iya sayangku. Tapi, aku gak akan menyerah." jawab Rhuka.
__ADS_1
Mereka bermain bola lagi, hingga permainan berhenti. Tiba-tiba, Cheyka merasakan mual. Perutnya juga terasa agak keram, dan hal itu memacu rasa cemas.
"Ayo sayang, cepat naik ke punggungku." titah Rhuka.
"Iya sayang." Cheyka naik ke atas punggungnya.
Dalam perjalanan, Rhuka berpapasan dengan Rhoky dan Feyra. Mereka tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa menit kemudian, Cheyka dan Rhuka sampai ke rumah.
"Cheyka, kamu kenapa?" tanya Yuyun.
"Cheyka merasa keram Bu." jawab Rhuka.
"Tarik nafas dalam-dalam, lalu hembuskan dengan kasar." ujar Yuyun.
"Iya Bu." jawab Cheyka.
Cheyka mulai melakukan yang Yuyun suruh, namun belum juga membaik. Dia segera pergi ke kamar mandi, untuk memuntahkan apa saja yang mengganggu.
"Bagaimana Cheyka, apa sudah berkurang?" tanya Yuyun.
"Bawa ke puskesmas terdekat saja." ucap Yuyun.
"Tidak usahlah Bu, nanti juga berkurang." jawab Cheyka.
Cheyka dan Yuyun melangkahkan kaki bersama, duduk ke atas ranjang tidur dalam rumahnya. Rhuka datang menolong istrinya, untuk merebahkan tubuhnya.
"Sayang, kamu masih keram?" tanya Rhuka.
"Masih agak gak enak sayang." jawab Cheyka.
Rhuka menyelimuti tubuh Cheyka dengan selimut. Cheyka menepuk-nepuk ranjang tidur, supaya Rhuka merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
"Temani aku beristirahat." pinta Cheyka.
"Iya sayang, aku akan menemani kamu." jawab Rhuka.
"Oh iya, kamu mau apa?" tanya Rhuka.
"Kamu menantang aku? Nanti kalau aku beri permintaan sulit, kamu bakalan mau menuruti aku?" jawab Cheyka, sambil tertawa kecil.
"Katakan saja, apa maunya?" tanya Rhuka.
"Aku mau dipijat, badan aku sakit semua." jawab Cheyka.
Cheyka tidur terlentang, lalu Rhuka memijat tubuhnya. Benar-benar terasa nyaman, dan membuat dirinya terlelap. Rhuka segera mengalihkan tangannya, saat melihat mata Cheyka terpejam. Rhuka mencium pipi kanan dan kiri Cheyka.
"Sayang, aku suka banget lihat wajah imutmu ini." Rhuka berbicara sendiri.
Setelah beberapa menit kemudian, terdengar suara ketukan pintu. Ternyata si Yuyun, yang sedang membawa nasi dan lauk pauk.
"Cheyka, ini untuk kamu." ujar Rhuka.
Rhoky dan Feyra sudah sampai ke rumah. Mereka berdua masuk ke dalam, lalu mendapati Rhuka yang duduk sendirian.
"Cheyka mana?" tanya Feyra.
"Dia sedang tidur." jawab Rhuka.
"Kok tumben banget, dia tidur siang?" tanya Rhoky.
"Dia tadi merasa keram perutnya, mungkin bawakan bayinya." jawab Rhuka.
Feyra berpamitan untuk kembali ke rumah, setelah selesai berbicara penting. Pada sore harinya, Cheyka baru terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Capek banget deh, kalau tidur seperti ini." Cheyka melihat dirinya sendiri.
Cheyka beranjak dari ranjang tidurnya, lalu menatap dirinya sendiri di depan cermin. Setelah itu dia mengambil handuk, lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.