
Beberapa jam kemudian, permainan dimulai. Mata mereka semua fokus pada layar komputer. Banyak sekali para netizen, yang tidak menyukai kehadiran Cheyka. Berbagai macam komentar, sudah memenuhi layar siaran langsung.
"Lihatlah, cara bermainnya salah."
"Mudah saja ditindas ABC Gaming."
"Dia tidak pantas, untuk menggantikan posisi Ferry."
"Kok bisa terpilih sih, menang imut doang. Profesional juga kagak, menghidupkan kekuatan ganda juga tidak bisa."
Beberapa menit kemudian, Cheyka melepaskan headset di telinganya. Rhoky, Jay, Jey, Bombom, dan Rhuka juga melepaskan headset, karena permainan telah usai.
"Sudahlah jangan sedih, kalah menang dalam permainan adalah hal biasa." Mikky menyemangati.
"Iya Kak manajer." jawab semuanya, tak terkecuali Cheyka.
"Cheyka, kamu baik-baik saja?" Bombom ingin memastikan.
"Iya, aku tidak apa-apa." Tersenyum.
"Kakak tenang saja, aku bakalan mengajari Kakak sampai tuntas." ujar Rhoky.
"Semangat." timpal yang lainnya, tak terkecuali Rhuka.
"Terimakasih iya semuanya. Aku mau ke kamar dulu." Cheyka segera melengos.
Cheyka masuk ke dalam kamarnya, menutup pintu rapat-rapat. Cheyka melihat komentar pedas para netizen, dan menangis di dalam selimut.
"Apa aku terlalu bodoh, mengarahkan kursor lambat sekali." Cheyka menyalahkan diri sendiri.
Keesokan harinya, Cheyka dan Rhoky tertidur di ruang komputer. Semalaman mereka bergadang bersama, berlatih permainan monster adventure.
Bruk!
Mikky menggebrak meja, karena mereka tidak kunjung bangun-bangun. Rhoky dan Cheyka terkejut, melihat mereka sudah berada di ruangan tersebut.
__ADS_1
"Daripada kalian seperti ini, penat tidak tentu arah. Lebih baik kalian olahraga pagi saja." titah Mikky.
"Tidak bisa, Cheyka akan pergi bersamaku." Rhuka menjawab dengan sewotnya.
"Hih Kakak, aku mau pergi berduaan." Rhoky tersenyum jail.
"Aku akan pergi sendiri saja." Cheyka segera beranjak dari duduknya.
"Beraninya kamu menolak." Rhuka melotot.
Cheyka sudah melangkahkan kakinya menuju kamar, segera membersihkan diri. Beberapa menit kemudian dia sudah keluar, dengan pakaian yang rapi. Mobil Feyra berhenti di depan Basecamp.
"Hai Cheyka!" seru Feyra.
"Hai, ada apa ke sini?" tanya Cheyka.
"Aku mau mengajak kamu jalan bersama." jawab Feyra.
Cheyka tersenyum dan mengangguk, segera masuk ke dalam mobil. Mereka berdua pergi ke tempat wisata renang.
"Iya, ayo bermain." ajak Feyra.
Cheyka dan Feyra melompat-lompat di atas alas pelampung. Setelah itu mereka bermain seluncur, hingga jatuh ke kolam renang. Cheyka dan Feyra saling melempar bola. Kebetulan di sana, ada Melodi bersama Bao. Melodi memergoki Cheyka, yang sedang berjalan bersama Feyra. Baru sadar kalau dibohongi, hatinya berencana mengadu pada Oma Serfa. Sebuah bidikan gambar mengenai Cheyka, yang sedang tersenyum ceria.
”Ternyata mereka tidak pergi ke luar kota, awas saja kalian berdua. Aku pasti akan membongkar rahasia kalian.” batin Melodi.
Pada siang harinya, Bao dan Melodi sudah sampai rumah. Oma Serfa menyambut kedatangan cucu kesayangan.
"Bao, pergi kemana saja tadi?" tanya Oma.
"Pergi berenang Oma, seru banget. Apalagi airnya jernih sekali." jawab Bao.
"Bao, kamu masuk ke kamar dulu iya. Kakak mau bicara sama Oma." ujar Melodi.
"Iya Kak." Bao segera berlari, ingin bermain-main sendiri.
__ADS_1
"Oma, ternyata Kak Rhuka dan Kakak ipar tidak pergi bulan madu. Tadi, aku sempat melihatnya di area renang." ujar Melodi.
"Pantas saja, sesudah acara pernikahan selesai Rhuka langsung pergi. Sekarang aku tahu, gadis itu hanya dijadikan alasan oleh Rhuka. Dia hanya ingin menolak kencan buta, namun tidak benar-benar cinta padanya." jelas Serfa.
"Iya, sekarang Oma melakukan panggilan video pada Kak Rhuka saja." ujar Melodi.
Serfa segera mengambil ponselnya, yang ada di atas meja. Melakukan panggilan sampai tiga kali, baru diterima oleh cucunya.
"Lama banget sih mengangkat panggilan dari Oma." gerutu Serfa.
"Maaf Oma." jawab Rhuka.
"Mana istrimu Oma mau bicara." ujar Serfa.
"Hmmm.... dia lagi memasak." jawab Rhuka beralasan.
"Iya sudah, sekarang kamu bagikan lokasi pada Oma. Perlihatkan keberadaan kamu yang sesungguhnya." pinta Serfa.
"Aduh Oma, tiba-tiba sakit perut." Rhuka segera memutuskan sambungan telepon.
Serfa tampak kesal. "Dasar anak nakal, akan aku beri pelajaran kalau pulang."
"Betul Oma, jangan kasih ampun." Melodi sengaja mengompori.
Rhoky tiba-tiba muncul, menepuk pundak sang Kakak. Rhuka terkejut setengah mati, bagaikan di gertak mendadak.
"Kakak kenapa sih, kok wajahnya panik?" tanya Rhoky.
"Oma sudah tahu, kalau kita tidak di luar kota." jawab Rhuka.
"Paling penting, bulan madunya tetap terlaksana." Rhoky mengedipkan mata.
"Terlaksana apa, kita sibuk berlatih game." jawab Rhuka.
"Jangan resah Kak, yang terpenting urusan cinta kalian berdua dulu. Pertandingan bisa kapan-kapan, aku akan membantu mempersiapkan." bisik Rhoky merayu.
__ADS_1
"Bicaramu seolah paling tau cinta, padahal pernah diputusi sama Feyra." jawab Rhuka mengejeknya.