Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Pertandingan


__ADS_3

Lagi-lagi monster Cheyka tidak melindungi Bombom, sehingga dirinya terkena serangan lawan. Jay dan Jey benar-benar kesal, Cheyka mendadak tidak bisa kerjasama.


"Kamu santai sekali iya Chey, bahkan kita harus melindungi kristal. Kamu malah cuek tidak tentu arah." Jey menyudutkan.


"Kalian jangan begitu, dia masih baru bergabung." Rhuka membelanya.


"Benar kata Kak Rhuka, lagipula darahku masih setengah." jawab Bombom.


”Jangan membelaku hanya karena kasian, bahkan aku tidak membutuhkannya. Jika kamu ingin menyudutkan, jangan berpura-pura tuan muda. Hari ini kalian semua berubah, semenjak kedatangan Disty.” batin Cheyka.


Abc Gaming bermain dengan perlahan, memilih bersembunyi di ladang jagung. Sementara Rhuka menahan tangannya yang sakit, karena gerakan yang cepat tadi. Mengeluarkan kekuatan berganda bersama dengan monster milik Cheyka.


"Cheyka, kamu jaga menara. Jangan sampai mereka mengambil kristal. Biar aku mengalihkan perhatian mereka, agar bisa masuk menara milik timnya." ujar Rhuka.


"Iya." jawabnya singkat.


Saat Rhuka masuk ke area ABC Gaming, ternyata mereka keluar dari ladang jagung. Mereka menyerang Cheyka secara mendadak, dengan arahan kursor yang gesit. Cheyka benar-benar cemas, tapi berusaha tetap berani.


"Yah, aku tidak bisa bermain lagi. Sudah kehabisan nyawa." Bombom menurunkan tangannya, ke bawah meja.

__ADS_1


"Benar-benar tidak berguna, memasukkan Cheyka pada tim ini." ujar Jay.


"Benar sekali, dia membiarkan kita semakin menuju kekalahan." tambah Jey.


Monster Jay dan Jey, menghadapi serbuan dari mereka. Lalu segera bersembunyi, di balik batu. Siasat ABC Gaming, benar-benar sangat cantik. Dalam sekejap, darah mereka hampir habis.


"Cepat ambil ramuan di laboratorium, sebelum kalian benar-benar mati." titah Rhuka.


"Iya Kak Rhuka sabar, mereka sungguh banyak di area kita." jawab Jey.


Jay dan Jey keluar perlahan, saat kelompok ABC Gaming sudah terlihat pergi. Nyatanya mereka masih bersembunyi, di balik batu-batuan. Jay dan Jey terkena serangan, lalu monster milik Cheyka mengeluarkan kekuatan ganda. Cheyka segera kembali ke menara, saat melihat darahnya tinggal dua garis.


”Aduh, jangan sampai kristal diambil.” batin Cheyka.


"Kak Chey itu cuma pembawa sial, datang di kehidupan Kakak. Kakak yang menghancurkan impiannya, untuk meraih penghargaan internasional. Sejak kedatangan Kakak, untuk pertama kalinya dia kalah." ucap Rhoky spontan.


"Iya aku yang salah, karena Kakakmu memang selalu benar. Tangannya terluka juga karena aku, harusnya memang tidak perlu datang menolong. Biarkan saja aku yang terluka, tidak usah berlagak menjadi pahlawan kesiangan." jawab Cheyka mengalah.


Cheyka segera berlari, pergi dari pandangan mereka. Rhuka hendak mengejar, namun sebuah suara memanggilnya.

__ADS_1


"Rhuka!" seru Disty.


"Lain kali saja, bila mau bicara." jawab Rhuka.


"Rhuka, aku ingin bicara sekarang. Ini benar-benar penting." ucap Disty.


"Kak Rhuka, biar aku saja yang mengejar Cheyka." ujar Mikky.


"Baiklah." jawab Rhuka.


Mikky segera berlari, mengejar langkah kaki Cheyka. Cheyka memilih untuk izin pada Mikky, untuk tidak ikut pulang bersama.


"Kak manajer, aku minta izin keluar." ujar Cheyka.


"Iya silahkan, hati-hati iya." jawab Mikky.


"Terimakasih Kak." ucap Cheyka.


"Iya sama-sama." jawab Mikky.

__ADS_1


Cheyka berjalan kaki dan menuju sebuah jembatan tua. Cheyka ingin menumpahkan air mata, dan mengeluarkan suara hati yang sejak tadi tertahan. Pemandangan itu bagus, karena sungai membentang.


"Aku benci dengan jalan, yang selalu membawa diriku bertemu. Aku pikir bergabung dengan CXGS Gaming membuat waktuku tersita penuh, sehingga kita tidak sering bertemu. Namun pada kenyataannya, kamu juga salah satu anggotanya. Kamu bukan hanya CEO tidak punya hati, tapi kamu juga menghancurkan masa depanku. Kamu sengaja memecah konsentrasi diriku 'kan, supaya aku tersingkir dari tim ini. Kamu pasti menyuruh Rhoky mendekatiku, lalu kalian melancarkan rencana malam itu. Aku benci padamu Rhuka Angjaswila, benar-benar sepenuh hati benci." Cheyka berteriak-teriak, sambil menangis sejadi-jadinya.


__ADS_2