Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Cheyka Bahagia


__ADS_3

Melodi mengusap lembut si Yanky, saat anggota tim bermain di atas panggung. Dia menggendong keponakannya dengan gemas.


"Kak manajer apa kau tahu, awalnya aku tidak suka Kak Chey. Tapi setelah kehadiran bayi ini, aku menjadi bahagia mendengar tangisnya." ucap Melodi.


"Itu artinya, kau mulai mengganggap Kakak iparmu keluarga. Kau juga mulai sayang padanya, dan tentu merestui hubungan mereka." jawab Mikky.


"Ada ponakan yang tampan." Melodi mencubit kedua pipinya.


"Ingat Melodi, jangan pernah berpikir untuk menyingkirkan dia lagi." ucap Mikky.


"Tentu saja tidak, kenapa harus dilakukan." jawab Melodi.


Cheyka, Rhuka, dan anggota tim lain masuk ke dalam ruangan. Melodi segera memberikan Yanky pada Cheyka.


"Bagaimana, apa pertandingannya menang?" tanya Melodi.


"Tidak Melodi, babak ini kami kalah dengan tim Maut. Pertandingan ini akan dilanjutkan lagi, dengan babak selanjutnya yaitu Minggu depan." jawab Rhuka.


"Tidak masalah, ini hanya babak awal." ujar Melodi.


"Iya, ini 'kan belum babak akhir." jawab Rhuka.


Mereka segera pulang ke penginapan, karena merasa sangat lelah. Sudah seharian, mereka berada di atas panggung.


"Hei, besok kita pergi berlibur. Sekalian, aku akan menyuruh si model promosi." ucap Mikky.


"Iya, kalian tenang saja. Para penggemarku, pasti akan memberi dukungan." jawab Melodi.


Keesokan harinya, mereka pergi ke bukit Murree. Sengaja menikmati pemandangan yang indah, dengan menaiki alat yang disediakan di tempat tersebut.

__ADS_1


"Sayang, lihat deh lucu banget anak kecil itu." Feyra menunjuknya.


"Besok, anak kita juga lebih lucu." jawab Rhoky.


"Ah kamu, selalu bicara merayu." ujar Feyra.


"Biar kamu senang gitu." Rhoky mengedipkan matanya.


"Cie pada bulan madu, gue cuma bulan kerak doang." keluh Melodi.


"Tenang saja, aku siap menemani kamu." jawab Jay.


"Aku juga, mau kencan denganmu." timpal Jey.


"Aku tidak mau sama kalian." jawab Melodi.


"Tidak menyangka, aku bakalan bisa ke luar negeri. Aku kira diriku akan menetap di desa, terus berburu dan berburu di hutan." Cheyka tersenyum puas.


"Aku juga baru pertama kali ke sini, bagus banget pemandangannya." jawab Feyra.


"Bersyukur deh, kita mempunyai suami yang baik." ujar Cheyka.


"Iya, yang pastinya gak pelit." jawab Feyra.


Cheyka hanya menahan tawa, mendengarkan penuturan si Feyra. Kalau saja dia bisa bicara jujur, dia sangat tersiksa saat diawal. Tidak mendapatkan perlakuan yang baik, seperti yang terlihat sekarang. Lebih layak dipandang oleh publik, karena mengetahui dirinya menyandang status istri CEO. Belum lagi, cita-citanya menjadi pemain game profesional terwujud.


"Sayang, kamu kelihatan bahagia sekali iya." ucap Rhuka.


"Iya dong, bagaimana mungkin akan sedih. Lihatlah, suasana sudah seromantis ini." jawab Cheyka.

__ADS_1


Rhuka segera mencium, pipi kanan dan kiri Cheyka. Jay, Jey, dan Bombom, kompakan tutup mata.


"Hargai yang jomblo woy." ujar Jay.


"Dasar alai, gue biasa aja tuh." jawab Melodi.


"Biasa aja gimana, orang mereka mesra gitu." ucap Jey.


"Iya terserah dong, iri bilang woy. Mereka 'kan suami istri, sudah sewajarnya. Rumah tangga yang harmonis, akan membuat anak bertambah." Melodi menjawab, dengan mata berbinar-binar.


Melodi tersenyum ke arah Cheyka dan Rhuka, rasanya ingin diberi ponakan lagi. Rhoky dan Feyra bergandengan tangan, lalu saling bertatapan mesra.


"Hei para pasutri, kalian harus beri aku ponakan." ucap Melodi.


"Kenapa gak kamu aja yang nikah." jawab Rhuka.


"Aku merasa kurang, kalau ponakan cuma satu. Kakak kira aku punya calon, mau menikah dengan cepat." gerutu Melodi.


"Nah itu tuh calon kamu." Rhuka menunjuk monyet di atas pohon.


"Hhaah..." Semuanya tertawa.


"Kak Rhuka, jangan keterlaluan. Aku mau calonku manusia, agar anakku tidak jadi aneh." ucap Melodi.


"Itu manusia." Rhuka melirik Jay, Jey, dan Bombom.


"Gak mau yang itu, lebih baik menerima ponakan aja." ungkap Melodi.


"Gak mau lagi, kasian istri Kakak harus merasakan sakit terus." jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2