Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Tempat Wisata


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, meeting telah usai. Disty berpura-pura bahwa roknya tersangkut dengan pintu.


"Kak Rhuka, bantuin aku dong." pinta Disty.


Rhuka berjalan menghampiri, lalu Disty menariknya hingga lipstik mengenai kemeja Rhuka. Meninggalkan jejak di sana, karena kemeja Rhuka berwarna putih.


"Maaf iya, aku tidak sengaja." ucap Disty.


"Kamu ini bagaimana sih, Cheyka bakalan salah paham." jawab Rhuka ketus.


"Iya sudah, untuk menembus rasa bersalahku kamu ikut aku." ajak Disty.


"Mau kemana lagi." jawab Rhuka.


"Ikut aku ke apartemen pribadi, kamu bisa ganti baju." ujar Disty.


"Aku tidak mau." jawab Rhuka.


"Pilih ikut, atau istri salah paham?" Disty tersenyum.


"Iya sudah, aku akan ikut." jawab Rhuka.


Mereka segera pergi ke apartemen Disty, yang tidak jauh dari hotel tersebut. Disty mengambil baju dalam lemari, lalu menyuruh Rhuka berganti baju. Rhuka masuk ke dalam ruang ganti, lalu keluar setelah selesai.


"Hah, ini jauh lebih baik. Cheyka pasti tidak akan curiga." ujar Disty.


"Bagus, aku tidak ingin dia salah paham." jawab Rhuka.


Pada sore harinya, Rhuka sudah pulang ke rumah. Cheyka melihat Rhuka dari balkon kamar, namun enggan untuk menyambutnya. Namun peraturan di dalam agenda, seperti merasa harus dipatuhi. Cheyka segera turun ke bawah, menyambut Rhuka yang baru kembali. Hari ini wajah Cheyka berbeda, lebih ditekuk tanpa ingin memandang sedikitpun.


"Sayang, ayo masuk ke kamar." ajak Rhuka.


"Iya sayang." jawab Cheyka malas.

__ADS_1


Mereka segera masuk ke dalam kamar. Cheyka membantu Rhuka melepaskan baju kemejanya. Rhuka segera berjalan ke kamar mandi, setelah meraih handuk pada gantungan baju.


"Kenapa tercium bau menyengat, namun seperti bukan parfum Kak Rhuka. Aku ingat sekali, hal yang tertulis dalam buku agenda. Aku yakin baju ini bukan bajunya, dia pasti mandi di hotel dan berganti baju." Cheyka meneteskan air mata, membayangkan bekas lipstik yang pernah dia temukan.


Cheyka meletakkan kemeja tersebut, di atas ranjang tidur. Cheyka dengan cepat membuka tasnya, mengambil pil kontrasepsi. Dia tidak berpikir lama lagi, langsung meneguk bersama air hingga tertelan.


Keesokan harinya, Cheyka meminta izin pada Rhuka. Dia ingin pergi bersama dengan Feyra, menuju ke tempat wisata.


"Cheyka, kamu serius ingin pergi bersamanya?" tanya Rhuka.


"Iya, memangnya kenapa? Dia juga tidak keberatan aku ikut, malah dia merasa senang ada yang menemani." jawab Cheyka.


"Bukan seperti itu, maksudku apa kamu tidak ingin aku temani." ujar Rhuka.


"Tidak, bukankah kamu harus segera ke perusahaan Shi'ing Grup." jawab Cheyka.


"Kak Chey, aku ikut." sahut Rhoky.


"Boleh banget." jawab Cheyka.


"Aman Kak." jawab Rhoky.


Cheyka segera pergi, setelah berpamitan dengan Rhuka. Rhoky yang mengantarnya sampai ke penginapan Feyra.


"Feyra!" seru Cheyka.


"Hai, kamu sudah datang." Feyra menyapa kembali.


"Iya, aku bersama Rhoky." ujar Cheyka.


"Kalian dekat sekali iya." jawab Feyra.


"Ngomong-ngomong, kamu mau ngapain ke tempat wisata?" tanya Rhoky.

__ADS_1


"Ini merupakan kegiatan kampus, maka dari itu semuanya harus ikut." jelas Feyra.


"Iya sudah, cepat naik." titah Rhoky.


"Iya, aman." jawab Feyra.


Feyra segera masuk ke dalam mobil, lalu menuju ke wisata air terjun. Rhoky merasa tempat itu juga bagus, sekaligus tempat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan.


”Semoga Feyra mau balikan sama aku lagi.” batin Rhoky.


Beberapa menit kemudian, Feyra sudah sampai. Rhoky dan Cheyka menghela nafas lega, karena sudah sampai tujuan.


"Bagus banget pemandangannya, airnya juga jernih." Cheyka berdecak kagum.


"Maka dari itu, kita akan foto-foto di sana." jawab Feyra.


"Feyra, siapa yang kamu bawa?" tanya teman Feyra, yang kuliah satu kampus.


"Mereka adalah teman-temanku." jawab Feyra.


"Kenalin dong dengan perempuan di sebelah kamu, dia sangat cantik." pujinya.


"Oh, namanya Cheyka." jawab Feyra.


Pria tersebut menghampiri Cheyka, yang sudah melangkahkan kaki duluan. Cheyka menatap air bergemuruh, yang jatuh dari atas ke bawah.


"Hai!" serunya.


"Iya." jawab Cheyka.


"Boleh minta nomor ponselnya?" tanyanya.


"Oh, boleh banget." jawab Cheyka.

__ADS_1


Rhoky mengambil gambar Cheyka, bersama pria muda tersebut.


__ADS_2