Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Kedatangan Disty


__ADS_3

Cheyka sudah kembali ke ruangan komputer, fokus kembali pada permainan. Rhoky memakan cemilan yang dipegang oleh Bombom. Hatinya masih berharap, bila Cheyka mau membantunya.


"Kak, please bantu aku. Bukankah aku sudah melancarkan rencana Kakak." bisik Rhoky dengan percaya diri.


"Membantu apa yang kamu banggakan, jelas-jelas kamu adik terkutuk yang menjerumuskan." jawab Cheyka.


"Kok menjerumuskan, tidak masuk akal." ujar Rhoky.


"Sudahlah, kamu juga tidak akan mengerti." jawab Cheyka.


Cheyka fokus pada layar komputer, berlatih dan terus berlatih selama beberapa hari. Sementara Rhuka juga berlatih, hingga pertandingan semakin dekat.


"Kalian harus siap, besok adalah waktu pertandingan." ujar Mikky.


"Kak manajer bagaimana mau menang, kalau ketua tim tidak latihan beberapa hari." jawab Bombom.


"Saat itu tangannya terluka, jadi harap maklum dia tidak berlatih." ucap Mikky.


"Kalian tenang saja, dan harus tetap optimis. Sebelumnya aku juga berlatih, meski tidak di ruang komputer."


"Hore, Kak Rhuka latihan dalam kamar." Jay dan Jey bersorak.


Mereka semua heboh mengajak bicara ketua timnya, tidak terkecuali Cheyka. Dia tetap diam saja, padahal sudah beberapa hari. Mereka berjalan keluar basecamp, hendak masuk ke dalam mobil. Rhuka menarik tangan Cheyka, mengajaknya untuk mengikuti langkahnya. Mereka menyingkir sebentar, menjauh dari tim yang lain.

__ADS_1


"Cheyka, aku minta maaf telah membuatmu seperti ini. Aku tahu aku salah, aku telah melanggar kesepakatan. Aku akan bertanggungjawab." ujar Rhuka.


"Gampang sekali bilang maaf, mau bertanggungjawab dengan apa." Cheyka teesenyum paksa, sebenarnya sangat malas.


"Bertanggungjawab dengan apa yang kamu inginkan. Sekarang katakan saja, apa yang kamu minta?" tanya Rhuka.


"Aku tidak meminta apapun, cuma tidak ingin terikat denganmu. Terlepas satu tahun pernikahan harus berakhir, aku tidak mau kehilangan apapun dariku. Apa tuan tau dari awal, aku sebenarnya tidak mau menikah denganmu. Karena didesak dengan paksaan, akhirnya aku menerima saja." jawab Cheyka panjang dan lebar.


”lngin memintamu bertahan menjadi suamiku, tapi rasanya aku belum yakin pada perasaanku. Aku juga tidak ingin ditindas, hanya karena istri penebus hutang.” batin Cheyka.


”Ternyata memang bertepuk sebelah tangan, tidak ada rasa apapun di hatinya. Dia saja mengatakan tidak ingin terikat dengan diriku.” batin Rhuka.


Mereka segera masuk ke dalam mobil, dan kendaraan roda empat tersebut berjalan. Beberapa menit kemudian sudah sampai, setelah melaju dengan kekuatan sedang.


"Wah bagus juga, gedungnya juga terlihat mewah." jawab Cheyka.


Tiba-tiba sekelompok orang datang, mereka merupakan pendukung CXGS Gaming.


"Kak Rhuka, minta tandatangan." ujarnya, sambil memberikan pena.


Rhuka mengambil pena, lalu menoreh coretan tanda pengenalnya. Mereka semua mengucapkan terimakasih, usai tandatangan telah didapatkan.


”Banyak juga penggemar tuan muda. Aku juga sadar diri, tidak mungkin mrngharapnya.” batin Cheyka.

__ADS_1


Mereka berjalan ke ruangan istirahat CXGS Gaming, lalu berganti baju seragam. Mereka segera keluar dari ruangan, menuju ke atas panggung. Nama mereka telah dipanggil, oleh pembawa acara.


"Wah, bukankah itu Disty." ujar Mikky.


"Tidak menyangka, dia menjadi pembawa acara." jawab Bombom.


"Benar, pernah kita mendapat undangan dari Oma Serfa." ujar Jay.


"Kalau gak salah undangan tunangan." timpal Jey.


"Apa sih yang kalian bicarakan." Rhuka mengelak.


"Bukankah kuliah di luar negeri, kenapa dia kembali secepat itu." gerutu Rhoky.


"Mungkin, demi mendukung sang calon suami." jawab Mikky bercanda.


Cheyka berada di barisan paling belakang, rasanya dia ingin menangis. Kejadian malam waktu itu teringat lagi, dan bayangan ditinggalkan terlintas kembali. Namun Cheyka tidak mau menghilangkan gambaran diri, karena semua orang mengenalnya gadis ceria dan pemberani. Mengunci mulut yang ingin meraung-raung, bukanlah hal paling mudah.


”Aku bukan cemburu, aku hanya merasa tidak terima. Iya pasti hanya itu, makanya hatiku merasa sakit. Kamu melanggar perjanjian dengan seenaknya, lalu kamu mengambil harga diriku tanpa izin.” batin Cheyka.


Mereka duduk bersama-sama, memasang headset di telinga masing-masing. Mereka berusaha fokus, dan sangat bersemangat. Kali ini musuh berhasil masuk ke area CXGS, Rhoky benar-benar kesal saat monster miliknya kehabisan darah.


"Bisa fokus tidak sih Kak, kali ini tuh kita harus menang. Ini pertandingan berbeda dari sebelumnya, pertandingan tingkat nasional yang kami nanti-nanti." Rhoky menggerutu pada Cheyka.

__ADS_1


”Lihatlah, bahkan mendadak menjadi kejam. Mungkin setelah ini, ada banyak yang memojokkan aku. Kenapa bisa serapuh ini, karena kedatangan gadis cantik itu. Dia berhasil menarik perhatian, semua anggota satu tim.” batin Cheyka.


__ADS_2