Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Pasangan Bahagia


__ADS_3

Semilir angin malam, menyapa telinga Jay dan Jey. Mereka berdua mengendarai mobil dengan kencang, dan tanpa sengaja menabrak mobil Melodi.


"Haduh, tubuhku sakit semua. Siapa si yang menabrak mobilku." Melodi mendengus kesal.


Melodi membuka pintu mobil, dan menurunkan kakinya ke arah luar. Dia menghampiri dua orang yang turun dari mobil.


"Kalian berdua, kenapa bisa ada di sini." Melodi tercengang.


"Kami mau pulang ke basecamp, tanpa sengaja menabrak mobilmu." jawab Jay.


"Makanya, naik mobil itu jangan terlalu kencang." ujar Melodi.


"Maaf Adik kecil, kami tidak tahu." jawab Jey.


"Adik kecil, Adik kecil, sembarangan bicara. Aku ini sudah dewasa, jangan asal menyebut namaku." ucap Melodi.


"Maaf iya, kami berdua memang salah." jawab Jay.


Cheyka rewel, menghentakkan kakinya pada ranjang tidur. Dia mengganggu Rhuka, yang sedang beristirahat dari rasa lelah.


"Sayang, temani aku nonton televisi." ucap Cheyka.


"Iya sayang, ayo kita nonton sekarang." jawab Rhuka.


"Aku mau nonton film horor." pintanya dengan kuat.


"Iya, pasti aku turuti." Rhuka bangun dari tidurnya.


Rhuka segera menghidupkan televisi, lalu memasukkan kaset pada DVD. Cheyka menutup matanya dengan telapak tangan, saat setan muncul pada layar.


"Hih, seram banget si tuh kuntilanak." Cheyka menarik kerah baju Rhuka.

__ADS_1


"Siapa yang suruh kamu menontonnya." jawab Rhuka.


"Aku sendirilah, lalu siapa lagi." ucap Cheyka.


"Nah gitu dong sayang, kalau salah langsung mengaku." jawab Rhuka.


Cheyka melompat dari kursi sofa, langsung memeluk Rhuka. Dia benar-benar takut, pada kuntilanak pada televisi.


"Sayang, matikan saja." Cheyka memanyunkan bibirnya.


"Iya sayang, aku juga mau tidur." jawab Rhuka.


Mereka berdua naik ke atas ranjang tidur, setelah televisi dimatikan. Mulai memejamkan mata masing-masing, dengan posisi kepala Cheyka terbenam dalam dada bidang Rhuka.


Keesokan paginya, Cheyka membuka tirai jendela. Dia menggerakkan tubuhnya, ke kanan dan kiri.


"Sayang, hari ini kita ke jembatan tua yuk. Aku ingin pergi dan pulang, dengan keadaan tersenyum bersamamu. Selama ini, aku belum pernah merasakannya." ucap Cheyka.


Cheyka dan Rhuka menuruni anak tangga, usai membersihkan diri di kamar mandi. Tentunya juga sudah rapi, dengan pakaian santai.


"Kalian mau kemana?" tanya Rhoky.


"Kami mau ke jembatan tua." jawab Cheyka.


"Mau ngapain di sana?" tanya Rhoky.


"Memperhatikan air sungai yang mengalir, dan juga pemandangan hijau yang akan menjadi saksi. Di sana Cheyka pernah meluapkan semua emosi, dan sekarang Cheyka kembali ke sana sambil tersenyum bahagia." jelas Rhuka.


"Aku ingin ke sana bersama Feyra, kami kau foto prewedding." ujar Rhoky.


"Cie, bakalan nikah cepat nih." goda Cheyka.

__ADS_1


"Sudah senyum-senyum gitu, mau mengeluarkan taring tajamnya." ledek Rhuka.


"Kakak kira, aku ini singa." jawab Rhoky.


Rhoky menjemput Feyra terlebih dulu, lalu pergi ke jembatan tua bersama Rhuka dan Cheyka. Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di sana.


"Jembatan tua dan sungai yang mengalir, hari ini aku bahagia. Aku datang bersama suami tercintaku. Biasanya, aku akan menjerit karena lara hati. Tapi hari ini berbeda, aku terharu memiliki suamiku." Cheyka berteriak.


Cheyka mencium pipi Rhuka, lalu Rhoky dan Feyra membuang wajah. Mereka sengaja mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Sayang, kita ke tempat lain aja yuk." ajak Rhoky.


"Aku tidak mau, aku mau difoto sama mereka." jawab Feyra


"Mereka mau menghabiskan waktu berdua." ujar Rhoky.


"Iya udah, aku tetap menunggu di sini." jawab Feyra.


Mereka meninggalkan Feyra dan Rhoky, berjalan-jalan berdua. Feyra dan Rhoky mengikuti, karena ingin minta tolong fotoin.


"Kak Rhuka, fotoin kami berdua." pinta Rhoky.


"Iya, iya, tenang saja." jawab Rhuka.


Feyra dan Rhoky berdiri di tepi sungai, sengaja memegang pancing. Beberapa bidikan mengenai mereka, dengan tanda Kilauan cahaya kamera.


"Hore, bagus banget hasilnya." Rhoky melihatnya.


"Iya dong, siapa dulu yang jadi fotografer." jawab Rhuka.


"Yaelah, sombong banget suamimu Cheyka." ejek Feyra.

__ADS_1


"Kamu si mau aja jadi Adik iparnya." Cheyka nyengir.


__ADS_2