Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Kemurkaan Rhuka


__ADS_3

Tiba-tiba Cheyka merasakan sakit, dia terus memegangi perutnya. Rhuka mulai cemas, takut terjadi apa-apa pada Cheyka.


"Kamu kenapa?" tanya Rhuka.


"Gak apa-apa, aku mau pulang ke basecamp aja." jawab Cheyka.


"Gak bisa, kita harus periksa ke rumah sakit." ucap Rhuka.


"Hmmm.... Kak Rhuka kejam." Cheyka memanyunkan bibirnya.


Rhuka melajukan mobilnya kembali, menuju ke rumah sakit. Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai. Setelah cukup lama, membuang waktu di perjalanan. Rhuka membuka pintu mobil, lalu menggendong tubuh Cheyka sampai ke dalam rumah sakit.


”Aku harus menghalangi pemeriksaan ini. Aduh perutku sakit, bagaimana mau kabur.” batin Cheyka.


Cheyka sudah sampai ke ruang pemeriksaan, sementara Rhuka menunggunya di sana. Beberapa menit kemudian, dokter sudah selesai memeriksa Cheyka.


"Bagaimana Dok kondisi Cheyka? Dia baik-baik saja?" tanya Rhuka.


"Syukurlah, kondisinya baik-baik saja. Hanya ada sedikit infeksi pada rahimnya." jawabnya.


"Aku lihat dia banyak mengonsumsi obat, apa karena itu pengaruhnya." ujar Rhuka, yang suaranya terdengar dingin.

__ADS_1


"Benar, Cheyka tidak boleh mengonsumsi obat kontrasepsi lagi." jawabnya.


"Apa karena kondisi Cheyka, kami tidak akan punya anak?" tanya Rhuka khawatir.


"Bisa saja Pak, tapi lebih diperhatikan pola makannya. Jangan melakukan gaya hidup yang ceroboh, seperti orang pemberani yang tidak takut sakit." jelas dokter.


”Hih Bu dokter, kau sengaja iya membuat suamiku semakin murka. Lihatlah, wajahnya seram sekali. Memangnya kau sering, melihat tingkahku di rumah. Pemeriksaan mu pasti salah, sungguh menyebalkan.” batin Cheyka.


"Aku pasti akan mengawasinya dengan ketat. Tidak akan aku biarkan lengah sedikitpun." ujar Rhuka.


"Baiklah, aku akan buatkan resep obatnya. Bapak sungguh suami yang pengertian." jawabnya menahan tawa.


”Dasar dokter jail, apa maksudmu memuji suami orang. Kau sengaja iya, ingin bermusuhan dengan aku. Seenaknya menyudutkan sang istri, dengan mengatakan aku ceroboh.” batin Cheyka mengomel.


"Kakak ipar sini!" Rhoky memanggilnya.


Bombom bergidik ngeri, tidak biasanya Rhuka seperti itu. Jay dan Jey membenarkan kacamatanya. Sementara Mikky hanya menyipitkan mata, melihat drama rumahtangga mereka. Cheyka berjalan mendekat, dengan raut wajah ditekuk.


"Chey, kamu apakan Kak Rhuka?" tanya Bombom.


"Tidak ada." jawab Cheyka.

__ADS_1


"Seumur hidup aku bersamanya, ini adalah kemarahan terbesarnya." ujar Rhoky.


"Kok kamu bicara seperti itu, biasanya juga dia berbicara dingin. Wajah sudah seperti Godzilla, ingin menelan kalian dalam beberapa menit." Cheyka menunjukkan raut wajah jeleknya.


"Tidak Chey, kali ini dia benar-benar marah. Please bujuk dia, kalau tidak kami yang terkena sasaran." jawab Jey.


"Aku yakin, kamu membuat kesalahan sangat besar." timpal Jay.


"Aku akan membujuknya." Cheyka berjalan dengan pelan-pelan.


"Oke, semangat Chey!" jawab semuanya.


Tok! Tok!


"Sayang, aku mau bicara sebentar. Aku tahu kamu kecewa, tapi jangan mendiamkan aku seperti ini." ucap Cheyka.


Tidak ada sahutan, padahal sebenarnya Rhuka ada di dalam. Dia ingin Cheyka intropeksi, menyadari di bagian mana dia bersalah. Cheyka merasa lesu, kenapa dia bisa berbuat nekad pikirnya.


Cheyka bersandar pada pintu. "Sayang apa kamu tahu, bahwa sejujurnya aku banyak menemukan kecurigaan. Wajar saja bila aku tidak percaya, dengan pernyataan cintamu itu. Ada bekas lipstik pada kerah bajumu, bahkan aku menemukan bajumu terganti saat pulang meeting. Aku tidak sengaja mengikuti mu, dan melihat langsung kamu masuk kamar hotel. Bayangkan saja, kalian hanya berdua. Belum lagi, aku menemukan parfum dalam saku jas. Padahal awalnya aku hampir percaya, bahwa kamu mencintai aku."


Rhuka membulatkan kedua matanya, sambil mengepalkan kedua tangan. Pasti hal ini disengaja oleh Disty, agar rumahtangga mereka cepat berakhir. Rasanya ingin dia cekik hidup-hidup si Disty.

__ADS_1


”Aku belum bisa berbicara padamu Cheyka, rasa kecewa itu masih ada. Tapi aku berjanji pada diriku, kejadian seperti ini tidak akan terulang.” batin Rhuka.


__ADS_2