Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Demam


__ADS_3

Setelah puas berkeliling dan membeli perlengkapan bayi, Rhuka dan Cheyka melangkahkan kakinya keluar mall. Seorang paparazi mulai membidik mereka berdua.


"Eh, itu ada dua orang perempuan membawa kamera. Mereka siapa iya sayang, atau jangan-jangan paparazi." ucap Cheyka.


"Sepertinya iya, mereka hobi sekali mengambil gambar orang diam-diam." jawab Rhuka.


Cheyka dan Rhuka segera berlari, keluar dari mall. Melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil, malas untuk dibidik secara diam-diam. Namun semuanya terlambat, gambar mereka telah terunggah di internet.


Cheyka membuka ponselnya, membalas pesan masuk dari Feyra. Tiba-tiba saja ada notifikasi, dari menu peramban internet.


"Seorang istri pimpinan Shi'ing Grup, berlagak kaya ketika berbelanja di mall. Demi mendapat kepercayaan publik, sengaja pura-pura membeli perlengkapan bayi."


Cheyka membacanya dengan sedikit kuat, sehingga dapat terdengar di telinga Rhuka. Masih fokus menyetir mobil, namun mendengarkan dengan intens.


"Sayang, siapa iya yang telah melakukan ini?" tanya Cheyka.


"Pasti dua paparazi tadi, yang menulis berita asal-asalan." jawab Rhuka.


"Lalu, siapa yang menyuruhnya?" tanya Cheyka.


"Pasti itu perbuatan Melodi, dia sudah mengakui semuanya. Saat aku menemukan anting bintang, di kamar basecamp kamu. Dia tidak ingin dimasukkan sel jeruji besi, makanya mengatakan dengan jujur bahwa dialah pencuri buku agenda." jelas Rhuka.


"Kayaknya, keluarga kamu banyak yang gak suka sama aku." ujar Cheyka lesu.


"Melodi dan Bibi Wilda tidak usah dipikirkan, kalau dia tidak suka bukanlah hal penting. Yang menjalani hubungan pernikahan, adalah kita berdua." jawab Rhuka.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyerah, aku pasti bisa membuat mereka suka sama aku. Kayak kamu, yang menjadi suka sama aku." ujar Cheyka.


"Membuat orang lain suka bukan tugasmu." jawab Rhuka.


Keesokan harinya, tubuh Cheyka menggigil. Dia benar-benar merasa tidak enak badan. Rhuka merasakan pergerakan tubuh Cheyka, lalu dia terbangun dari tidurnya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Rhuka.


"Gak tau sayang, tubuhku tiba-tiba menggigil." jawab Cheyka.


Rhuka memegang dahinya, yang terasa panas. Dia segera keluar dari kamarnya, untuk mengambil makanan. Rhuka membawakan sirup alami dari tumbuhan, yang bisa mengobati demam. Cheyka melihat berita trending topik populer, selalu dirinya dan Rhuka yang menjadi berita terpanas.


"Kenapa masih sempat-sempatnya memegang ponsel, kamu itu sedang sakit." ujar Rhuka.


"Aku tidak tenang, dengan berita seperti ini." jawab Cheyka.


"Tapi sayang, aku benar-benar muak." Cheyka cemberut.


"Biar Joffy yang mengatasi semuanya." jawab Rhuka.


"Kalau Joffy tidak bisa, Jordan juga bisa." ujar Cheyka.


"Kenapa membahasnya, aku tidak ingin mendengar namanya disebut. Aku bisa mengatasinya, tanpa perlu bantuan pria manapun." jawab Rhuka.


"Itu bau banget dalam mangkuk." Cheyka menutup hidungnya.

__ADS_1


"Kamu harus meminumnya." jawab Rhuka.


"Aku tidak mau, kalau kamu memaksa. Jangan memperlakukan aku dengan aturan gilamu itu." Cheyka protes.


"Ini obat untuk menyembuhkan sakit, terbuat dari tumbuhan alami." jawab Rhuka.


Cheyka terus mendorong tangan Rhuka, yang mulai menyodorkan sendok secara paksa. Cheyka rasanya ingin berlari, karena sangat menolak untuk meminumnya.


"Kamu pilih aku yang memasukkan ke mulut, lalu memberikan padamu. Atau kamu saja, yang memasukkan ke mulutmu sendiri." ujar Rhuka, memberikan pilihan.


"Aku saja yang minum sendiri." jawab Cheyka.


Cheyka meneguk dengan ragu-ragu, sambil menutup hidungnya sendiri. Rasanya ingin muntah, tapi tetap juga dipaksa.


"Haduh, ini tumbuhan apa si." gerutu Cheyka.


"Ini adalah gingseng Korea." jawab Rhuka.


Cheyka bergidik karena rasanya yang pahit setelah dikonsumsi. Hanya terasa manis diawal saja.


"Ini adalah pemaksaan yang hakiki." ujar Cheyka.


"Wajahmu kalau cemberut saja imut, apalagi kalau tersenyum." Rayuan maut dari Rhuka.


Rhuka mengambil mangkuk kecil, yang ada di tangan Cheyka. Dia meletakkannya di atas nakas, lalu segera keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Kak Rhuka, apa Kak Chey sudah minum obatnya?" tanya Bao.


"Sudah dong, tapi harus dipaksa." Rhuka tersenyum sipit.


__ADS_2