
Disty membawa map berwarna coklat, lalu memberikannya pada Rhuka. Rhuka hendak mengambilnya, lalu tangan Disty sengaja menyenggolnya.
"Yah jatuh map-nya, maaf iya Kak Rhuka." ujar Disty.
Rhuka segera beranjak dari duduknya, dan berjongkok di lantai. Disty juga ikut membantu mengambil berkas yang jatuh. Tangan kirinya memasukkan parfum, ke dalam saku jas Rhuka.
"Hah, akhirnya tidak hilang." ujar Disty.
"Berkasnya hanya jatuh di sini, mana mungkin hilang." jawab Rhuka.
Rhoky dan Feyra duduk di atas batu, yang dekat dengan air terjun. Rhoky sedang berpikir, bagaimana cara memulainya. Apakah harus sekarang, atau lain kali saja.
"Feyra, mulai sekarang izinkan aku menjemput kamu pulang dari kampus." ujar Rhoky.
"Maaf iya Rhoky, aku sudah terbiasa pulang pergi sendiri." jawab Feyra.
"Aku tahu, namun apa salahnya sesekali." tawar Rhoky.
"Hmmm... tidak bisa, aku lebih nyaman sendiri." Feyra menolaknya.
Pria muda itu, melihat Cheyka yang mengelap keringat. Dia memberikan Cheyka botol air minum.
Cheyka menerimanya. "Terimakasih." ucap Cheyka.
"Iya sama-sama." jawabnya.
"Nama kamu siapa?" tanya Cheyka.
"Oh iya, aku hampir lupa memperkenalkan diri. Namaku adalah Jordan." jawabnya.
Cheyka tersenyum, dia merasa Jordan pria yang baik. Tiba-tiba ponsel Cheyka berbunyi, ternyata dari Bombom lagi.
__ADS_1
"Hai Bom!" seru Cheyka.
"Hai Chey, cepat ke sini lagi." jawab Bombom.
"Maaf iya Bom, akhir-akhir ini Kak Rhuka sibuk." jawabnya.
"Suruh dia menginap di basecamp saja, karena pertandingan juga tidak lama lagi." pinta Bombom.
"Baiklah, aku akan mencoba bicara, itupun bila dia tidak keberatan. Lagipula jarak rumah Kak Rhuka dengan kantor lebih dekat, daripada basecamp CXGS Gaming." jelas Cheyka.
"Cobalah bujuk dia, please iya Chey." Bombom asyik menikmati cemilan.
"Iya, iya, baiklah." jawab Cheyka.
Bombom segera memutuskan sambungan telepon, setelah dia berpamitan. Jordan merasa tidak asing dengan CXGS Gaming.
"Tadi aku mendengar, kamu membicarakan CXGS Gaming. Apa kamu tinggal di sana juga, sebagai pelayan atau tukang bersih-bersih?" tanya Jordan.
"Oalah, kenapa aku tidak mengetahui. Mungkin karena aku sibuk, sudah lama tidak mengecek siaran langsung." ucap Jordan.
"Iya, aku juga baru gabung. Aku menggantikan posisi Ferry, karena dia pergi ke luar negeri." jawab Cheyka.
Jordan menganggukkan kepalanya, dia sangat mengidolakan pemain game profesional. Namun selama ini, dia selalu menunggu seorang perempuan.
"Kamu tahu tidak, bahwa perempuan idamanku adalah pemain game profesional." Jordan tersenyum bercanda.
"Hah benarkah? Coba cari saja." jawab Cheyka.
"Tidak perlu mencari, orangnya sudah ada di sebelahku." ujar Jordan.
"Kamu ini ada-ada saja, aku bukan pemain profesional. Aku masih perlu belajar, dan juga terus belajar." jawab Cheyka.
__ADS_1
"Intinya kamu satu-satunya perempuan pemain game, yang aku kenal." ujar Jordan.
"Iya sudah, terserah kamu saja." jawab Cheyka.
"Oke, berarti kamu mengizinkan aku mengejarmu." ucap Jordan bersemangat.
"Tidak bisa juga dikatakan seperti itu." jawab Cheyka.
Dosen sudah datang, dia segera memberi pengarahan pada muridnya. Mereka semua mendengarkan instruksi dari dosen, tak terkecuali Rhoky dan Cheyka.
"Feyra, nanti kamu satu tim sama Jordan, Egi, dan Ega." ujarnya.
"Baik Pak." jawab Feyra.
Mereka mulai mengerjakan tugas masing-masing, mengamati tanaman disekitarnya. Mereka akan membuat makalah biologi, dengan jumlah bab yang panjang.
"Feyra, apa yang harus kita kerjakan? Kamu 'kan ketua kelompok." ujar Egi.
"Iya, tapi aku tetap bingung." jawab Feyra.
"Aku tahu apa yang harus dicatat, bisa dimulai dari bagaimana proses bermula." sahut Cheyka.
"Oh iya kamu benar, ternyata cukup tahu juga tentang strawberry." Jordan kagum.
"Aku sebenarnya tidak begitu paham, namun menjadi paham setelah mempelajarinya. Kakekku adalah seorang petani, yang mengelola kebun strawberry sendiri." ujar Cheyka.
"Wah beruntung sekali, pasti kamu puas ke kebun bersama Kakek." jawab Jordan.
"Sejak aku lahir, aku tinggal bersama orangtua angkat. Aku hanya seorang anak, yang ditinggalkan di tong sampah rumah sakit. Jadi, baru akhir-akhir ini bertemu Kakek." ujar Cheyka.
"Uluh, uluh, jangan sedih. Aku minta maaf, sudah membahasnya lebih jauh." jawabnya.
__ADS_1