
Tiba-tiba saja, banyak sekelompok orang berlarian. Mereka adalah wartawan yang mengikuti dari awal, sejak Cheyka dan Rhuka keluar dari basecamp.
"Sayang, kita kabur yuk! Aku tidak mau, mereka mengetahui hubungan kita." ajak Cheyka.
"Biarkan saja, ini sudah saatnya." jawab Rhuka.
"Tapi, apa harus seperti ini?" tanya Cheyka.
"Mau bagaimana lagi." jawab Rhuka santai.
Wartawan itu sudah berhasil, mengepung mereka. Sibuk menyodorkan alat perekam dan mic, dari semua sisi.
"Kak Rhuka, apa hubunganmu dengan Cheyka anggota tim baru?" tanya seorang perempuan muda.
"Hubunganku dan dia adalah suami istri." terang Rhuka.
"Hah, kabar sebesar ini kenapa baru diketahui. Kapan kalian menikah?" tanyanya lagi.
"Tentu saja sudah lama, sekitar enam bulan lalu." jawab Rhuka.
"Kenapa tidak diketahui oleh publik?" tanyanya.
"Karena aku sengaja merahasiakannya." jawab Rhuka.
"Apa karena kehadiran perempuan ini, jadi Kak Rhuka kalah melawan ABC Gaming?" tanya seorang pria muda.
"Tidak juga, hubungan asmara dan dunia game berbeda." jawab Rhuka.
"Terimakasih atas waktunya untuk wawancara." ucap pria tersebut.
__ADS_1
"Iya, sama-sama." jawab Rhuka.
Cheyka tersenyum menghadap kamera, bersamaan dengan Rhuka juga. Para wartawan itu pergi, setelah puas dengan hasil wawancara.
Pada malam harinya, Cheyka dan Rhuka berdiri di balkon. Mereka menatap bintang-bintang, yang berada di atas langit.
"Kak Rhuka, aku ingin banget meneropong bintang." ungkap Cheyka.
"Sayang, kamu tenang saja. Aku pasti akan menuruti, apapun yang kamu mau." jawab Rhuka.
"Kamu memang suamiku yang baik." puji Cheyka.
"Aku cuma minta satu hal, jangan pernah berniat pergi lagi." jawab Rhuka.
"Iya, tapi kamu sudah gak marah 'kan?" tanya Cheyka.
"Gak, sudah hilang bersamaan ungkapan cintamu tadi." jawab Rhuka.
"Sebenarnya ada, saat kita akan mengikuti pertandingan di luar kota. Namun, semua rencana tidak terlaksana. Aku sudah mengungkapkannya, saat di jembatan tua." jelas Rhuka.
"Iya sayang, aku ingat sekali hal itu. Waktu itu, aku benar-benar tidak mempercayai kamu." ucap Cheyka.
"Itulah kesalahan kamu, padahal aku mengungkapkannya dari hati." jawab Rhuka.
Mereka berdua menggenggam tangan masing-masing, lalu saling mencium satu sama lain. Sementara di ruang depan, terdengar suara heboh menonton televisi. Bao beranjak dari pangkuan Rhoky, dia ingin menemui Cheyka dan Rhuka.
"Kak Rhoky, aku mau ke atas dulu iya." ujar Bao.
"Jangan sayang, hari sudah malam." jawab Rhoky.
__ADS_1
"Memangnya kenapa, tidak ada yang salah juga." ucap Bao.
"Ada yang salah, kamu dapat mengganggu waktu mereka." jawab Rhoky.
"Pokoknya aku tetap harus ke kamar mereka." Bao ngotot.
"Jangan sayang, nanti kamu gak dapat hadiah dedek bayi." jawab Rhoky merayu.
Keesokan paginya, Cheyka hendak memasak ke dapur. Namun mengurungkan niatnya, karena mendengar suara di ruang depan. Cheyka melangkahkan kakinya, untuk melihat ada apa gerangan. Ternyata oh ternyata, mereka sedang menonton pertandingan sepak bola.
"Apa kalian tidak tidur semalaman?" Cheyka bertanya, sambil mangap-mangap.
"Tidak Chey, habisnya seru banget si." jawab Bombom.
"Wah parah banget dah." Cheyka menutup mulutnya, yang masih menguap.
"Harap maklum Chey, sudah menjadi rutinitas kami." jawab Mikky.
"Chey, kenapa semalam Kak Rhuka tidak keluar?" tanya Jay.
"Mungkin dia kecapean." Cheyka menarik sedikit sudut bibirnya.
Rhoky tersenyum. "Aku menjaga Bao dengan baik, supaya tidak menganggu kalian."
"Untuk apa kamu mengatakannya, apa karena mengharap imbalan." jawab Cheyka.
"Tidak perlu, asal kalian mempunyai anak aku pasti menang taruhan." ujar Rhoky.
"Dasar seenaknya, menjadikan hubungan orang lain taruhan." ledek Cheyka.
__ADS_1
Rhoky hanya tertawa kecil, bersama dengan perginya kakak iparnya. Cheyka memasuki ruang dapur, untuk mulai memasak seperti biasanya. Cheyka benar-benar merasa semangat, menggoreng tempe dan tahu.
"Masakan kali ini, akan sangat lezat. Meski dari menu sederhana, tapi pengolahannya penuh cinta. Prosesnya yang dilalui dengan ikhlas, serta bumbunya yang dibuat sambil tersenyum." Cheyka berbicara sendiri sambil mengaduk tempe, dalam kuali penggorengan.