Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Memberi Hadiah


__ADS_3

Pada malam harinya, Rhuka pulang ke basecamp CXGS Gaming. Dia ingin istirahat, namun malah bermain game. Beberapa menit setelahnya Rhuka menghampiri Cheyka, yang sedang asyik bermain ponsel.


"Cheyka, aku mau bicara denganmu." ujar Rhuka.


"Tidak bisa, aku sibuk." jawab Cheyka.


"Kak Rhuka, kenapa kau selalu mendekati Cheyka?" tanya Mikky.


"Karena dia istriku." jawab Rhuka.


Jay, Jey, Mikky, membulatkan kedua matanya, merasa sangat terkejut dengan penuturan mendadak.


"Kapan menikahnya? Kok tidak ada undangannya?" tanya Jay.


"Dia hanya bercanda." Cheyka malah menjawab.


”Sudah susah payah aku merahasiakan, namun malah kamu membongkarnya.” batin Cheyka.


"Aku tidak bercanda, aku benar-benar serius. Mungkin saja, sebentar lagi kami akan punya anak." ungkap Rhuka.


"Wah, selamat iya." jawab Bombom.


Mikky terlihat semringah, mungkin saja bisa menjadi teman anaknya. Mikky teringat akan dua putranya, yang sangat nakal.


"Kak Rhuka, besok dia akan main bersama putraku." ujar Mikky.


"Hmm... bagus juga. Tapi, anakku belum ada." jawab Rhuka.


Rhoky bermain ponsel sambil senyum-senyum sendiri, melihat balasan pesan dari Feyra. Terlihat sekali bahwa dia tidak terima, dengan kekalahan yang diraih olehnya.


"Feyra, Feyra, mengaku saja kalau kamu kalah." Rhoky menepuk-nepuk ponselnya.


"Dasar bucin!" ledek Jay.

__ADS_1


"Biarkan saja, lagipula ada yang lebih pengalaman dari aku." jawab Rhoky.


"Siapa yang berpengalaman dari kamu?" tanya Jey.


"Siapa lagi, bila bukan Kak manajer." jawab Rhoky.


Cheyka terpaksa beranjak dari duduknya, dia mengikuti langkah kaki Rhuka. Berjalan mendekat ke arah pojokan.


"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Cheyka.


"Aku mau bilang, kalau aku bawa hadiah untukmu." jawab Rhuka.


"Hadiah apa?" tanya Cheyka, dengan raut biasa saja.


Rhuka mengeluarkan sebuah kotak, dari dalam tas kerjanya. "Ini ada sebuah kalung love, pemberian spesial dari suamimu. Kamu harus memakainya setiap hari, karena aku ingin selalu melihatnya."


"Kenapa tidak memberikannya pada Disty?" Cheyka tersenyum, pura-pura bahagia.


"Terimakasih atas hadiahnya." ujar Cheyka.


"Hanya seperti ini cara berterimakasih." jawab Rhuka.


"Lalu harus apa?" tanya Cheyka.


Rhuka menunjuk pipi dan bibirnya. "Cium."


Cheyka menunduk, tidak mau melakukannya. Ada banyak lirikan mata, yang tertuju ke arah Cheyka dan Rhuka. Rhoky masih asyik dengan ponselnya, sedangkan Jay, Jey, dan Bombom memperhatikan Rhuka.


"Kenapa kalian memperhatikan orang berduaan, kasian iya jomblo." ledek Rhoky, sambil tersenyum.


"Haduh, kamu lupa dengan dirimu sendiri iya. Lihatlah, kamu juga tidak punya istri." ledek Jay.


"Aku tidak punya istri, tapi setidaknya punya pasangan. Ada Feyra, yang menjadi pacarku." Rhoky tersenyum sendiri.

__ADS_1


"Benarkah, sungguh sangat kasian jadi Feyra. Kenapa juga dia mau balikan lagi sama kamu." jawab Jay.


Rhuka tahu, bahwa Cheyka merasa tidak nyaman. Rhuka segera menarik tangannya, dan berjalan menapaki tangga.


"Kita akan melakukannya di kamar." ucap Rhuka.


"Hmmm... aku mau bermain game." jawab Cheyka.


"Tidak apa-apa, besok aku ajari sampai puas." ucap Rhuka.


"Kak Rhuka, aku benar-benar ingin tidur." Masih beralasan.


"Kemana kata sayang, yang dulu pernah keluar dari bibirmu. Aku sudah lama tidak mendengar, jadi merasa rindu." ujar Rhuka.


"Hmmm... iya sayang." jawab Cheyka.


Rhuka membuka pintu kamar, lalu masuk ke dalam berdua. Rhuka segera meletakkan tas kerjanya, lalu Cheyka membantu melepaskan jasnya. Rhuka segera mendorong tubuh Cheyka, ke atas ranjang tidur.


"Cheyka sayang, ayo kita melakukannya lagi." ajak Rhuka.


"Hmmm... lain kali saja." Cheyka mengelak.


"Kamu kenapa si, sama suami sendiri juga." ucap Rhuka.


"Tapi, hari ini tidak tepat." jawab Cheyka.


"Tidak ada lain kali, karena bagiku hari ini sangat pas." Rhuka mencium pipi Cheyka.


Cheyka berusaha menghindar. "Kamu bilang, tidak akan menunjukkan sifat seolah cinta."


"Aku bukan sandiwara, karena aku benar-benar mencintaimu." Rhuka mendorong pundak Cheyka dengan lembut.


Cheyka sekarang terbaring di atas ranjang tidur, dan Rhuka berada di atas tubuhnya. Rhuka mencium bibir Cheyka, lalu melakukan hal selanjutnya yang harus dilakukan.

__ADS_1


__ADS_2