Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Pertandingan Game Lagi


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, setelah Cheyka melahirkan putranya. Sekarang saatnya, untuk Rhuka dan Cheyka bertanding. Feyra juga ikut menemani Rhoky, untuk pergi ke luar negeri.


"Melodi, ngapain kamu ikut berkemas?" Rhoky melihat Melodi, yang sedang menyeret kopernya.


"Tentu saja, aku mau ikut kalian." jawab Melodi.


"Eits, kamu bukan anggota tim CXGS Gaming. Dilarang ikut, dan sangat tidak boleh." ujar Rhoky.


"Huh sangat lucu, aku disuruh manajer kalian ikut." jawab Melodi.


Pesawat lepas landas, pada pukul 08.00. Dengan kekuatannya di atas udara, menuju ke arah Pakistan.


Disty sibuk memukul jeruji besi, ingin keluar dari sana secepatnya. Dia merasa tidak terima, diperlakukan seperti sampah. Bahkan kedua orangtuanya, tidak ingin membebaskan Disty.


"Kenapa, mereka sama tidak punya hatinya seperti Rhuka." monolog Disty.


"Hei diam lah, suaramu mengganggu kami." jawab perempuan bertubuh gendut.


"Memangnya gue pikirin." bantah Disty.


"Berani melawan di sini, belum tahu dia siapa kita." Melangkahkan kaki mendekat, sambil berkacak pinggang.


”Ngapain si, aku harus bersama dengan mereka.” batin Disty.


"Wow, anak orang kaya masuk penjara. Tangan putih mulus, dan juga kaki bersih." ujar perempuan bertubuh kurus.

__ADS_1


"Apa lu lihat-lihat." jawab Disty galak.


Mereka saling bertinju, karena adanya perlawanan dari Disty. Polisi menghentikan aksi mereka, saat melihat Disty terbentur lantai. Tubuhnya melemas setelah dikeroyok, dalam waktu beberapa jam.


Keesokan harinya, Cheyka dan Rhuka mengurus bayi bersama. Yanky bergerak, sambil menatap kedua orangtuanya.


"Lucu banget si, aku jadi ingin terus melihatnya." ujar Cheyka.


"Iya sayang, saat remaja dia pasti tampan." jawabnya.


Mereka memberikannya pada Mikky, karena hanya dia yang berada di ruang istirahat. Selaku manajer tidak ikut turun tangan, untuk bermain di atas panggung. Cheyka dan Rhuka berusaha fokus, untuk bermain Monster Adventure.


"Mari kita sambut, pemenang lomba nasional di Bali. CXGS Gaming, silahkan maju ke atas panggung. Berikan tepuk tangan meriah, untuk para penonton." ujar pembawa acara.


Plok! Plok!


"Kak Rhuka, selaku ketua tim apa sudah mempersiapkan untuk kemenangan internasional?" tanya pembawa acara.


"Sejauh ini sudah disiapkan dengan matang, di tengah kesibukan mengurus perusahaan Shi'ing Grup. Namun sebuah kemenangan, tetap membutuhkan kekompakan." jawab Rhuka.


Tangan Disty mulai bergerak, dan kedua orangtuanya menggenggam erat tangannya.


"Disty, kamu sudah sadar Nak?" tanya Ezni.


"Sudah Ma." jawab Disty, dengan suara lemah.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu bisa berkelahi di penjara." ujar Lilian.


"Karena Papa tidak peduli, walaupun mungkin aku akan mati. Papa tidak mau membebaskan dari dalam penjara, hanya karena aku pembuat situs Redaksi Media." jelas Disty.


"Maafin kami berdua iya Disty, ini semua demi kebaikan kamu. Kami menginginkan kamu berubah, jangan memaksa Rhuka untuk mencintai kamu." ucap Ezni.


"Ma, aku dari kecil sudah bersamanya. Cheyka masuk, lalu merebut Kak Rhuka." jawab Disty.


"Apa kamu tidak menyadari, mereka semakin mudah jatuh cinta. Rhuka dan Cheyka selalu bertemu, mereka bergabung dalam satu game. Sedangkan kamu, sibuk kuliah kedokteran di luar negeri." ungkap Ezni.


"Aku tidak mau tahu, aku hanya mau Kak Rhuka." jawab Disty.


"Kamu jangan mengotot, buka mata hatimu. Dia sudah menjadi seorang Papa, ada Yanky yang membuat hubungan mereka semakin kuat." ucap Ezni.


"Oke, aku paham." jawab Disty, mulai pasrah.


Seketika dia meneteskan air mata, dan berpikir andai waktu terulang. Kalau dirinya tidak mengejar cita-cita, mungkin dia akan mendapatkan cinta Rhuka.


”Cita-cita dan cinta itu, kek beda tipis. Keduanya harus sama-sama diperjuangkan, namun, akan ada yang mundur salah satunya.” batin Disty.


Setelah usai pertandingan, Rhuka dan Cheyka kembali ke ruang istirahat. Cheyka memberikan asi dalam botol, pada si mungil Yanky.


"Bagaimana, apa pertandingannya lancar?" tanya Mikky.


"Iya Kak manajer, tapi harus tanding dengan tim Maut lagi." jawab Bombom.

__ADS_1


"Kalian harus lebih semangat, hati-hati dengan tim ini." Mikky mengingatkan.


"Iya Kak." jawab semuanya.


__ADS_2