Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Kesibukan Cheyka


__ADS_3

Rhoky dan Feyra lompat-lompat di atas ranjang tidur. Bagaikan dunia milik berdua saja, yang lainnya sedang ngontrak di semesta.


"Rhoky, aku bahagia sekali." ucap Feyra.


"Iya sayangku, aku juga bahagia." jawab Rhoky.


"Aku ingin deh, kita hidup mandiri. Tinggal di rumah hanya berdua." ujar Feyra.


"Kamu tenang saja, aku akan mengemasi barang. Kita akan tinggal di basecamp setelah ini." jawab Rhoky.


"Oh iya, biar ada yang masakin kamu." Feyra cekikikan.


"Iya, biasanya aku bagai kadal tidak terurus." Rhoky menahan tawa.


Pada malam harinya, mereka makan malam bersama. Melodi menghampiri Cheyka, yang sedang menggendong keponakannya.


"Kak Chey, aku minta maaf iya." ucap Melodi.


"Iya, lupakan saja yang sudah berlalu." jawab Cheyka.


"Terimakasih Kak Chey." ujar Melodi.


"Iya, tidak perlu sungkan." jawabnya.


Serfa senang, melihat mereka sudah akur lagi. Wilda diam saja, merasa tidak punya teman lagi. Tidak ada yang membantunya, untuk menyingkirkan si Cheyka.


"Melodi, kamu kenapa si minta maaf pada Cheyka." bisik Wilda.


"Karena aku ingin berdamai saja. Aku ingin menggendong keponakanku." jawab Melodi.


"Semuanya, aku ingin memberitahu informasi penting. Besok, aku akan kembali ke luar kota." Wlida merasa malu, sehingga memilih menjauh.

__ADS_1


"Iya, tidak masalah." jawab Serfa.


"Hih, Mama kok senang banget." Wilda mengerucutkan bibirnya.


Tok! Tok!


Keesokan harinya, terdengar bunyi ketukan pada pintu basecamp. Jay dan Jey melambaikan tangan, dengan raut wajah ceria.


"Hai Melodi, kamu mencari kami iya?" tanya Jay.


"Bukan, aku mencari Kak Mikky." jawab Melodi.


"Dia sudah punya istri." ujar Jey.


"Aku gak peduli statusnya, karena hanya ingin membahas kontrak." jawab Melodi.


Mikky muncul di belakang Jay dan Jey. Dia menyuruh Melodi, untuk masuk ke dalam basecamp.


"Iya Kak." jawab Melodi.


Jay dan Jey hanya gigit jari, melihat mereka yang sedang asyik mengobrol. Sedangkan Melodi, terus saja tersenyum.


"Ternyata, anak Kak Mikky perempuan. Bisa dijodohin tuh sama ponakan ku." Melodi tersenyum.


"Aku kira yang hanya ada pemikiran itu, hanya para anggota tim saja. Ternyata, kamu juga sama." Mikky geleng-geleng kepala.


"Tidak ada salahnya 'kan Kak?" ucap Melodi.


"Iya, tapi anak-anak masih bayi." jawab Mikky.


"Meskipun bayi, tidak apa-apa direncanakan. Bilang saja pada mereka, bahwa sudah dijodohkan dari kecil." ujar Melodi.

__ADS_1


"Tidak bisa seperti itu, karena kita tidak bisa memaksa kehendak. Belum tentu, besarnya mereka saling mencintai." jawab Mikky.


Cheyka melihat Rhoky dan Feyra, yang baru saja menuruni anak tangga. Mereka saling bergandengan tangan, berbeda sekali dengan awal pernikahan Cheyka. Dia sudah ditinggal saja, usai ijab qobul dilaksanakan. Tapi dia tahu, bahwa Rhuka menjenguk Bombom.


"Pagi Kakak ipar!" sapa Feyra.


"Pagi juga Adik ipar yang imut." jawab Cheyka.


"Kak, Yanky sedang apa sekarang?" tanya Feyra.


"Dia sedang bobok di kamar." jawab Cheyka.


"Kak Rhuka mana?" tanya Rhoky.


"Dia sibuk, ada urusan meeting mendadak. Tidak bisa diwakilkan oleh Joffy, jadi dia sudah pergi dari tadi pagi." jawab Cheyka.


"Rhoky, aku heran deh sama kamu. Kenapa kamu tidak bisa seperti Kak Rhuka. Seharusnya, kamu bisa menggantikan dirinya." ucap Feyra.


"Aku tidak menyukai urusan perusahaan, cuma terkadang Oma aja yang ribet. Dia menyuruh aku, mempelajari seputar bisnis." jawab Rhoky.


"Awalnya kamu menolak, tapi terkadang keadaan sulit memaksamu untuk menerima. Di masa depan, kita harus banyak memegang ilmu." ujar Feyra.


"Iya benar, tidak mungkin bisa membiarkan istri kelaparan." jawab Rhoky.


Cheyka mendengar suara tangis Yanky, dia segera pergi ke kamar untuk melihatnya. Ternyata benar saja, dia sudah terbangun. Dia merasakan haus, dan ingin diberikan asi.


Rhoky dan Feyra segera keluar rumah, ingin menghabiskan waktu berdua. Mereka berencana akan bermain speed boat di pantai.


"Sayang, seru sekali hari ini." ujar Feyra.


"Iya dong, kita akan pergi berlibur." jawab Rhoky.

__ADS_1


Speed boat mulai melaju, saat mereka menungganginya. Deras ombak menyambar speed boat, yang mereka kendarai.


__ADS_2