
Keesokan harinya, Rhuka pergi ke perusahaan Shi'ing Grup. Joffy juga ada di sana, untuk membantu Rhuka.
"Tuan muda, sepertinya publik tidak semudah itu dialihkan." ungkap Joffy.
"Lalu, apa kamu sudah menemukan bukti." jawab Rhuka.
"Sejauh ini belum, karena situs Redaksi Media menggunakan pengaman situs. Jadi, tidak bisa dilacak siapa pemiliknya." ucap Joffy.
"Apapun alasannya, aku pasti bisa menemukannya." jawab Rhuka.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, dan Rhuka mempersilahkan mereka masuk. Ternyata karyawan dan karyawati yang melaporkan, bahwa banyak supplier membatalkan kerjasama.
"Tuan muda, banyak supplier tidak suka dengan berita trending topik tersebut. Lihatlah mereka semua, dengan seenaknya membatalkan kesepakatan." ungkapnya.
"Inilah bila awalnya, tidak digunakan surat kontrak. Mereka menjadi seenaknya, mentang-mentang sudah berlangganan." jawab Rhuka.
Rhuka menyuruh mereka semua keluar dari ruangan, lalu mencari supplier baru lagi. Suara-suara karyawan dan karyawati yang tidak terima, karena merasa gaji mereka akan terancam.
"Nasib ini tidak enak sekali, harus terlibat sandiwara nona game itu."
"Benar, nona Cheyka itu ternyata tidak sungguhan dengan tuan muda."
"Lihatlah saja, waktu diawal kusam. Sekarang terlihat cerah, karena menjadi nyonya besar."
"Sekali dayung, dua pulau terlampaui."
"Enak sekali iya hidupnya, dengan cara mendekati ketua tim."
"Padahal juga, belum tentu lolos seleksi. Hanya saja mengandalkan orang dalam."
__ADS_1
"Permainannya jelek loh waktu diawal, menggunakan mouse aja kaku."
"Perempuan kayak dia, gak seharusnya diidolakan."
"Serbu aja tuh sosial medianya biar tau rasa."
"Apa perlu dia harus keluar dari game CXGS Gaming.
Joffy sudah keluar dari ruangan, melihat karyawati yang sibuk bergosip. Joffy benar-benar kesal, karena mereka berani-beraninya membicarakan hal tidak penting.
"Apa kalian dibayar di perusahaan ini, untuk mengobrol panjang dan lebar dengan santai." ujar Joffy.
"Maaf sekretaris Joffy." jawab mereka, hampir bersamaan.
Feyra bermain ke rumah Cheyka, saat pulang dari kampus. Dia ingin mengajak Cheyka, untuk menemaninya pergi.
"Hmmm... pastinya kita tidak jauh, dari rumah ini." jawab Feyra.
Mereka berjalan dengan santai, sambil menikmati pemandangan senja pada sore hari. Tiba-tiba saja, ada sekelompok orang menghampiri.
"Lihatlah, itu 'kan istri Kak Rhuka. Ayo kita serbu dia." ajaknya.
"Iya, benar-benar tidak tahu malu."
"Nah, itu dia istri tuan muda. Ayo kita hajar sekarang juga."
"Tidak usah kasih ampun, karena dia kita dikasih lembur."
Mereka berlari, lalu melempar kerikil pada kepala Cheyka. Feyra berusaha menghalang-halangi, karena takut akan disalahkan oleh Rhuka.
__ADS_1
"Hei berhenti, apa hak kalian main hakim sendiri." teriak Feyra.
"Dia telah menyusahkan kami, sebagai karyawan dan karyawati Shi'ing Grup kami tidak terima." jawab salah satu orang mewakili.
"Kami sebagai fans, tidak terima Kak Rhuka dimanfaatin oleh dia." timpal seorang gadis muda.
"Kalian kalau gak terima, iya bilang langsung sama tuan muda. Di sini Cheyka gak salah apa-apa, karena bukan dia yang memulai." ujar Feyra.
"Kamu tidak tahu apa-apa tentang mereka. Kalian itu tidak satu rumah, sudah berbeda jalur." jawabnya.
"Meski kami tidak bersama-sama, namun kami pernah tinggal satu kampung. Jadi sebagai teman dekatnya saat ini, tahu sifat asli Cheyka. Kalian itu hanya merasa paling tahu, tentang kehidupan orang lain." jelas Feyra.
"Tidak akan ada yang mau mendengarkan kamu." jawabnya.
Botol air minum, plastik sampah, kerikil, batu-batuan kecil dilemparkan ke Cheyka. Tiba-tiba saja, perut Cheyka merasa keram. Mereka tidak berhenti menyerbu, sampai tibalah kedatangan Rhuka bersama Joffy.
"Apa-apaan ini menyerbu istriku. Kalian semua mau, aku masukkan dalam sel jeruji." ancam Rhuka.
"Tuan muda, kau harus memberikan klarifikasi dengan sejelas-jelasnya. Supaya tidak akan ada lagi yang salah paham." jawabnya.
"Terkait hal ini, aku informasikan bahwa aku sudah pernah menjelaskan sebelumnya. Cheyka masuk ke dalam CXGS atas kemampuannya sendiri." ucap Rhuka.
"Bagaimana bisa disebut kemampuan sendiri, kalau memegang mouse aja kaku." Gadis muda itu tersenyum mengejek.
"Cara seseorang bermain, tidak dapat di samaratakan dengan cara memegang mouse." ujar Rhuka.
"Benar begitu, tapi hubungan kalian menipu publik. Ini sungguh memalukan ketua tim, bijaksana lah selaku pemimpinnya."
Rhuka menghela nafas panjang, benar-benar kesal dengan hal berlalu yang diungkit. Lagipula, bukan urusan mereka juga.
__ADS_1