Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Romantis Setiap Saat


__ADS_3

Keesokan harinya, Feyra mendapat telepon dari ayahnya. Mereka mengatakan bahwa minimarket sepi, pelanggan menjadi berpindah ke toko milik Secyfa.


"Ayah, Ibu, kalian yang sabar iya." ucap Feyra.


"Iya Fey, kami tidak apa-apa." jawab Dadang.


"Percayalah, bahwa rezeki tidak akan tertukar." ujar Feyra.


"Iya Fey, kami paham." jawab Dadang.


Sambungan telepon terputus, dan ada panggilan video masuk. Ternyata itu adalah panggilan dari Rhoky. Feyra segera menerimanya, karena ingin mengobrol sebentar.


"Rhoky, kamu dimana sekarang?" Feyra melihat latar belakangnya pantai.


"Aku sedang di Bali, coba kamu ikut. Pasti seru banget Feyra, kita bisa jalan bareng." jawab Rhoky.


"Aku gak ada waktu, karena aku harus pulang kampung." ucap Feyra.


"Bukankah kamu sedang kuliah." jawab Rhoky.


"Orangtuaku sedang ada masalah, maka dari itu aku harus cepat pulang." ucap Feyra.


"Kamu tunggu aku pulang, mungkin lusa sudah ada di Jakarta. Kak Rhuka dan Cheyka juga mau ke kampung halaman." jawab Rhoky.


Cekrak!


Cekrek!


Cekrak!


Cekrek!


Suara jepretan kamera ponsel Cheyka, dia tertawa ketika melihat hasilnya. Rhuka juga melotot, sambil mengeluarkan giginya.


"Sayang, jangan seperti itu. Nanti kamu benar-benar jadi jelek." Cheyka mencubit tangannya.

__ADS_1


"Kalau aku jadi jelek juga gak apa-apa. Sekarang 'kan aku sudah laku." jawab Rhuka, sambil menahan tawa.


"Walaupun ada aku di sisimu sekarang, kalau mendadak jelek aku tinggalin." ucap Cheyka.


"Jahat banget deh kamu." jawab Rhuka.


Cheyka tersenyum lucu. "Canda sayangku, aku gak serius untuk itu."


Cheyka melangkahkan kakinya, mendekati tumbuhan bunga berduri. Sedangkan Rhoky segera mendekat ke arah Rhuka. Menceritakan apa yang terjadi dengan Feyra, dan juga orangtuanya yang ada masalah.


"Haduh!" keluh Cheyka.


Rhuka segera berlari, menghampiri Cheyka. Memegang tangannya yang berdarah, lalu meniup-niupnya. Rhoky berdiri terpaku, melihat pemandangan di depannya.


"Kenapa tanganmu bisa terluka?" tanya Rhuka.


"Tanganku terkena duri bunga itu." Cheyka menunjuk bunga.


"Iya sudah, jangan dibiarkan lama-lama. Ayo segera kita obati, jangan sampai infeksi." ucap Rhuka.


"Haduh sayang, mana mungkin luka kecil infeksi." jawab Cheyka.


"Bagaimana sayang, enak tidak dalam air hangat." ucap Rhuka.


"Iya sayang, namun aku tidak mengetahui hal ini." jawab Cheyka.


"Dasar bodoh!" ledek Rhuka.


"Dasar sadis!" jawab Cheyka.


"Dasar dekil." ledeknya lagi.


"Dasar kejam." Cheyka tidak mau kalah.


"Sudahlah, kalian berdua jangan ribut. Harusnya kita rayakan kemenangan ini." ucap Rhoky.

__ADS_1


"Iya Rhoky, pasti itu." jawab Cheyka.


Rhuka menarik tangan Cheyka ke atas, memperlihatkan padanya bahwa duri telah menghilang.


"Hmmm... keren banget cara ini." Cheyka melihat tangannya.


"Iya dong siapa dulu." jawab Rhuka.


Rhuka memberi isyarat pada Rhoky, agar cepat pergi dari ruangan tersebut. Rhoky mengangguk, tahu bila kakaknya tidak ingin diganggu.


Muach!


Rhuka mencium bibir Cheyka, lalu mendorong tubuhnya ke atas kursi sofa. Rhuka mengusap kepala Cheyka, dan menciumnya lagi.


"Sayang, balas aku dong." pinta Rhuka.


"Iya sayang." Cheyka maju dengan ragu-ragu.


"Masih saja kamu malu, sini biar aku ajari." ucap Rhuka.


Cheyka membalas ciuman Rhuka, dan mereka bahagia melakukannya. Hal itu adalah keinginan dua orang, bukan sepihak seperti diawal. Kini hati Cheyka juga, sudah tidak takut ditinggalkan lagi.


Sementara di sisi lain, Melodi sedang duduk santai bersama Disty. Mereka menikmati suasana luar negeri, yang benar-benar sejuk untuk di pandang.


"Bagus banget iya, gak pernah berubah." ucap Melodi.


"Iya, tapi aku sedih karena Kak Rhuka gak ada." jawab Disty.


"Tenang aja Kak, bukankah masih bisa diperjuangkan." ucap Melodi.


"Diperjuangkan apa, kalau Rhuka tidak merespon. Aku malah berencana, akan pura-pura baik pada Cheyka." jawab Disty.


"Nah, itu ide bagus juga. Dengan begitu, Kakak akan mendapatkan kepercayaan kembali." ucap Melodi.


"Huaa... aku sedih banget, kenapa harus menghadiri wisuda seorang diri." jawab Disty.

__ADS_1


"Memangnya Kakak anggap aku tidak ada." Melodi mendengus kesal.


"Kamu itu ada, hanya saja tidak lengkap tanpa Kak Rhuka." jawabnya.


__ADS_2