Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Berusaha Membuktikan Cinta


__ADS_3

Jordan merasa tidak enak, makanya dia berpamitan pulang. Masih menari-nari dalam pikirannya, benarkah Rhuka suami Cheyka pikir Jordan. Rhuka menggendong Cheyka, sampai ke tempat duduk.


"Kamu kenapa si Kak Rhuka, kok aneh banget." ucap Cheyka.


"Apanya yang aneh, aku memang tampan." jawab Rhuka, dengan percaya diri.


"Bukan rupa, tapi tindakanmu aneh." ucap Cheyka spontan.


Rhuka mengambil sisir di dalam lemari, lalu menyisir rambut Cheyka. "Kelihatannya kamu belum sempat menyisir rambut, karena terburu-buru membuat sarapan."


"Iya kamu benar."


Cheyka nyengir heran, dengan perilaku si Rhuka. Kenapa hari ini dirinya seperti pelayan, yang memberi sambutan hangat untuk putri.


"Kakak ipar, aku beritahu satu hal. Kakak harus semangat latihan, karena Kak Rhuka akan tetap di sini. Dia rela tidak menemani Disty wisuda, hanya demi Kakak ipar." ucap Rhoky.


Cheyka hanya geleng-geleng kepala. "Jadi, kamu rekomendasi untukku pria tua."


"Siapa yang kamu bilang pria tua." Rhuka menarik hidungnya.


"Bercanda sayang hehe..." Cheyka tersenyum.


Rhuka menjewer telinganya, dan memainkan rambut Cheyka. Dirinya bagaikan boneka tidur, yang selalu diuyel-uyel oleh Rhuka.


"Kak Rhuka, kenapa kau bisa suka sama Cheyka?" tanya Bombom.


"Karena dia begitu imut, benar-benar lucu." jawab Rhuka.


"Pemikiran sinting macam apa itu? Bagiku Cheyka memang cantik, tapi bukan berarti ucapan Kak Rhuka benar." sahut Jay.

__ADS_1


"Iya, bahkan dia tidak lucu. Dia gadis pemberani, yang kejam bila ngambek. Bayangkan saja dia tidak mau masak, lalu pernah membiarkan kita kelaparan." tambah Jey.


"Terserah kalian, mau berpendapat apa. Bagiku dia memang luar biasa." jawab Rhuka dengan bangga.


"Perasaan aku, Chey biasa-biasa saja." ujar Mikky.


"Iya, karena yang luar biasa hanya istrimu Kak." goda Rhoky, sambil mengedipkan mata.


"Sudahlah, bercandanya tidak lucu. Aku cuma gadis biasa saja, bukan pemain profesional juga." sahut Cheyka.


"Kak Chey memang gadis biasa, cuma ada satu kelebihan Kakak." jawab Rhoky, sambil menahan tawa.


"Apa itu Rhoky?" tanya Cheyka penasaran.


"Kelebihan Kakak yaitu, bisa mengambil hati Kak Rhuka. Bahkan mungkin bisa menindas, saat mengidam nanti." Rhoky cekikikan.


"Dasar adik gak ada akhlak." ledek Rhuka.


"Biarin aja, yang penting happy." jawab Rhoky.


"Terserah kamu mau happy, ataupun jungkir balik. Tapi, jangan pernah membuat istri kesayanganku bersedih."


"Kak Rhuka bucin akut." Rhoky masih meledeknya.


"Kamu bayangkan saja, bila orang yang kamu cinta menyendiri. Dia memilih tempat sepi, untuk meluapkan emosi. Bahkan menjerit-jerit di jembatan tua, bagaimana bila dia melompat. Huh, sungguh menyedihkan." ungkap Rhuka.


Cheyka mencubit pinggang Rhuka. "Itu semua karena kamu, yang telah mengabaikan aku. Membiarkan aku tertindas, tanpa ada kekuasaan."


"Biar puas, sekarang kamu bisa sebebasnya menindas suamimu." ujar Rhuka.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang juga ambilkan aku makanan ringan." titah Cheyka.


"Kamu mau makan cemilan apa?" tanya Rhuka.


"Sosis goreng ditambah dengan keripik sambal." jawab Cheyka.


"Tidak ada sayang, semua itu belum dibuat." ujar Rhuka.


"Buatkan untukku." titah Cheyka.


Rhuka berbisik pada Rhoky. "Cepat, kamu belikan yang Cheyka mau."


"Nasib, nasib, jadi aku yang tertindas. Kakak ipar jadi ratu, aku jadi pembantu." Rhoky beranjak dari duduknya, lalu berjalan keluar rumah.


Cheyka tersenyum, masih menahan tawa. Rhuka terus memperhatikan wajahnya, merasa gemas bila ada Cheyka yang kedua.


"Cheyka sayang, kalau anak kita perempuan pasti seperti kamu. Dia sangat pemberani, namun memiliki sisi rapuh. Dia pastinya akan seimut kamu, dan secantik kamu." ujar Rhuka.


"Mimpi kamu, kita tidak akan punya anak." jawab Cheyka keceplosan.


"Maksudmu apa?" tanya Rhuka.


Cheyka menghentikan tangannya, yang memegang mouse. "Hmmm.... tidak Kak Rhuka, aku hanya berpikir mungkin sementara waktu tidak bisa."


"Apa kamu khawatir, karena mendekati pertandingan?" tanya Rhuka.


"Tidak juga, bahkan pertandingan pun tidak lama lagi. Bila kita menang, maka tinggal mempertahankannya. Kita tidak perlu, sampai harus lembur." jawab Cheyka.


Rhuka menatap Cheyka sambil tersenyum, lalu mengusap lembut rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2