
Seminggu kemudian...
"San Xia, akhirnya kamu sudah masuk sekolah." ucap Yanky.
"Iya Yanky, aku tidak akan membiarkanmu sendiri." jawab San.
Mereka berdua berpelukan di halaman sekolah, dan hal itu tidak membuat gaduh. Mereka adalah anak kecil, yang masih berusia 6 tahun.
"Eh manja, kalian berdua pacaran iya." ledek Bao.
"Hih, Paman Bao sungguh usil." jawab Yanky.
"Kami masih kecil, tidak mengerti apa itu pacaran." ujar San.
"Pacaran adalah, dua orang yang saling mencintai." jawab Bao, sambil menahan tawa.
Sebuah gedung megah sudah didekorasi, untuk menyelenggarakan akad nikah sekaligus resepsi. Cheyka dan Feyra sudah lama tak berjumpa, tentu saja mereka sibuk berbincang.
"Kak Chey, aku dengar Kakak hamil lagi." ujar Feyra.
"Iya Adik ipar, kamu cepat nyusul iya." Cheyka tersenyum.
"Mungkin, aku sebentar lagi." ucap Feyra.
"Aamiin, aku berharap seperti itu. Aku ingin, anakku punya teman bermain." jawab Cheyka.
Setelah ijab qobul selesai dilaksanakan, mereka semua beristirahat dari rasa lelah. Cheyka dan Rhuka melangkahkan kakinya, masuk ke dalam kamar.
"Sayang, aku ingin mengajak kamu dinas ke Italia." ucap Rhuka.
"Kenapa kita pergi terus sayang, padahal Yanky 'kan harus sekolah." jawab Cheyka.
"Biar dia naik sepeda aja." Rhuka hampir cekikikan.
__ADS_1
"Kamu tega banget, dia masih kecil." Cheyka tersenyum.
"Biar dia pergi sama Bao, mereka 'kan satu sekolahan juga." ujar Rhuka.
"Baiklah, aku akan pergi sama kamu." jawab Cheyka.
Rhuka mencium pipi Cheyka, beralih ke bibirnya lagi. Setelah bermesraan bersama, mereka segera bergiliran mandi. Melodi dan Jay jingkrak-jingkrak, mereka senang karena sudah sah.
"Hore, hari yang kita nanti terwujud." Jay dan Melodi berpegangan tangan.
"Namanya juga jodoh, pasti akan bersatu." jawab Melodi.
Muach! Muach!
Jay mencium Melodi, dengan perasaan penuh cinta. Setelahnya mereka merebahkan tubuh masing-masing, masih dilanjutkan dengan bermesraan sepanjang malam.
Keesokan harinya, Cheyka dan Rhuka menyeret koper keluar.
"Kalian mau pergi ke Italia sekarang?" tanya Serfa.
"Rhuka, Cheyka 'kan sedang hamil anak kedua. Kamu harus menjaganya dengan baik iya." ucap Serfa.
"Siap Oma, aku akan menjadi pahlawan kesiangan." Rhuka mencubit kedua pipi istrinya.
Melodi dan Jay menuruni anak tangga secara bersamaan. Melodi memperlihatkan tingkah, seolah ingin muntah saja.
"Uwek, mendengarnya saja aku ingin muntah." ujar Melodi.
"Iri bilang Dik, karena kami selalu seperti pengantin baru." jawab Rhuka.
"Kenapa harus iri, sekarang aku sudah punya suami. Orang yang dulu Kakak ledekin jomblo akut, tidak kalah saing juga." Melodi bergelayut manja.
"Oh." jawab Rhuka cuek.
__ADS_1
Sarapan pagi telah disiapkan oleh bibi Ijah, lalu mereka menyantap makanan bersama. Setelah usai makan, Rhuka dan Cheyka pergi ke bandara. Yanky sebenarnya sedih, karena harus ditinggal.
"Yanky, kamu jangan sedih. Masih ada Paman dan juga Bibi." ucap Jay.
"Iya, tapi aku ingin bersama Papa dan Mama." jawab Yanky.
"Ayo, kita naik sepeda saja." ajak Jay.
"Oh baiklah, setidaknya kita bisa keliling komplek." jawab Yanky.
Yanky, Melodi dan Jay naik sepeda bersama, mereka saling berkejar-kejaran satu sama lain. Yanky melupakan sejenak kesedihannya, karena ditinggalkan pergi ke luar negeri.
"Ayo, kalian kejar aku lebih deras lagi." ujar Yanky.
"Kenapa harus mengejarmu, apa untungnya untukku." jawab Melodi.
"Kalau Bibi bisa mengejarku, aku akan tunjukkan satu tempat terbagus." ucap Yanky.
"Baiklah, Bibi akan mengejar dirimu bersama Jay." jawab Melodi.
Yanky melakukan sepedanya, hingga hampir terjatuh. Melodi menarik baju kaosnya dari belakang, supaya dia berhenti untuk mendayung sepeda miliknya.
"Haduh, lelah sekali." ujar Yanky.
"Kamu sudah tertangkap, cepat tunjukkan tempat yang kamu maksud." jawab Melodi penasaran.
Yanky mengantarnya sampai ke jembatan tua, namun ternyata tidak ada yang indah bagi Melodi. Hanya pemandangan hijau, yang biasa terlihat olehnya.
"Kenapa kamu mengajak Bibi ke sini, itu namanya penipuan." ucap Melodi.
"Apanya yang penipuan, tempat ini memang bagus." jawab Yanky.
"Bagus apanya, ini biasa aja." Melodi menghentakkan kakinya pada aspal.
__ADS_1
"Maaf iya Bibi, kalau aku terlihat menyebalkan." Yanky menahan tawa.