
Matahari menunjukkan sinarnya, saat tirai jendela terbuka. Cheyka tersenyum menghirup nafas segar, sembari membuka lemari.
"Obatnya hampir habis lagi, aku harus punya stok." monolog Cheyka.
Cheyka melangkahkan kakinya keluar kamar, awalnya merasa biasa saja. Tapi tiba-tiba, perutnya merasa sakit luar biasa.
"Ah, kenapa sakit sekali." Cheyka memeganginya, sambil menuruni anak tangga.
"Kakak ipar kenapa?" tanya Rhoky.
Cheyka terkejut dengan suara, yang tiba-tiba muncul. "Aku tidak apa-apa, sedikit sakit perut."
"Oh gitu iya, biar aku suruh Bibi membuat air hangat." Rhoky menawarkan bantuan.
"Hmmm... jangan Rhoky, ini tidak begitu sakit." Cheyka masih meringis.
Rhoky membantu Cheyka berjalan menuruni anak tangga. Cheyka berusaha menghindar, padahal wajahnya pucat.
"Yakin gak mau dibantu?" tanya Rhoky.
"Tidak perlu, Kakak hanya mau ke toilet." Cheyka segera berlari, memasuki toilet.
Sesampainya di ruangan kecil tersebut, tangannya segera meraih gagang pintu. Mengunci pintu rapat-rapat, lalu duduk di toilet.
”Hmmm.... Rhuka tidak boleh membawaku ke rumah sakit. Bisa-bisa ketahuan, kalau aku meminum obat pencegah kehamilan.” batin Cheyka.
Rhuka membuka kedua matanya, dan menepuk-nepuk ranjang tidur di sebelahnya. Namun, sosok Cheyka tidak terlihat di sana.
"Cheyka, dimana kamu?" Rhuka mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
__ADS_1
Dia beranjak dari posisinya, mencari ke semua tempat. Namun tidak ditemukan, tanda-tanda Cheyka bergerak. Mungkin di dapur pikir Rhuka, akhirnya dia mencari ke dapur.
"Kak Rhuka sedang mencari Kakak ipar?" tanya Rhoky.
"Iya, dari tadi tidak kelihatan." jawab Rhuka.
"Dia ada di dalam toilet." ucap Rhoky.
"Oh, pantas saja." Rhuka segera menghampiri toilet, lalu mengetuk pintunya.
Sementara di sisi lain, terlihat Bombom yang sedang melamun. Dia memakan cemilan, sambil menonton televisi.
"Kamu kenapa Bom?" tanya Jay.
"Aku memikirkan Cheyka, Rhoky dan Kak Rhuka. Mereka lama sekali, tidak kembali ke sini." jelas Bombom.
"Namanya juga diam-diam dari Oma Serfa." ujar Jey.
"Kak manajer, aku mengerti dan paham. Namun rasa rindu dengan sahabat sebaik Chey, terkadang membuat hati bertanya-tanya." jawab Bombom.
Cheyka keluar dari toilet, beberapa menit kemudian. Rhuka merasa cemas, saat melihat wajahnya yang pucat.
"Sayang, kamu sakit iya?" tanya Rhuka.
"Tidak sayang, aku baik-baik saja." jawab Cheyka.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi kerja dulu." ujar Rhuka.
"Iya sayang, semoga lancar urusan kantor." jawab Cheyka.
__ADS_1
Melodi tiba-tiba mendapatkan panggilan telepon, dia segera pergi karena ada undangan sponsor.
"Oma, aku pergi dulu iya." Melodi berpamitan.
"Iya sayang, kerja yang benar iya." jawab Serfa.
Melodi berjalan berlenggak-lenggok, sambil terus melangkahkan kakinya. Melodi menghidupkan mesin mobil, mulai melaju dengan kekuatan sedang.
"Hari ini, aku disuruh sponsor dukungan untuk pemain game. Sebenarnya aku malas sekali dengan dunia game, tapi tidak peduli lah yang penting uang. Oh iya, dia mengajak bertemu dimana iya." Melodi melihat ponselnya sebentar, mengecek lokasi yang dibagikan.
Beberapa menit dalam perjalanan, Melodi sudah sampai. Mikky terlihat menunggu, tanpa mengetahui siapa itu Melodi.
"Hai, selamat bekerjasama." ujar Mikky.
"Iya, dengan senang hati." jawab Melodi, sambil tersenyum.
"Oh iya, nanti kamu jangan lupa foto dengan memegang poster CXGS Gaming iya." pinta Mikky.
"Iya, mana posternya." jawab Melodi.
Mikky membuka resleting tas kerjanya, dan mengeluarkan selembar poster. Melodi menerimanya, dan langsung melempar poster karena terkejut.
"Ada apa?" tanya Mikky.
"Itu anggota pemain game profesional?" Melodi balik bertanya.
"Benar, ketua tim kami bernama Rhuka Angjaswila." jelas Mikky.
Melodi mengambil poster yang terjatuh di lantai tersebut. Dia memperhatikan dengan rinci, lalu tersenyum jahat. Jari telunjuk miliknya, menyentil gambar Cheyka.
__ADS_1
”Aku punya kartu as Kak Rhuka sekarang. Harusnya aku mengancam kamu, supaya pergi dari kehidupan Kakak. Dengan seperti itu, aku menang dalam taruhan.” batin Melodi.
Mikky tersenyum, merasa heran dengan tingkah Melodi. Mungkin cocok untuk menjadi pasangan Jay atau Jey pikir Mikky.