Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Mama Pelit!


__ADS_3

Keesokan harinya, Rhuka membuat susu. Dia memberikannya pada Cheyka, menyuapinya dengan menggunakan sendok.


"Mama, apa aku boleh meminum susu juga?" tanya Yanky.


"Tentu saja boleh, malah bagus untuk pertumbuhan." jawab Cheyka.


"Aku ingin air susu, yang barusan Mama minum." ucap Yanky.


"Tidak boleh, ini khusus untuk Ibu hamil." jawab Cheyka.


"Mama pelit!" Yanky segera berlari keluar rumah.


"Lihatlah, aku selalu dianggap pelit olehnya. Padahal yang aku lakukan, demi kebaikan putra kita." ungkap Cheyka.


"Sayang, kamu harus tenang. Hembuskan nafasmu dengan perlahan, supaya kamu jadi lega." jawab Rhuka.


Hari itu libur sekolah bagi Yanky, dia sengaja bermain sepeda di halaman. Sepeda model terbaru, yang merupakan dambaan hatinya. Dia merasa senang, karena Rhuka menuruti keinginannya.


"San Xia, aku ingin banget naik sepeda ini bareng kamu. Semoga kamu cepat sembuh, biar kita bisa main bareng lagi." monolog Yanky.


"Tuan kecil, kalau kau bermain harus hati-hati. Di sana, ada semaian biji bunga." ujar Ijah.


"Aku tidak peduli, bahkan aku bisa merusaknya." jawab Yanky.


"Jangan, itu tumbuhan Mama kamu." ucap Ijah.


"Biarkan saja kalau mati, mungkin dengan ini Mama tidak akan pelit lagi." jawab Yanky.


Yanky sengaja menabraknya, hingga biji-bijian keluar dari tanah. Harap maklum saja, Cheyka tidak terlalu dalam ketika menanamnya.


"Ini hadiah untuk Mama, spesial dari anak yang tertindas." Yanky tertawa kecil.


Yanky melihat Ijah, yang hendak masuk ke dalam rumah. Yanky segera bertepuk tangan, hingga Ijah menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Awas, kalau Bibi berani mengadu." ancam Yanky.


"Tuan kecil, tindakanmu itu salah." jawab Ijah.


"Maka Bibi harus membantu aku." ucap Yanky.


"Baiklah tuan kecil, Bibi tidak akan melawan dirimu." jawab Ijah.


Yanky menyuruh Ijah menghancurkan biji-bijian itu, supaya tidak tumbuh bunga. Yanky berniat mengerjai Cheyka, supaya dia mengamuk dan kesal. Sama halnya dengan dirinya, yang kesal ketika tidak diberi barang baru.


"Oma, kenapa tidak keluar juga sayang." ujar Cheyka.


"Sabar dulu, mungkin juga nanti keluar." jawab Rhuka.


Ternyata benar saja, oma Serfa akhirnya keluar. Tak berselang lama, disusul oleh Melodi.


"Rhuka, ada kabar apa?" tanya Serfa.


Serfa melirik Melodi. "Kapan kamu menyusul untuk menikah?"


"Secepatnya Oma, Jay sedang mempersiapkan semuanya." jawab Melodi bangga.


Serfa duduk, lalu mengelus perut Cheyka. Tiba-tiba Ijah masuk rumah, sambil berlari ngos-ngosan.


"Ada apa Bi?" tanya Cheyka.


"Itu nona, tuan kecil merusak biji-bijian bunga." jawab Ijah.


"Yah, bunganya bakalan gak tumbuh." Cheyka cemas.


Oma menggenggam tangan Cheyka. "Sudahlah, tidak perlu kamu khawatirkan lagi. Oma sudah memaafkan kamu, dan mengikhlaskan semuanya."


"Tapi Oma, itu kenangan dari Ibu mertuaku." ucap Cheyka.

__ADS_1


"Sudahlah, tidak apa-apa." jawab Serfa.


"Kak Chey, jangan banyak pikiran. Lebih baik Santai makan cemilan, kayak si Bombom endut." ujar Melodi.


"Perutku kecil, pasti akan sangat kekenyangan. Mana bisa mengemil sebanyak dia, kecuali perutku ini mengandung tujuh bulan." jawab Cheyka.


Sementara di sisi lain, terlihat Rhoky yang bermain ayunan. Dia mendorong Feyra, sambil tertawa kecil.


"Ayo Rhoky, dorong terus." titah Feyra.


"Iya manja, kamu tenang saja." jawab Rhoky.


"Lebih deras lagi Rhoky." pinta Feyra.


"Aku takut kamu jatuh sayang." jawab Rhoky.


"Lagipula, ada kamu juga yang menangkap diriku." ujar Feyra.


"Tetap saja, aku merasa khawatir sayang." jawab Rhoky.


Rhoky menghentikan mengayun tubuh Feyra, segera duduk pada ayunan yang ada di sebelahnya. Rhoky menggenggam tangan Feyra, dengan niat ingin menyatakan perasaan.


"Aku cinta kamu sayangku, istriku." ungkap Rhoky.


"Ini adalah ungkapan yang udah ke sekian kali." jawab Feyra.


"Tapi, aku tidak bosan sayang." ucap Rhoky.


"Oke, aku juga cinta kamu." jawab Feyra.


Mereka berdua memanyunkan bibir masing-masing, sambil bilang satu kata yaitu muach. Bombom menikmati cemilan, memperhatikan dari kejauhan.


”Apa si hebatnya memiliki cinta, aku bahkan tidak ingin mengenalnya.” batin Bombom.

__ADS_1


__ADS_2