
Setelah wartawan pulang, Rhuka pergi keluar untuk membeli gulali. Cheyka duduk santai, sambil mengajari Bao.
"Kak, aku sudah mulai bisa." ucap Bao.
"Adik pintar, calon penerus CXGS Gaming." Cheyka mengelus kepala Bao.
"Iya dong, aku bisa mendapatkan piala seperti kalian." Bao cekikikan.
"Semoga saja iya." Cheyka tersenyum.
Beberapa menit kemudian, Rhuka sudah membawa yang Cheyka mau. Sebuah plastik gulali besar, Rhuka hadapkan ke wajah Cheyka. Wanita itu terlihat semringah, langsung merampasnya dari tangan Rhuka. Cheyka membuka plastik itu, lalu menyantap isi dalamnya.
"Dasar rakus, jangan lupa makan plastiknya." ucap Rhuka.
"Tega banget si kamu." jawab Cheyka.
"Maaf sayang, aku hanya bercanda." ujar Rhuka.
"Oke, kamu harus suapi aku." Cheyka mengangkat pahanya, ke atas betis.
Rhuka tersenyum, lalu menyuapi Cheyka. Bao mengerucutkan bibirnya, meminta disuapi juga.
"Aku mau juga dimanja." ucap Bao.
"Sini biar Kakak suapi." Malah Rhoky, yang menyuapi mulutnya.
"Cheyka sayang, kita hari ini ke kampung halaman kamu iya. Feyra juga mau melihat, keadaan orangtuanya." ucap Rhuka.
"Iya sayang." jawab Cheyka.
__ADS_1
Pada siang harinya, Cheyka bersiap-siap. Rhuka juga sudah rapi, dengan baju kaos lengan pendeknya. Feyra sudah menunggu di teras, bersamaan dengan Rhoky yang menemaninya.
"Kamu tadi kok naik taksi?" tanya Rhoky.
"Mobilnya aku jual, lalu uangnya ditransfer ke Ayah dan Ibu." jawab Feyra.
"Kamu tenang saja, soal uang biar aku bantu menyelesaikan." ucap Rhoky.
"Jangan Rhoky, aku tidak mau." jawab Feyra.
Mobil melaju dengan kekuatan sedang, menuju ke kampung halaman Cheyka. Feyra dan Cheyka mengobrol, tentang masalah artikel Redaksi Media.
"Walaupun Kak Rhuka sudah klarifikasi. Tapi tetap saja, lebih baik berita itu menghilang." ujar Feyra.
"Mau bagaimana lagi, ribet untuk menghapusnya." jawab Cheyka.
"Cheyka, kamu tenang aja. Jordan ada kenalan, orang yang kerja di kantor Humas." ujar Feyra.
"Iya deh maaf, sudah menyarankan hal salah." ucap Feyra.
"Kamu gak salah, lupain aja ucapan Kakakku." Rhoky membelanya.
Mereka sudah sampai, setelah beberapa menit di dalam perjalanan. Semua warga kampung, melihat kepulangan Cheyka.
"Cheyka, kamu sudah lama sekali tidak pulang." ujarnya.
"Iya Bu, aku sibuk kerja." jawab Cheyka.
"Apa harta suamimu masih kurang?" tanyanya.
__ADS_1
"Tidak, hanya saja aku ingin mendiri. Dengan berkarya secara sederhana, aku juga dapat mengurus rumahtangga." jawab Cheyka.
"Bagus sekali pemikiran mu Chey, tidak seperti Secyfa." ujarnya.
"Enak saja, membicarakan orang secara sembarangan." Secyfa tiba-tiba muncul.
"Memang seperti itu 'kan? Kamu itu cuma jadi tukang koar." ungkap Feyra.
"Eh Feyra, kamu kenapa ikut campur." Secyfa menatap tajam.
"Asal kamu tahu iya, orangtuaku sekarang minimarketnya sepi. Ada orang yang sengaja menuduh Ayahku, berselingkuh dengan seorang perempuan." ucap Feyra spontan.
"Lalu, apa hubungannya denganku. Jelas-jelas, memang Ayah kamu hidung belang." jawab Feyra.
Plak!
Feyra menampar pipi Secyfa, dan Secyfa hendak menampar Feyra. Rhoky menahan tangan Secyfa, yang sudah berada di atas udara.
"Aku masih saudara iparmu, kenapa kalian membela dia." Secyfa menunjuk Feyra.
"Karena tidak ada, yang percaya padamu." jawab Rhoky.
"Oh gitu, jadi Feyra layak dipercaya. Ayahnya memang selingkuh dengan seorang perempuan." ucap Secyfa.
"Kamu itu, benar-benar memalukan iya Secyfa. Bicara dengan bukti palsu, menyuruh anak ABG pura-pura jadi selingkuhan." jawab Feyra.
Feyra merogoh sakunya, memperlihatkan layar ponselnya. Memutar sebuah video klarifikasi dari seorang perempuan, yang mengirim obrolan dengan Secyfa.
"Kamu kok bisa dapat akunnya, katakan darimana kamu mengenalnya?" Secyfa tidak terima dipermalukan.
__ADS_1
"Aku tidak mengenalnya, hanya menyuruh dia berbicara. Kasian sekali kamu Secyfa, minimarket ramai dengan cara licik. Menyuruh semua langganan Ayahku ke tempat kamu, dengan menyebarkan berita hoax. Harusnya kamu intropeksi diri, bahwa kamu kemahalan menetapkan harga." Feyra tersenyum mengejek.
Secyfa benar-benar malu, dia segera berlari. Helman dan Yuyun menyambut kepulangan Cheyka, karena benar-benar merasa rindu.