Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Mengidam


__ADS_3

Wartawan tidak mau pulang, masih menunggu anggota tim CXGS Gaming keluar rumah. Bahkan sampai malam hari, sebagiannya masih di sana.


"Jay, Jey, gimana kita mau makan." keluh Bombom.


"Sudahlah, tahan dulu rasa laparnya. Makan seadanya, yang ada di basecamp." jawab Mikky.


"Kak Mikky, biasanya kita makan di dalam karena dimasakin Chey. Kita terbiasa makan di luar." Bombom benar-benar merasa lapar.


"Sabar dulu Bombom." Jay menepuk pundaknya.


"Iya, iya, aku akan menunggu besok pagi." jawab Bombom lesu.


Keesokan harinya, Rhuka bangun dari tidurnya. Dia melihat kaki Cheyka, yang berada di atas kepalanya.


"Chey sayang, kamu tidak biasanya lasak." ujar Rhuka.


"Apa sih, dasar pengacau." Cheyka mengigau.


Rhuka menepuk-nepuk pipinya, sambil tersenyum. "Untung cinta, kalau gak sudah aku bunuh."


Cheyka membuka kedua bola matanya, dan menjerit karena terkejut. Bagaimana tidak, tiba-tiba wajah Rhuka berada di atasnya.


"Aku mau mandi, lalu tolong ikat rambutku kuncir kuda." pinta Cheyka.


"Iya sayang, aku akan mengurus rambutmu." jawab Rhuka.


Rhuka segera beralih dari posisinya, mengerti kondisi Cheyka yang sedang hamil muda. Cheyka segera masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Beberapa menit kemudian, dia sudah keluar.


"Cheyka, sini sayangku." Rhuka menyisir rambut Cheyka.

__ADS_1


"Sayang, jangan lupa kuncir juga." pinta Cheyka.


"Iya sayang, tenang aja." ujar Rhuka.


"Suami pintar." Cheyka mencubit pipi Rhuka.


Setelah selesai menguncir rambut Cheyka, dia tinggal mengurus dirinya sendiri. Rhuka masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Setelah keduanya sama-sama wangi, mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama.


"Kak, di televisi ramai sekali berita tentang kalian." ucap Bao.


"Iya Rhuka, di luar ramai wartawan." timpal Serfa.


"Kami akan menyelesaikan masalah ini." jawab Rhuka.


”Aneh banget, bukankah wartawan tidak tahu alamat rumah. Aku sengaja menyembunyikan, karena diam-diam dari Oma.” batin Rhuka.


Cheyka juga merasa heran, bahkan si Rhoky juga bingung. Selama ini, dia tidak pernah membocorkan alamat tempat tinggal. Iya, kecuali alamat basecamp.


"Aku sudah menyuruh Joffy, untuk menyelidiki masalah ini. Dia bilang ada satu akun misterius, yang sengaja menyebar berita itu." jelas Rhuka.


"Siapa iya kira-kira, kok tega banget." ucap Cheyka.


"Gak usah kamu pikirkan, ingatlah bahwa kamu harus bahagia. Fokus pada keadaan kamu saja, demi anak dalam perut kita." Rhuka mengelus lembut perut Cheyka.


"Aku bakalan punya adik nih." sahut Bao, sambil cekikikan.


"Bukan punya adik, tapi lebih tepatnya punya ponakan." jawab Rhuka.


Mereka segera ke ruang makan, mengabaikan wartawan yang gedar-gedor pintu tanpa etika. Cheyka merasa risih sekali, mengganggu ketenangan telinganya.

__ADS_1


"Sayang, nanti tolong belikan gulali. Aku ingin makan secepatnya." ucap Cheyka.


"Iya sayang, kamu tenang saja." jawab Rhuka.


"Sayang, Disty membela aku saat diserbu netizen." ucap Cheyka.


"Dia memang anak yang baik." puji Serfa.


"Jangan terlalu percaya." Rhuka menyendok sayur dengan ketus.


"Kamu ikhlas gak sih, mengambil makanan untukku." jawab Cheyka.


"Aku ikhlas, cuma gak suka kalau kamu dekat Disty." ujar Rhuka.


"Siapa juga, gak ada niatan tuh." jawab Cheyka.


Rhoky dan Bao menyantap makanannya sendiri, mencolek ayam goreng ke dalam saus kecap.


"Kak, pahanya enak banget. Bibi Ijah memang pintar." puji Bao.


"Iya, memang wajar bila dia terpilih oleh Kak Rhuka." jawab Rhoky.


Setelah usai makan, Rhuka membuka pintu. Dia sengaja menatap tajam, melihat orang-orang yang membawa spanduk. Di sana tertulis, tentang penghinaan terhadap Cheyka.


"Kak Rhuka jelaskan pada kami, apa Cheyka masuk ke dalam tim CXGS tidak murni? Apa karena dia mendekatimu, padahal awal main game tidak bagus?" tanya seorang pria muda.


"Kalian berhati-hati lah, bila berbicara tentang istri pimpinan Shi'ing Grup." jawab Rhuka, tersulut emosi.


"Maaf Kak Rhuka, kami hanya mencari kebenaran." ucapnya.

__ADS_1


"Kebenarannya adalah, karena istriku hebat. Dia tidak berbuat curang dengan cara mendekatiku, untuk meraih mimpinya. Namun aku yang mengejarnya, karena aku sangat tergila-gila." Rhuka mencium Cheyka, di depan banyak orang.


__ADS_2