
Setelah lelah pergi berjalan-jalan, mereka kembali ke penginapan menggunakan kereta. Melodi menggendong Yanky, membawanya didekat ruang televisi.
"Sayang wajah kamu lucu sekali, Bibi ingin punya bayi banyak." Melodi senang melihatnya.
"Melodi, kenapa tidak memiliki sendiri. Lebih utuh, dan tidak berebut dengan Kak Rhuka." jawab Feyra.
"Meski ada calon suami, aku tetap tidak ingin menikah. Aku belum siap Feyra, masih ingin sendiri." ujar Melodi.
"Iya, itu prinsip hidup masing-masing." jawab Feyra.
Seminggu kemudian, Pertandingan dimulai kembali. Cheyka, Rhuka, Rhoky, Bombom, Jay, dan Jey sudah latihan sebaik mungkin. Jadi mungkin sudah terbiasa, dengan gerakan-gerakan penipuan lawan.
"Semangat, kita pasti menang." ucap Rhuka.
"Iya Kak Rhuka." jawab Bombom.
Cheyka lebih fasih dalam menggunakan mouse, jadi bisa lebih cepat dalam bermain. Wajah anak mereka Yanky, terbayang di dalam ingatan keduanya. Semangat menjadi lebih berkobar, untuk meraih kemenangan.
"Sembunyi dulu di sana, jangan keluar Bom." ujar Cheyka.
"Iya Chey, kamu tenang saja." jawab Bombom.
Permainan ronde pertama selesai, yang menang adalah tim Maut. Mereka harus melewati dua ronde lagi, barulah ditentukan pemenang babak final. Sementara waktu Cheyka dan Rhuka istirahat, di dalam ruangan khusus untuk mereka.
"Cheyka, Rhuka, kalian memang pintar." puji Mikky.
"Yaelah, kami tidak dianggap." jawab Jay.
"Maksudku, kalian semua hebat dalam kompakan." ujar Mikky.
"Iya Kak manajer." jawab semuanya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, ronde kedua dimulai. Seluruh anggota tim bermain dengan cepat, namun terkecoh dengan trik dari tim Maut. Akhirnya mereka kalah pada ronde kedua, dan menjadikan ronde ketiga patokannya.
"Aduh, kenapa trik ini cantik sekali." keluh Jay.
"Ini memang trik cantik, namun juga bisa kita putar balikkan keadaan." jawab Cheyka.
"Bagaimana caranya, agar kita tidak kalah?" tanya Jey.
"Nanti kalian dari dekat batu sini, berjalan ke arah ladang perlahan. Jangan biarkan musuh bebas menyerang, namun jangan terpancing juga untuk menyerang brutal duluan. Karena bermain dengan emosi, akan semakin mudah dikalahkan." jelas Cheyka panjang dan lebar.
Setelah selesai mereka bersepakat, ronde ketiga dimulai lagi. Mereka bermain dengan semangat empat puluh lima. Setelah beberapa menit kemudian, mereka telah selesai bermain.
"Hore, kita berhasil menang." ucap Bombom.
"Ini semua, karena trik dari Cheyka." jawab Rhuka.
"Iya aku tau, siapa yang bilang trik Kak Mikky." ujar Bombom.
Mereka pulang ke penginapan, setelah pertandingan telah usai. Mikky, Feyra, dan Melodi juga ikut merasa senang.
"Eh, besok kita sudah bisa pulang." ucap Mikky.
"Iya, sekarang makan-makan dulu." jawab Melodi.
Pada malam harinya, mereka pergi ke restoran terkenal di Pakistan. Rhuka yang mentraktir semuanya, karena memang itu kebiasaannya.
"Kak Rhuka, terimakasih atas traktiran ini." ucap Bombom.
"Iya Bom, sama-sama." jawab Rhuka.
Mereka menyantap makanan lezat, yang ada di atas meja. Cheyka disuapi oleh Rhuka, karena tangannya menggendong Yanky.
__ADS_1
"Tuan muda Yan, kau memang menyusahkan Ibumu." ucap Bombom.
"Dia akan menjadi, seperti Kak Rhuka. Hati-hati iya, kalau dia sudah besar. Nanti dia galak, lalu menerkam kita semua." Jay mengeluarkan kuku jari-jarinya.
"Iya Jay, kamu benar. Aku takut sekali, kalau ditelan oleh dirinya." timpal Jey.
"Sembarangan bicara, anakku ini bukan binatang buas." jawab Cheyka.
Keesokan harinya, Cheyka dan Rhuka menyeret koper masuk ke dalam rumah. Mereka berdua baru saja sampai, setelah pulang dari negara Pakistan.
"Bagaimana bulan madunya, kalian senang tidak?" Serfa melihat ke arah Rhoky.
"Lumayan Oma." jawab Rhoky.
"Boro-boro bulan madu, Rhoky main game aja." sahut Rhuka.
"Hih Kak Rhuka, hobi sekali membongkar aib orang." jawab Rhoky.
"Bodoh amat." ujar Rhuka.
"Terserah." Rhoky segera menarik lengan Feyra.
Rhuka dan Rhoky pergi ke kamar masing-masing, menghabiskan waktu istirahat bersama istri tercinta.
"Sayang, perjalanan kali ini melelahkan." keluh Cheyka.
"Kalau lelah istirahat sayang." jawab Rhuka.
"Tapi, tetap seru sayang." ujar Cheyka.
"Iya sayang, pemandangannya indah." jawabnya.
__ADS_1