Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Khawatir


__ADS_3

Mereka sudah sampai di basecamp, setelah membeli obat di apotek. Rhoky melihat Serfa yang ikut juga.


"Oma kok bisa di sini?" tanya Rhoky.


"Memangnya tidak boleh Oma ke sini." jawab Serfa.


"Bukan gitu Oma, aku hanya bingung. Kok kalian bisa barengan gitu." ujar Rhoky.


"Tadi ada insiden di jalan." jawab Serfa.


Serfa mengobati tangan Cheyka, sambil menceritakan semua yang terjadi di jalan. Bombom bergidik ngeri, melihat darah tadi. Tidak terlalu banyak, namun merah kental. Cheyka terus memperhatikan Serfa, yang benar-benar telaten dalam mengobati.


"Enak iya jadi kamu Chey, banyak orang perhatian." ujar Jay.


"Iya, sementara kami hanya berdua." timpal Jey.


"Kalau kalian iri pada Cheyka, sebenarnya yang kalian lihat adalah yang pertama. Sebelumnya, aku tidak pernah memberikan perhatian." jawab Serfa.


"Sungguh membuat kami terharu." ucap Jay.


"Dan pastinya sempat tertipu." jawab Serfa.


"Padahal Oma tidak memperlakukan Kakak ipar dengan baik. Namun Kak Chey si pemberani ini, mengerahkan tenaga ceroboh untuk menolong. Sungguh baik iya Kakak ipar ku." ungkap Rhoky.


"Aku seperti merasa dipuji, tapi kok kayak dihina juga. Bisakah jangan mencampurkan dua hal, yang tidak cocok menjadi perpaduan." jawab Cheyka tegas.


Rhoky menggangguk sambil mengembangkan senyuman. Sudah sampai lima menit, Rhoky masih saja menggangguk. Membuat dirinya menjadi pusat perhatian, dengan tingkah konyolnya.

__ADS_1


"Kak Rhoky sudah selesai, kenapa menganggukkan kepala terus." ucap Bao.


"Sorry, aku kira Kakak pemberani dan ceroboh belum puas." Rhoky mengulangi kalimat itu lagi.


"Rhoky, kau sengaja memancing emosiku." ucap Cheyka.


"Tahan, tahan, tarik nafas dan hembuskan." Rhoky segera berlari, sambil menahan tawa.


Bao berlari mengikuti langkah kaki Rhoky. Serfa tersenyum, sambil geleng-geleng kepala. Sementara di sisi lain, Rhuka terlihat memerintah karyawannya.


"Bagian di dalam kemasan, seharusnya tidak perlu ditambahkan bumbu kelebihan. Banyak pelanggan yang protes, karena hasil kerja tidak membaik. Untuk kedepannya, aku tidak ingin kejadian seperti ini." jelas Rhuka.


"Baik tuan muda, kami akan segera memperbaikinya." jawab mereka.


Rhuka mengayunkan tangannya, sebagai isyarat agar mereka keluar. Joffy mendekati Rhuka, yang kembali ke tempat duduknya.


"Dia memang perempuan hebat, membawa pengaruh besar. Rhoky kini dapat berubah menjadi lebih baik lagi." Rhuka tersenyum.


"Berarti meski blak-blakan, dia adalah bintang bersinar. Mampu menyinari dunia, dengan sifat pemberani." Joffy ikut tersenyum.


"Siapa suruh kamu memuji istri orang." gerutu Rhuka.


"Karena gelarku apa saja, maka aku bisa melakukan apapun." Joffy menahan tawa.


"Maka gelar dirimu akan aku ubah, bila terus memuji istri orang." jawab Rhuka.


"Maaf tuan, tidak akan aku ulangi lagi." ucap Joffy.

__ADS_1


"Baguslah, sekarang juga buatkan aku kopi. Kamu 'kan pria bergelar apa saja." Rhuka memberi titah, tanpa ekspresi.


Joffy segera berlari, sambil bergumam ketus. Pergi ke pantri, menuang gula dan kopi. Rhuka membuka laptopnya, mengecek laporan akhir bulan.


Pada malam harinya, Rhuka telah kembali ke basecamp. Dia melihat Cheyka yang sedang duduk di ruang komputer.


"Sayang, kamu sudah makan?" tanya Rhuka.


"Sudah sayang, tadi Bombom pesan makanan." jawab Cheyka.


"Lalu, dimana Bao?" tanya Rhuka.


"Dia pulang bersama Oma." jawab Cheyka.


Rhuka melihat tangan Cheyka, yang terbungkus perban. Dia melirik tajam, tidak menyukai istrinya terluka.


"Kenapa tanganmu?" Rhuka menunduk, menatap Cheyka dari dekat.


"Tadi, ada pencopet saat di jalan." jawab Cheyka.


"Kak Rhuka, jangan marah padanya. Dia menyelamatkan tas Oma, yang sudah dijambret." sahut Rhoky.


"Mana bisa aku tenang, bila istri terluka. Harusnya kamu biarkan tas Oma menghilang, pikirkan keselamatan diri kamu." Rhuka menyentil dahinya.


"Maaf sayang." Cheyka merasa bersalah, karena suaminya marah lagi.


"Cheyka sayang, apapun barangnya bisa dicari. Bagaimana bila kamu yang hilang, aku bisa sangat gila." Rhuka mencium pipi Cheyka.

__ADS_1


Semua anggota tim tertawa, melihat rayuan gombal Rhuka. Bukankah dia dikenal sebagai tuan muda dingin, kemana rumor itu sekarang pikir mereka.


__ADS_2