Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Permintaan Rempong


__ADS_3

Cheyka memeluk bonekanya, sambil cemberut. Rhuka sangat lama mandi, Rhuka tidak romantis lagi, Rhuka selalu pulang lama, Parfumnya sangat menyengat, dan banyak yang kurang lengkap di matanya. Cheyka benar-benar kesal, karena pikirannya sedang sensitif pada sekitar.


"Aaa... kamu jahat, tidak punya etika, nakal." Cheyka melemparkan buku.


Rhuka muncul dengan semangat berkobar. "Kenapa lagi kamu tuan putri?"


"Aku mau kamu masakin untuk aku." jawab Cheyka.


"Mau minta masakin apa sayang?" tanya Rhuka.


"Sup ceker, dicampur dengan tumis jamur." jawab Cheyka.


"Jamurnya belum ada sayang, nanti iya dibeli dulu." ucap Rhuka.


"Huaa... mau sekarang." Cheyka merengek manja.


Rhuka mengusap lembut kepala Cheyka, lalu berjalan keluar kamar. Berencana akan menuruti keinginan istrinya, meski membuang kesempatan pergi bekerja.


"Rhuka, mau kemana kamu?" tanya Serfa.


"Mau membeli jamur Oma." jawab Rhuka.


"Memangnya siapa yang menginginkan makan jamur?" tanya Serfa.


"Cheyka yang menginginkannya." jawab Rhuka.

__ADS_1


"Kalian sedang sandiwara iya, biar Oma percaya kalau Cheyka hamil." ujar Serfa.


"Tidak Oma, semua ini benar adanya." jawab Rhuka.


Melodi muncul dengan baju dress mininya. Rhuka segera menghampiri Melodi, yang tampak bingung dengan raut wajah kakaknya.


"Melodi, kamu mengaku saja. Kamu pasti mencuri agenda milik Cheyka." ujar Rhuka spontan.


"Kakak kok sembarangan menuduh si, memangnya Kakak punya bukti." jawab Melodi.


"Kakak menemukan anting bintang, pada jendela kamar di basecamp. Pasti kamu, yang memasuki kamar Cheyka diam-diam." ucap Rhuka.


"Kak Rhuka, itu bisa saja anting orang lain. Apa Kakak tidak melihat, kalau aku juga baru kembali dari luar negeri." jawab Melodi.


"Kamu hanya sedang beralasan." ujar Rhuka.


"Kalau kamu tidak mau mengakui, Kakak akan menjebloskan kamu ke penjara." ucap Rhuka, dengan setengah berteriak.


"Baik Kak, aku mengaku kalah. Memang aku yang mengambil buku itu. Aku gak suka, bila Kakak bersama Kak Chey" jawabnya.


Melodi segera pergi meninggalkan rumah, tanpa merasa kesalahannya besar. Dia cukup puas, telah membuat publik gaduh. Dengan begitu Cheyka akan diserbu, dan lama kelamaan dia menyerah dengan sendirinya. Mungkin berakhir dengan meninggalkan Rhuka, lalu keluar dari CXGS Gaming.


Masih dengan setengah emosi, Rhuka membawa dirinya keluar rumah. Dia akan membeli jamur, yang menjadi keinginan Cheyka. Rhuka menghidupkan mesin mobilnya, lalu kembali lagi setelah mendapatkan jamur. Rhuka buru-buru ke dapur, ternyata sudah ada Cheyka di sana. Dia sedang mondar-mandir, sambil memegang celemek di tangannya.


"Sayang, aku mau kamu kasih kecap pada tumis jamurnya." pinta Cheyka.

__ADS_1


"Iya sayang aman, kamu tenang saja. Aku akan membuat yang enak untuk istriku." jawab Rhuka.


Setelah berkutat di dapur, akhirnya masakan sudah siap disajikan. Rhuka hati-hati sekali, dalam meletakkan irisan bawang. Takut bila kulitnya juga ikut masuk dalam kuali. Cheyka yang paling bersemangat, untuk mencobanya lebih dulu.


"Sayang, bagaimana rasanya?" tanya Rhuka.


"Hmmm... rasanya benar-benar hambar. Sepertinya kamu kebanyakan kuah deh." jawab Cheyka cemberut.


"Maaf sayangku." ucap Rhuka.


"Sekarang juga, aku mau kamu memanggang ikan." jawab Cheyka.


Rhuka tetap menuruti permintaan rempong si Cheyka. Dia meletakkan alat pemanggang di atas gas. Ikan-ikan yang telah dibersihkan, segera Rhuka panggang di atas perapian.


"Jangan sampai gosong, aku tidak suka baunya." ujar Cheyka.


"Iya sayang, kamu awasi saja." jawab Rhuka.


Cheyka terus melihat, sampai Rhuka mematikan kompor gas. Bau aroma ikannya memang sedap, namun saat Cheyka mulai makan terasa muak.


"Sayang, kenapa rasanya gak ada. Ini cuma asin doang, kenapa gak dibikin bumbu si." gerutu Cheyka.


"Aku gak tahu sayang, kamu aja yang bikin." jawab Rhuka.


Cheyka terpaksa menggiling bumbu dalam blender. Setelah itu dioles rata pada ikan, namun tetap Rhuka yang memanggangnya. Cheyka masih protes lagi, pada hasil panggangan yang kedua.

__ADS_1


"Kamu memang tidak bisa memasak, kamu suami kejam. Membuat anakmu menunggu, dan istrimu marah karena lapar." Cheyka berjalan, sambil menghentakkan kakinya.


"Maafkan aku." Rhuka memanyunkan bibirnya sendiri.


__ADS_2