Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Hamil


__ADS_3

Dokter sedang memeriksa kondisi Cheyka, karena Rhuka membawanya ke rumah sakit. Dokter melihat Rhuka sejenak, lalu tersenyum penuh arti.


"Selamat Pak, istri anda hamil 2 Minggu." ujarnya.


Rhuka tersenyum, bersamaan raut wajah semringah Cheyka. "Aku hamil dok?"


"Iya, kamu hamil." ujarnya.


"Hmmm... syukurlah." jawabnya.


"Sayang, selamat iya." Rhuka memeluknya.


"Terimakasih sayangku." jawabnya.


Mereka berdua keluar dari ruangan itu, dengan perasaan gembira ria. Rhoky dan yang lainnya menunggu di luar.


"Bagaimana Kakak ipar?" tanya Rhoky.


"Kakak ipar kamu hamil." Rhuka yang menjawab.


Rhoky melompat tinggi. "Yes, aku menang dari Melodi."


"Dasar otak taruhan." ledek Cheyka.

__ADS_1


"Selamat Cheyka, kami bakalan punya ponakan." ucap Bombom.


Mikky, Jay, dan Jey juga mengucapkan selamat. Rhuka dan Cheyka mengucapkan kata terimakasih, diiringi dengan senyum bahagia. Mereka pulang ke penginapan, karena urusan telah selesai.


"Cheyka, kamu harus istirahat yang cukup. Jangan banyak bergerak, bila tidak ada keperluan." Rhuka mencium pipi Cheyka.


"Iya sayang, jangan khawatir." jawab Cheyka.


Ponsel Cheyka tiba-tiba berbunyi, ternyata Secyfa yang meneleponnya. Cheyka menggeser layar ponsel, untuk menerima panggilan dari Secyfa.


"Ada apa kamu meneleponku?" tanya Cheyka.


"Aku ingin menyuruhmu pulang kampung." jawab Secyfa.


"Chey, jangan gitulah. Aku tahu, kamu sekarang kaya. Tapi, bantulah minimarket orangtua angkatmu ini. Ajak tuan Rhuka ke sini, supaya semakin ramai. Banyak Ibu Ibu, yang ingin foto bareng sama dia." jawab Secyfa merayu.


"Kamu tenang saja, aku pasti pulang. Aku akan menunjukkan hasil dari kerja kerasku sendiri, sebagai pemain game profesional. Membuktikan pada semua orang, bahwa aku tidak hanya mengandalkan suami." ucap Cheyka.


Kedua mata Secyfa membulat. "Kamu serius, kalau sekarang sudah sukses? Hmmm... secepat itu kamu mandiri."


"Kenapa? Kamu bangga dengan saudara dekilmu ini? Makanya, lain kali jangan memandang seseorang kecil. Karena sebenarnya, orang lain pun memandang kamu kecil." celetuk Cheyka spontan.


"Iya Chey, aku tahu kamu sekarang punya segalanya. Maafkan perilaku aku dulu, yang sering buat kamu dimarahi Ibu. Sekarang aku sudah merasakan, apa yang kamu rasakan." jawab Secyfa.

__ADS_1


"Itu sebagai pelajaran untukmu, jangan suka memandang orang lain hanya sebatas permukaan." Cheyka langsung mematikan sambungan teleponnya.


Rhuka memegang kedua pundak Cheyka. "Kamu kenapa sayang? Lagi hamil tidak boleh marah-marah."


"Aku hanya ingin memberitahu Secyfa, bahwa aku hebat. Aku bangga menjadi diriku sendiri, meski aku berkulit kusam. Setiap hari pergi ke sawah, hanya untuk membantu Ayah. Bahkan sampai tubuhku tidak mengalami pertumbuhan. Kecil dan pendek, karena tersiksa di sana. Tidak pernah diberi vitamin, dan makanan enak selalu diberi ke Secyfa. Hanya menyandang status anak pungut, lalu beruntung karena bisa bertemu Kakek Wilman. Semua itu karena kamu datang, dan meraih tanganku Rhuka. Aku menjadi tidak sedih lagi, dan tahu bahwa dicintai itu indah." Cheyka meneteskan air mata, sambil memandangnya penuh arti.


Rhuka mengusap air matanya, benar-benar ikut sedih mendengarkan ceritanya. Rhuka tidak akan membiarkan Cheyka menderita lagi. Kerja keras seorang diri, untuk memenuhi kebutuhannya. Rhuka memeluk Cheyka dengan erat, sambil mengatakan aku mencintaimu.


"Cheyka, aku sangat mencintaimu." ucapnya sekali lagi.


"Aku juga cinta sama kamu sayang." Cheyka memeluk Rhuka dengan erat.


"Sayang kebahagiaan kita sudah lengkap, ada bayi di dalam perutmu. Kita akan menjaganya bersama-sama." ujar Rhuka.


"Iya sayang, benar-benar ingin melihatnya lahir ke dunia." jawab Cheyka.


"Cheyka, tapi sekarang kamu sudah tidak kusam lagi. Tubuhmu juga sedikit berisi, tidak seperti dulu." ucap Rhuka.


Cheyka tersenyum. "Iya, ini semua karena perawatan mahal dari suami tercinta."


Rhuka mencubit kedua pipi Cheyka, lalu mencium kepala Cheyka. Mereka berdua tertawa, karena tidak bisa menjelaskan kebahagiaan hari itu.


"Sayang, berarti dulu kamu juga kekurangan tidur." Rhuka merangkul pundak Cheyka.

__ADS_1


"Iya sayang, aku berburu pada malam harinya. Lalu harus bekerja ketika pulang sekolah. Kalau kedai sedang libur, aku akan pergi ke sawah." jawab Cheyka.


__ADS_2