Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Welang menggigit Blunt


__ADS_3

Rhuka dan Disty sudah sampai ke tempat yang dituju. Mereka turun dari mobil secara bersamaan, lalu masuk ke area proyek.


"Rhuka, di sini kita akan membangun sebuah hotel besar." ujar Disty.


"Tempat sebagus ini, kenapa harus dihancurkan." jawab Rhuka.


"Bagaimana mungkin kamu bilang bagus? Apa tidak melihat, jembatan itu tampak tua." Disty menunjuknya.


"Benar, tapi sungai mengalir dengan jernih. Ikan di dalamnya pun, pasti akan merasa terganggu bila dibeton begitu saja." jawab Rhuka.


"Aku tidak peduli." ucap Disty.


"Tapi, aku peduli." jawab Rhuka.


"Rhuka, kita sudah tandatangan kontrak. Sama-sama menyetujui, bila mendirikan hotel di tempat ini. Oma Serfa pun menyetujuinya, tanpa beban apapun." ujar Disty.


"Aku yakin, Joffy pun tidak ingin tempat ini hancur. Di sini adalah tempat kesukaannya memancing." jawab Rhuka.


”Kenapa sih, Rhuka kelihatan banyak alasan. Aku menjadi penasaran, siapa perempuan yang dia suka sekarang.” batin Disty.


Secyfa sudah mengantar makanan ke meja makan, dengan wajahnya yang penuh keringat. Cheyka menawari Rhoky dan Bao untuk menyantap makanan, membiarkan Secyfa berdiri tegak tanpa ditawari.


"Chey, aku lapar." keluh Secyfa.


"Iya sudah, makan saja di dapur." jawab Cheyka.


"Kak Chey, tolong biarkan Kak Secy makan di sini iya." pinta Bao.


"Baiklah, karena ini permintaanmu." jawab Cheyka.

__ADS_1


"Terimakasih Kakak." ujar Bao.


"Sama-sama adik sayang." jawab Cheyka.


Secyfa ikut duduk, dan menyantap makanan yang dimasaknya. Secyfa merasa Cheyka bagaikan ratu, membuat dirinya semakin dengki saja.


"Cheyka, nanti keluar bareng yuk. Aku ingin jalan-jalan sore." ajak Secyfa.


"Malas ah, untuk apa pergi bersama. Dulu juga waktu di kampung, kita tidak akrab seperti ini." jawab Cheyka cuek.


"Kakak, Bao mau jalan-jalan. Kakak mau iya, pergi bareng sama Kak Secyfa." pinta Bao memohon.


"Baiklah, demi kamu Kakak akan mau." jawab Cheyka.


Cheyka masuk ke kamarnya usai sarapan, dia berlatih bermain game lagi. Sementara Rhoky juga masuk ke kamarnya sendiri, dia bermain game juga di kamarnya.


"Cheyka, kamu harus semangat! Sebentar lagi, akan ada pertandingan." monolog Cheyka.


”Kamu lihat saja seluruh penghuni rumah, tunggu pembalasan dendam dari diriku.” batin Secyfa.


Secyfa segera berlari, setelah mendapatkan kucing Blunt. Kucing Blunt tadi sedang menjilati ekornya yang panjang.


Shht!


Suara ular itu berjalan di lantai rumah, mendekati Blunt yang asyik bermain sendiri. Welang mematuk Blunt dengan ganas, bersamaan dengan Rhuka yang telah kembali.


"Cheyka!" Rhuka berteriak sekencang-kencangnya.


Cheyka yang sedang santai, menjadi sangat terkejut. Dia segera berlari keluar kamar, menuruni anak tangga dengan perlahan.

__ADS_1


"Kak Rhuka, ada apa?" tanya Cheyka.


"Kau lihat ular berbisa mu ini, dia berani mematuk kucing kesayanganku." Rhuka mencengkeram pundak Cheyka, dengan sekuat tenaga.


Cheyka menoleh ke arah Welang, yang sedang mematuk Blunt. Cheyka segera berlari, mengambil ular kesayangannya. Sementara Rhuka segera mengambil Blunt, dengan tatapan tajamnya ke arah Cheyka. Secyfa tersenyum puas, melihat Rhuka segera pergi tanpa berpamitan.


"Hihihi.... ratu yang malang. Makanya jangan berani melawan Secyfa." bergumam pelan.


Sementara Melodi, Serfa, Wilda, dan Bao hanya diam saja. Mereka terpaku saat melihat kemurkaan Rhuka.


"Kamu itu memang tidak tahu diri. Kalau mau membawa binatang ganas, jangan ke dalam rumah." ejek Melodi.


"Sekalinya kampungan, tetap kampungan. Hanya seekor bebek jelek, yang bermimpi menjadi putri angsa." ejek Serfa.


"Kalian pasti sengaja melakukan ini, kalian yang paling tidak suka sama aku." Mata Cheyka sudah berkaca-kaca.


Wilda mendorongnya. "Eh kamu itu sudah salah, jangan melemparkan kesalahan pada orang lain."


Cheyka segera berlari keluar rumah, dengan membawa Welang digenggaman tangannya. Secyfa berpura-pura mengejar, anggap saja mendadak peran protagonis pikirnya.


"Chey, tunggu aku." ujar Secyfa.


Cheyka tidak menoleh ke belakang, namun menghentikan langkahnya sejenak. "Mau apa kamu."


"Lebih baik kita jalan aja yuk sekarang, aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang bikin lupa sejenak." rayu Secyfa.


"Aku tidak mau." jawab Cheyka.


"Kakak tidak boleh menolak." Tiba-tiba Bao muncul.

__ADS_1


"Baiklah." jawab Cheyka.


__ADS_2