
Keesokan harinya, Cheyka bangun pagi-pagi sekali. Dia sengaja menyemai benih tumbuhan dari bunga-bunga itu. Dia melihat Serfa yang masih saja mendiamkan dirinya.
"Ternyata, Oma masih marah padaku." monolog Cheyka.
Cheyka segera masuk ke dalam mobil, ikut ke dalam mobil Rhuka. Mereka akan mengantar Yanky, pergi ke sekolahnya.
"Sayang, Kak Mikky ingin resign 'kan? Jadi, apa boleh aku rekomendasikan penggantinya?" tanya Cheyka.
"Tentu saja boleh, tapi aku ingin mengetahui dulu siapa orangnya." jawab Rhuka.
"Jordan adalah orang, yang akan menjadi manajer CXGS Gaming." ucap Cheyka.
"Aku setuju, tapi menunggu kita keluar sebagai anggota." jawab Rhuka.
"Kok gitu si sayang." Cheyka cemberut.
"Aku takut, bila dia dekat denganmu. Bagaimana pun juga, dia laki-laki yang pernah membuatku cemburu." jawab Rhuka.
Mobil sudah sampai pada sekolahan Yanky. Putranya segera turun dari mobil, dan meminta Cheyka untuk mencium Rhuka.
"Mama, tolong cium Papa, biar aku bisa belajar dengan tenang." ujar Yanky.
"Yanky, di rumah saja iya. Malu tahu, dilihat sama teman-teman kamu." jawab Cheyka.
Rhuka tersenyum manis, hatinya terlalu berharap banyak. Padahal belum tentu juga, Cheyka benar-benar mau.
Yanky memaksa Cheyka, agar mau melakukannya. Cheyka mendekat dan menempelkan telapak tangannya pada pipi Rhuka, lalu bibirnya mencium tangannya sendiri.
Muach!
__ADS_1
"Sudah iya sayang, sekarang kamu masuk kelas sana." titah Cheyka.
"Iya Mama." jawab Yanky.
San Xia baru saja tiba di sekolah, diantar oleh Mikky. Dia segera menyusul langkah kaki Yanky, karena takut ketinggalan.
"Yanky, kamu sedang apa?" Melihat Yanky yang menunduk ke arah pot bunga.
"Aku sedang mencari keong, untuk memberikannya padamu. Kau itu selalu datang terlambat, bila tidak pergi bersamaku." jawab Yanky.
"Tapi, aku belum terlambat dalam jam sekolah." ucap San.
"Iya, tapi terlambat muncul dalam pandangan mataku." Yanky melemparkan daun-daunan, yang masih berwarna hijau.
San Xia hendak mengejarnya, namun Yanky kabur ntah kemana. San Xia terus berlari menuju belakang sekolah. Tanpa sengaja San menginjak paku, lalu tubuhnya terjatuh pada pecahan beling.
Yanky segera keluar dari persembunyiannya, lalu menggendong tubuh San Xia menuju ruangan medis.
"San, kamu kenapa bisa jatuh." ujar Yanky.
"Kakiku terinjak paku Yanky, ini semua karena mengejarmu." jawab San.
"Lain kali, kamu jangan memaksa untuk mengejar seseorang. Kalau kamu gak mampu meraihnya, kamu harus berhenti." ucap Yanky.
"Aku tidak mau kehilangan jejak kamu." jawab San.
"Aku gak pergi kemana-mana, jadi tidak usah terlalu khawatir. Kamu seperti kehilangan emas, di dalam kamar saja." ujar Yanky ketus.
"Sebenarnya, bisa dibilang begitu. Tapi, mungkin lebih dari itu." jawab San.
__ADS_1
Dokter di ruangan itu, memeriksa keadaan San Xia. Sepertinya kakinya tidak bisa dibawa jalan normal, karena melihat bekas tusukan paku yang dalam.
"Nona San, kau harus kurangi berjalan. Terus melakukan pelemasan pada kaki." ujarnya.
"Baik dokter." jawabnya.
Cheyka sudah sampai ke CXGS Gaming, bersama dengan Rhuka. Cheyka melihat Rhoky dan Feyra yang memasak bersama.
"Cie, Rhoky lagi belajar masak. Takut kalau gosong lagi iya." ledek Cheyka.
"Hih, Kakak ember banget si." celetuk Rhoky.
"Ternyata, suamiku pernah memasak sampai gosong." Feyra tersenyum, sambil manggut-manggut.
"Kamu jangan dengarkan pernyataan Kak Chey. Dia memang usil orangnya, apalagi kalau tidak ada kerjaan." Rhoky berusaha menyudutkan.
"Lebih usil mana, aku atau orang yang meletakkan buku spesial nikah. Lalu pernah sengaja, memberikan obat tidur." Cheyka mengungkit masa lalu.
"Harusnya Kak Chey bersyukur, karena tindakan diriku yang usil hadirlah Yanky." jawab Rhoky.
"Yanky ada, bukan karena kamu." ucap Cheyka.
"Tetap saja, perantaranya karena aku." jawab Rhoky.
"Mau kamu melakukan seribu kali pun, aku juga gak akan hamil saat itu." ujar Cheyka.
"Oh iya, kalian 'kan menikah kontrak." Rhoky menjadi malu sendiri.
Feyra masih sibuk mengaduk masakannya, hingga aroma tercium di hidung Cheyka dan Rhoky. Mereka berdua segera mengambil piring, untuk mencicipi masakan Feyra duluan.
__ADS_1