Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Membujuk Oma


__ADS_3

Cheyka dan Feyra mengeluarkan makanan, dan meletakkannya di meja makan. Tiba-tiba saja ponsel Rhuka berbunyi, ternyata itu telepon dari Joffy. Ternyata ada hal yang harus Rhuka ketahui, tentang perkembangan perusahaan Shi'ing Grup.


"Kak Rhuka, kamu kenapa diam saja?" tanya Bombom.


"Aku harus segera pergi, kalian makan aja dulu." jawab Rhuka.


Ruang rapat perusahaan Shi'ing Grup, telah dipenuhi oleh rekan kerja. Sejak tadi Joffy mengumumkan omzet, yang meningkat 50%. Rhuka tidak kunjung menanggapi, membuat orang meremas jari masing-masing. Banyak para pekerja yang cemas, akankah tuan muda tidak puas dengan hasil kerja mereka. Pikiran dipecat menari-nari, di dalam benak banyak orang.


Rhuka bukanlah tidak mendengar, namun titik fokus pikirannya pada Cheyka. Apapun yang dia dengar, seolah angin lalu. Joffy biasa saja dengan raut wajah Rhuka, karena dia sudah terbiasa bekerja dengannya. Lain halnya dengan karyawan dan karyawati, yang seolah enggan untuk menggeser posisi duduknya.


Tidak ada yang bergerak, sampai Rhuka mengangkat jari-jarinya. Joffy mengambil kertas laporan di atas meja, lalu menggantikan untuk bicara. Semua orang baru bergerak, setelah Rhuka keluar dari ruangan itu. Mereka menghela nafas lega, sambil menghembuskan dengan perlahan.


Pada malam harinya, Rhuka sudah kembali ke rumah. Cheyka sedang duduk di kursi sofa kamar, sambil melamun menghadap jendela.


"Sayang, kamu kenapa seperti ini lagi. Aku tidak tenang, bila meninggalkan kamu dalam keadaan sedih." ujar Rhuka.


"Sayang, Oma kamu masih saja bersikap dingin padaku. Aku menjadi serba salah, berada di rumah ini." jawab Cheyka.


"Biar aku yang mencoba berbicara padanya." ujar Rhuka.


"Kamu harus hati-hati, jangan membuat dia bertambah marah." jawab Cheyka gugup.

__ADS_1


Rhuka mengacungkan dua jempolnya, lalu keluar kamar setelah berganti baju. Rhuka menghampiri Serfa, yang sedang duduk bersama Bao dan Yanky.


"Oma, maafkanlah Cheyka sebagaimana dia memaafkan kesalahanmu." ujar Rhuka.


"Sudahlah Rhuka, kita membahas yang lain saja. Oma sedang tidak ingin membahas siapapun." jawab Serfa.


"Oma yakin, tidak ingin mendengar berita satu ini. Tentang si Melodi si jomblo akut, yang akhirnya kencan bersama Jay." ucap Rhuka.


Serfa langsung tersenyum. "Kalau ini, Oma mau mendengarkannya. Adikmu itu sudah tua, belum juga menikah. Sibuk mengurus karirnya, di dunia modeling."


"Nah, maka dari itu Oma jangan marah lagi. Bagaimanapun juga, Cheyka sudah menyemai biji-biji bunga. Doakan saja, supaya tumbuh." ujar Rhuka.


"Kamu ini sejak kapan menjadi empati, biasanya tidak peduli pada sekitar. Tidak ada waktu di rumah, baru saja masuk sudah keluar." cerocos Serfa.


"Maksudnya apa Kak?" tanya Bao.


"Artinya adalah, perkenalan yang tak terlupakan. Kenapa kamu belum pandai bahasa Inggris juga, padahal sudah setinggi pohon kelapa." ledek Rhuka.


"Hih tega banget si Kak." Bao merasa kesal.


Yanky mengusap lembut punggung Bao. "Tenang Paman, sebenarnya Papa baik."

__ADS_1


"Hah, kamu selalu membela Kak Rhuka. Jelas-jelas masih baik Kak Chey." ujar Bao.


"Mama tuh baik, cuma pelit aja." Yanky nyengir.


"Yanky, Papa dengar San Xia besok tidak masuk sekolah. Tadi dia sempat, mengalami insiden parah di sekolah 'kan?" tanya Rhuka.


"Iya Pa, tubuhnya jatuh ke tumpukan beling. Belum lagi kakinya yang terinjak paku." jawab Yanky.


"Oh iya, Papa akan mengajak kamu menjenguk ke rumahnya." ujar Rhuka.


"Iya Pa, aku senang mendengarnya." jawab Yanky.


”Yanky selalu merasa senang didekat San Xia, dan aku juga nyaman dengan hal ini. Aku berharap, suatu hari mereka akan saling jatuh cinta.” batin Rhuka.


Keesokan harinya, Melodi baru pulang ke rumah.


"Bagus iya kamu, malah kabur ntah kemana. Pergi pagi pulang pagi lagi." gerutu Serfa.


"Oma, aku menginap di hotel. Rasanya sangat lelah, habis bekerja pergi kencan. Eh, sekarang malah diomeli sama Oma." Melodi benar-benar malas.


"Anak perempuan menginap di hotel, bersama seorang pria. Apa kata orang-orang yang melihat nantinya." Oma mengoceh panjang dan lebar.

__ADS_1


"Oma, aku di hotel sendirian. Sudah iya mengomel nya, aku ingin istirahat." Melodi segera masuk ke dalam rumah.


(Novel ini sedang dibuat sekuelnya😂😂😂😂)


__ADS_2