Dipaksa Menikahi Tuan Muda

Dipaksa Menikahi Tuan Muda
Berkunjung Ke Rumah Kakek


__ADS_3

Keesokan harinya, Rhuka dan Cheyka mandi bersama. Mereka bermain air busa, yang ada di bak mandi. Setelah puas bermain air, mereka keluar dari kamar mandi. Rhuka dan Cheyka berganti baju, dan bersiap-siap mengemasi barang. Mereka akan segera ke rumah kakeknya Cheyka.


"Cheyka, kamu mau menginap di sana?" tanya Rhuka.


"Tentu saja sayang, aku sudah lama tidak ke sana." jawab Cheyka.


"Aku akan menemani kamu selama masih hidup." Rhuka menyelipkan rambut Cheyka, yang terjatuh ke depan.


"Kamu lucu sekali, kenapa sekarang menjadi dramatis." jawab Cheyka, sambil tersenyum manis.


Rhuka dan Cheyka keluar dari kamar bersamaan. Namun hanya Rhuka yang menyeret koper, membiarkan Cheyka bagaikan ratu.


"Kamu mau kemana?" tanya Wilda.


"Kami mau pergi ke rumah Kakeknya Cheyka." jawab Rhuka.


"Bibi juga mau pergi, kembali ke luar kota." ucap Wilda.


"Hati-hati Bi di jalan." jawab Rhuka.


"Kak Rhuka, Kak Cheyka, apa aku boleh ikut kalian?" pinta Bao.


"Tentu saja adikku." jawab Cheyka.


Rhoky sudah selesai bersiap-siap, menuruni anak tangga dengan perlahan. Cheyka melambai-lambaikan tangannya ke arah Rhoky.


"Rhoky, kamu mau ikut tidak?" tawar Cheyka.


"Malas ah, aku mau menemui Feyra." jawab Rhoky.


"Dasar bodoh, ini juga mau bertemu mantanmu itu." ujar Rhuka.


"Oke, aku ikut." jawab Rhoky.

__ADS_1


"Sayang, kamu jangan menghina adikmu bodoh." Cheyka memberi peringatan.


"Kamu juga jangan suka beralasan, bahwa bulan bertamu. Aku lumayan kesal, saat melihat kamu seperti itu." jawab Rhuka.


”Aku juga lebih kesal, saat kamu memperlakukan aku seenaknya. Setidaknya, semua perempuan butuh ungkapan cinta. Bukan hanya sekedar basa-basi, dan bertindak seolah-olah mencintai.” batin Cheyka.


Mobil Rhuka melaju dengan kekuatan sedang, setelah mereka usai makan bersama. Sarapan pagi itu, lumayan terlihat hangat. Ada perang dingin, antar dua pasangan ini.


"Cheyka, aku harap kamu bisa bersifat layaknya istri. Tidak peduli apapun, yang belum terucap. Aku pun sama, akan menjadi suami terbaik untukmu." Rhuka menggenggam tangan kanan Cheyka.


Rhoky fokus menyetir mobil, sambil berbicara bersama Bao. Saat sampai perempatan, Rhoky berhenti. Ternyata Feyra sudah menunggu, Cheyka segera melambaikan tangan.


"Hai!" sapa Cheyka.


"Hai Cheyka." jawab Feyra.


"Ayo masuk ke dalam." ajak Cheyka.


"Kenapa kamu memintaku untuk menemani, bukankah sudah banyak teman." Feyra melirik Rhuka dan Rhoky.


Feyra menurut saja, sambil mengerutkan alisnya. Feyra masuk ke dalam, lalu mobil melaju kembali. Beberapa jam dalam perjalanan akhirnya mereka sudah sampai, ke rumah Kakek Feyra.


Tok! Tok!


"Assalamualaikum." ucap Feyra.


"Wa'alaikumsalam." jawab suara orang, yang ada di dalam rumah.


"Eh Cheyka, ayo masuk ke dalam." tawar Wilman.


"Iya Kek." jawab semuanya.


Mereka masuk ke dalam rumah, lalu dipersilahkan untuk duduk. Wilman membuatkan minuman untuk mereka, dan jamuan satu toples rempeyek.

__ADS_1


"Kek, maaf aku tidak mengunjungimu." ujar Cheyka.


"Tidak apa-apa, Kakek tahu kamu sibuk." jawab. Wilman.


”Untung saja si Kakek tidak bilang, tentang pernikahanku dengan Kak Rhuka.” batin Cheyka.


"Kakek apa kabar sekarang?" tanya Cheyka.


"Alhamdulillah, keadaan Kakek baik-baik saja." jawab Wilman.


Rhuka meletakkan barang-barangnya, bersama barang Rhoky. Cheyka tersenyum lega, karena berpisah kamar.


"Cheyka, suasana di sini segar sekali." ujar Feyra.


"Iya, banyak tumbuhan strawberry." jawab Cheyka.


"Bagaimana, bila kita besok ikut Kakek berkebun." Feyra mengusulkan idenya.


"Dengan senang hati." jawab Cheyka.


Pada malam harinya, Bao mengajak Rhuka untuk bermain kembang api. Rhuka menurutinya saja, daripada dia menangis.


"Cheyka, Feyra, kalian harus ikut." ujar Rhuka.


"Tentu saja, siapa yang menang akan makan ayam panggang duluan." Feyra malah menantangnya.


"Bagaimana sistem permainannya?" tanya Rhuka.


"Siapa yang tetap menyala hingga milik yang lain mati, maka dia yang menjadi pemenang." jawab Feyra.


Bao, Rhoky, Rhuka, Feyra, dan Cheyka melempar kembang api bersamaan. Di atas sana terlihat kembang api Cheyka dan Rhuka yang bertahan. Padahal mereka memilihnya secara acak juga.


"Cie, kalian berdua menang. Makan malam berdua sana." goda Rhoky.

__ADS_1


"Oke, dengan senang hati." jawab Cheyka.


__ADS_2